Polisi Kerahkan Anjing K-9 Cari Potongan Kaki Korban Mutilasi di Depok
Kepolisian Resor Kota Depok melanjutkan upaya pencarian potongan kaki milik korban mutilasi berinisial K di kawasan Kali Licin, Kota Depok, Jawa Barat, yang hingga saat ini belum ditemukan meskipun pr...
Kepolisian Resor Kota Depok melanjutkan upaya pencarian potongan kaki milik korban mutilasi berinisial K di kawasan Kali Licin, Kota Depok, Jawa Barat, yang hingga saat ini belum ditemukan meskipun proses pencarian telah berlangsung selama tiga pekan. Dalam operasi terbaru yang digelar di sepanjang aliran sungai tersebut, petugas mengerahkan unit anjing pelacak atau K-9 guna membantu melacak keberadaan sisa bagian tubuh korban yang diduga masih berada di sekitar lokasi penemuan awal.
Penyisiran dilakukan dengan menyusuri bantaran kali, memeriksa permukaan air, hingga menelusuri area berlumpur yang berpotensi menyembunyikan bagian tubuh korban. Sejumlah personel tampak diterjunkan ke titik-titik yang telah dipetakan sebelumnya, sementara petugas lain bersiaga di tepi sungai untuk mengamankan jalannya operasi.
Pengerahan Unit Anjing Pelacak K-9
Unit anjing pelacak diterjunkan lantaran memiliki kemampuan penciuman yang tajam dalam mendeteksi keberadaan jasad maupun bagian tubuh manusia, termasuk di area yang sulit dijangkau oleh penglihatan petugas. Kehadiran K-9 diharapkan mampu mempersempit area pencarian dan mempercepat proses penemuan potongan kaki korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.
Dalam pelaksanaannya, anjing pelacak dipandu oleh pawang terlatih menyusuri tepian Kali Licin secara bertahap. Setiap indikasi atau respons yang ditunjukkan anjing pelacak langsung ditindaklanjuti petugas dengan pemeriksaan manual di titik yang dimaksud, baik menggunakan peralatan sederhana maupun dengan cara manual di lokasi berlumpur.
"Pengerahan anjing pelacak merupakan bagian dari upaya maksimal kepolisian untuk menemukan seluruh bagian tubuh korban. Kami berharap hasil pencarian hari ini dapat memberikan petunjuk baru bagi kepentingan penyidikan," ujar seorang petugas kepolisian yang terlibat dalam operasi pencarian di lokasi.
Pencarian Memasuki Pekan Ketiga
Hingga tiga pekan berlalu sejak kasus ini mencuat, potongan kaki korban mutilasi berinisial K belum juga ditemukan. Kondisi tersebut membuat kepolisian memperpanjang masa pencarian dengan memperluas cakupan area penyisiran, baik ke arah hulu maupun hilir aliran Kali Licin, mengingat arus sungai berpotensi menyeret benda maupun bagian tubuh ke lokasi yang lebih jauh dari titik awal.
Bagian tubuh korban yang telah ditemukan sebelumnya telah diamankan petugas untuk kepentingan pemeriksaan forensik dan penyidikan. Kepolisian menegaskan bahwa penemuan sisa bagian tubuh lainnya menjadi prioritas, baik untuk keperluan identifikasi secara utuh maupun sebagai penguat alat bukti dalam mengungkap kasus ini secara terang.
Operasi pencarian dilakukan secara berkala dengan melibatkan sejumlah personel yang dibagi ke dalam beberapa tim. Setiap tim bertugas menyisir segmen sungai yang berbeda agar seluruh area yang telah dipetakan dapat diperiksa secara menyeluruh dan tidak ada titik yang terlewat.
Kendala Medan dan Arus Sungai
Proses pencarian di Kali Licin bukan tanpa hambatan. Petugas di lapangan menghadapi sejumlah kendala, mulai dari kondisi arus air, endapan lumpur yang cukup tebal, tumpukan sampah yang terbawa arus, hingga vegetasi liar di sepanjang bantaran kali yang menyulitkan mobilitas maupun jangkauan penglihatan.
Faktor cuaca juga turut memengaruhi jalannya operasi. Hujan yang turun di wilayah Depok dan sekitarnya berpotensi meningkatkan debit air sungai, sehingga penyisiran di sejumlah titik harus disesuaikan demi keselamatan petugas. Meski demikian, kepolisian memastikan pencarian tetap dilanjutkan dengan penyesuaian metode dan jadwal.
"Kondisi arus serta endapan lumpur menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. Namun, penyisiran tetap kami lakukan secara bertahap sesuai pemetaan area yang telah disusun," katanya.
Proses Penyidikan Tetap Berjalan
Sementara pencarian di lapangan terus dilakukan, proses penyidikan kasus mutilasi ini juga tetap berjalan secara paralel. Penyidik terus mendalami sejumlah keterangan, memeriksa saksi-saksi terkait, serta melengkapi alat bukti guna mengungkap secara tuntas peristiwa yang menimpa korban berinisial K tersebut.
Kepolisian turut mengimbau masyarakat yang mengetahui atau menemukan hal mencurigakan di sekitar aliran Kali Licin maupun kawasan lain di Kota Depok untuk segera melapor kepada petugas. Informasi dari warga dinilai dapat membantu mempercepat penemuan sisa bagian tubuh korban sekaligus mendukung jalannya penyidikan.
Hingga berita ini disusun, pencarian potongan kaki korban mutilasi di Kali Licin masih berlangsung. Kepolisian menyatakan akan terus menindaklanjuti setiap temuan dan perkembangan di lapangan, serta menyampaikan informasi lebih lanjut kepada publik apabila terdapat hasil signifikan dari operasi yang dilakukan.
Comments (0)