Sep 17, 2026
Nasional

PLN EMI Perluas Penjualan Sertifikat Energi Bersih ke Kawasan ASEAN

Anak usaha PT PLN (Persero), PT PLN Energy Management Indonesia (PLN EMI), resmi memperluas jangkauan bisnis perdagangan sertifikat energi terbarukan atau

PLN EMI Perluas Penjualan Sertifikat Energi Bersih ke Kawasan ASEAN

Anak usaha PT PLN (Persero), PT PLN Energy Management Indonesia (PLN EMI), resmi memperluas jangkauan bisnis perdagangan sertifikat energi terbarukan atau Renewable Energy Certificate (REC) secara lintas batas (crossborder) ke negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Langkah strategis ini diambil guna memenuhi lonjakan permintaan korporasi multinasional terhadap pemenuhan target dekarbonisasi dan keberlanjutan lingkungan.

Ekspansi pasar internasional tersebut didukung oleh rekam jejak penjualan domestik yang solid. Hingga saat ini, PLN EMI telah berhasil memasarkan REC kepada lebih dari 323 ribu pelanggan sektor industri serta menjangkau 5 juta pelanggan bisnis di seluruh wilayah Indonesia. Keberhasilan ini menempatkan perseroan sebagai salah satu penyedia atribut energi hijau terbesar di kawasan regional.

Kronologi dan Peta Jalan Ekspansi REC Crossborder

Pengembangan bisnis sertifikat energi hijau lintas batas oleh PLN EMI dilakukan melalui beberapa tahapan strategis:

  1. Konsolidasi Pasar Domestik (Fase Awal): Membangun ekosistem sertifikasi energi bersih nasional dengan memverifikasi pembangkit energi baru terbarukan (EBT) milik PLN dan menyalurkannya kepada 323 ribu pelaku industri serta 5 juta entitas bisnis.
  2. Standardisasi Internasional (Fase Penguatan): Mengadopsi standar sertifikasi global seperti International REC Standard (I-REC) untuk memastikan transparansi, integritas, dan validitas klaim emisi lingkup dua (Scope 2 emissions) bagi pembeli korporasi global.
  3. Penetrasi Pasar Lintas Batas ASEAN (Fase Ekspansi): Membuka akses perdagangan REC lintas negara guna melayani perusahaan multinasional di kawasan ASEAN yang beroperasi di wilayah dengan keterbatasan pasokan EBT domestik.
"Perluasan perdagangan REC ke tingkat regional merupakan bukti komitmen perseroan dalam memimpin transisi energi di Asia Tenggara, sekaligus memberikan solusi praktis bagi industri untuk mencapai target Net Zero Emissions secara kredibel," ujar representasi manajemen perseroan dalam keterangan resminya.

Mendorong Daya Saing Industri Hijau Regional

Instrumen REC menjadi salah satu opsi paling efektif bagi sektor komersial dan industri untuk mengklaim penggunaan listrik berbasis energi terbarukan tanpa perlu membangun infrastruktur pembangkit secara mandiri. Satu unit REC merepresentasikan kepemilikan atas atribut lingkungan dari 1 Megawatt-hour (MWh) listrik yang diproduksi dari sumber energi bersih.

Melalui perluasan pasar lintas batas ini, PLN EMI tidak hanya membuka peluang pendapatan baru di luar tarif listrik konvensional (beyond kWh), tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekosistem energi bersih di Asia Tenggara. Manfaat utama ekspansi REC ke ASEAN antara lain:

  • Kepatuhan ESG Korporasi: Membantu korporasi global di kawasan ASEAN memenuhi standar pelaporan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
  • Monetisasi Aset EBT: Memaksimalkan nilai tambah dari pembangkit listrik tenaga surya, air, panas bumi, dan biomassa yang terhubung ke jaringan listrik PLN.
  • Dukungan Terhadap ASEAN Power Grid: Mempercepat harmonisasi regulasi perdagangan energi hijau di antara negara-negara anggota ASEAN menuju integrasi pasar listrik regional.

Dengan integrasi sistem sertifikasi yang transparan dan rantai pasok energi bersih yang andal, PLN EMI optimistis penetrasi REC crossborder akan terus tumbuh signifikan seiring dengan kian ketatnya regulasi batas emisi karbon global yang diterapkan pada produk-produk ekspor manufaktur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User