Polda Metro Jaya Siagakan 9.242 Personel Amankan 31 Unjuk Rasa
Polda Metro Jaya menyiapkan sebanyak 9.242 personel gabungan untuk mengawal dan mengamankan 31 aksi unjuk rasa yang digelar secara serentak di wilayah Jakarta pada hari ini, Selasa 18 Agustus 2026. Ap...
Polda Metro Jaya menyiapkan sebanyak 9.242 personel gabungan untuk mengawal dan mengamankan 31 aksi unjuk rasa yang digelar secara serentak di wilayah Jakarta pada hari ini, Selasa 18 Agustus 2026. Apel gelar pasukan dilaksanakan sejak pagi hari di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya guna menindaklanjuti keputusan rapat koordinasi terkait pengamanan aksi massa. Kegiatan tersebut ditetapkan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan ketertiban umum seiring dengan tingginya intensitas mobilisasi masyarakat di pusat-pusat aktivitas ibu kota.
Apel Gelar Pasukan dan Rapat Koordinasi
Dalam rapat yang digelar sebelum apel, pimpinan apel menyatakan bahwa seluruh personel yang dikerahkan telah melalui proses briefing mengenai prosedur pengamanan berdasarkan UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Personel gabungan tersebut terdiri dari anggota Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta relawan keamanan dari ormas terkait yang disahkan dalam pleno terbatas. Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penempatan personel dilakukan secara proporsional di titik-titik rawan, termasuk kawasan Monumen Nasional, Patung Kuda, sekitar Istana Merdeka, dan gedung-gedung perwakilan negara.
Sebanyak 9.242 personel tersebut dibagi ke dalam beberapa regu dengan tugas spesifik, mulai dari pengaturan lalu lintas, pengamanan objek vital, pengendalian massa, hingga tim negosiator yang berkoordinasi dengan perwakilan demonstran. Pihak kepolisian menyatakan bahwa kebijakan tersebut diambil setelah melakukan evaluasi terhadap aksi-aksi sebelumnya yang memerlukan penanganan lebih terukur. Seluruh peralatan pengamanan telah diperiksa dan disahkan layak pakai oleh tim logistik dalam rapat koordinasi teknis yang berlangsung pada Senin malam.
Distribusi Pengamanan di 31 Lokasi Aksi
Berdasarkan data yang ditetapkan oleh Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya, dari 31 aksi unjuk rasa yang akan berlangsung hari ini, sebagian besar merupakan aksi dari elemen masyarakat sipil, buruh, mahasiswa, dan kelompok advokasi kebijakan publik. Masing-masing aksi telah didaftarkan sesuai dengan ketentuan perundangan dan diberikan jalur demonstrasi yang berbeda untuk meminimalkan risiko konflik antar kelompok. Personel ditempatkan tidak hanya di lokasi demonstrasi, tetapi juga di sekitar fasilitas umum seperti rumah sakit, stasiun kereta api, terminal bus, dan pusat perbelanjaan.
"Kami telah menetapkan skema pengamanan berlapis di seluruh lokasi aksi. Personel gabungan dikerahkan untuk menjamin hak warga negara menyampaikan pendapat sekaligus melindungi masyarakat yang tidak terlibat demonstrasi," ujar perwakilan pimpinan operasi.
Tim lalu lintas menegaskan bahwa rekayasa jalan akan diberlakukan secara selektif dan hanya pada ruas-ruas yang dilalui massa. Pengecualian diberlakukan untuk jalur evakuasi darurat dan akses menuju bandara serta pelabuhan. Pihak berwenang juga telah menindaklanjuti permintaan koordinasi dari beberapa fraksi di DPRD DKI Jakarta agar aktivitas legislatif tetap berjalan normal di tengah aksi massa.
Imbauan dan Jaminan Keamanan
Polda Metro Jaya menegaskan kembali bahwa aparat keamanan akan bertindak tegas sesuai koridor hukum terhadap segala bentuk provokasi, perusakan fasilitas umum, dan tindak pidana lainnya selama aksi berlangsung. Namun, pihaknya menegaskan bahwa pihaknya menghormati seluruh aksi yang dilakukan secara damai dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang beredar di media sosial terkait potensi kericuhan.
"Keputusan pengamanan ini bukan bentuk pembatasan, melainkan upaya menjamin setiap aksi yang berlangsung di Jakarta hari ini dapat berjalan kondusif. Kami meminta agar semua pihak menjaga kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi," tegas jajaran Polda Metro Jaya dalam keterangan resmi.
Hingga pagi hari, situasi di sekitar Lapangan Presisi Polda Metro Jaya terpantau terkendali dengan kehadiran kendaraan taktis dan peralatan pengamanan massa yang telah disiapkan. Pihak kepolisian menyatakan bahwa posko pengamanan akan beroperasi selama 24 jam dengan sistem penjagaan bergilir. Seluruh kegiatan pengawalan terhadap 31 aksi unjuk rasa tersebut akan dievaluasi dalam rapat pleno di akhir masa tugas guna menentukan kebijakan pengamanan pada periode mendatang.
Comments (0)