Polda Metro Sita Tanah dan Bangunan Terkait Kasus Bos Hanania Travel

Penyidik Polda Metro Jaya menyita sejumlah aset berupa tanah dan bangunan yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan penipuan perjalanan umrah oleh PT Khazanah Tamma Internasional, yang beroperasi den

Jul 08, 2026 - 18:27
0 0
Polda Metro Sita Tanah dan Bangunan Terkait Kasus Bos Hanania Travel

Penyidik Polda Metro Jaya menyita sejumlah aset berupa tanah dan bangunan yang diduga berkaitan dengan kasus dugaan penipuan perjalanan umrah oleh PT Khazanah Tamma Internasional, yang beroperasi dengan nama Hanania Group atau Hanania Travel. Aset-aset tersebut berada di beberapa daerah dan disita dalam rangka memulihkan kerugian para korban.

Aset Diamankan di Sejumlah Wilayah

"Hasil penelusuran aset yang dilakukan oleh penyidik, ada beberapa aset yang sebagian sudah kami laksanakan penyitaan. Ada juga beberapa aset yang sudah kami amankan di beberapa daerah," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).

Meski tidak merinci lokasi persis aset-aset tersebut, Kombes Iman memastikan bahwa langkah penyitaan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum dan pemulihan hak korban. "Penyitaan ini kami lakukan untuk memulihkan kerugian korban. Kami berharap korban tetap bisa berangkat umrah," tambahnya.

Kasus Hanania Travel dan Dugaan Penipuan

Hanania Travel sebelumnya mencuri perhatian publik setelah banyak calon jemaah umrah melaporkan gagal berangkat meski telah melunasi biaya perjalanan. Para korban mengaku telah menyetorkan dana puluhan hingga ratusan juta rupiah, namun jadwal keberangkatan terus diundur tanpa kejelasan. Akumulasi kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Polda Metro Jaya kemudian meningkatkan status penanganan perkara ke tingkat penyidikan dan menetapkan bos Hanania Travel sebagai tersangka. Penyitaan aset kali ini menandai eskalasi serius dari proses hukum yang tengah berjalan.

Harapan Korban dan Langkah Selanjutnya

Sejumlah korban menyambut baik langkah penyidik, namun tetap berharap agar dana mereka bisa segera dikembalikan atau setidaknya keberangkatan umrah yang dijanjikan bisa direalisasikan. "Kami hanya ingin keadilan. Uang kami jangan sampai lenyap begitu saja," ujar salah seorang korban yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Pihak kepolisian menyatakan akan terus melakukan penelusuran aset lainnya yang diduga terkait aliran dana hasil dugaan penipuan. Kombes Iman menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan transparan dan seluruh aset sitaan akan dikelola sesuai ketentuan untuk nantinya diperhitungkan sebagai pemulihan kerugian korban.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umrah, terutama yang menawarkan harga di bawah pasaran. Otoritas terkait diimbau memperketat pengawasan terhadap agen perjalanan agar kejadian serupa tidak kembali memakan korban di masa mendatang.

Apaberita.com akan terus memantau perkembangan penyidikan dan nasib para jemaah yang menjadi korban.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker. Memverifikasi klaim publik dan informasi viral.

Comments (0)

User