PKB Akui Anies Unggul di Survei Pilkada Jakarta
Jakarta — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara terbuka mengakui bahwa Anies Baswedan masih menempati posisi teratas dalam sejumlah survei elektabilitas calon gubernur untuk Pemilihan Kepala Daerah...
Jakarta — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara terbuka mengakui bahwa Anies Baswedan masih menempati posisi teratas dalam sejumlah survei elektabilitas calon gubernur untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024. Pengakuan ini disampaikan bersamaan dengan rencana pertemuan antara jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB dan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut pada pekan depan untuk membahas peta politik dan potensi dukungan koalisi.
"Hasil survei internal kami menunjukkan bahwa Pak Anies masih unggul. Angkanya cukup meyakinkan, dan ini menjadi salah satu pertimbangan serius jelang Pilkada Jakarta," ujar Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6/2024).
Menurut Jazilul, hasil survei periode Juni 2024 itu menempatkan elektabilitas Anies di angka 38,5 persen, unggul atas Ridwan Kamil yang berada di posisi kedua dengan 28,7 persen. Data tersebut juga menunjukkan bahwa mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu unggul di berbagai segmen pemilih, termasuk kalangan muda, basis massa Nahdlatul Ulama, serta pemilih perempuan. "Ini modal elektoral yang tidak bisa diabaikan. PKB akan membahasnya secara mendalam dalam pertemuan dengan Anies Baswedan pekan depan," tambahnya.
Pertemuan Terbatas Dijadwalkan Pekan Depan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pertemuan terbatas antara DPP PKB dan Anies Baswedan akan digelar pada Rabu (3/7/2024) di Jakarta. Agenda utama pertemuan adalah membahas kelanjutan komunikasi politik, terutama terkait kemungkinan pengusungan Anies sebagai calon gubernur pada Pilkada November mendatang. Sekretaris Jenderal DPP PKB, M. Hasanuddin Wahid, membenarkan agenda tersebut.
"Kami telah menjadwalkan pertemuan dengan Pak Anies pada pekan depan. Ini bagian dari ikhtiar politik PKB untuk menghadirkan pemimpin Jakarta yang benar-benar memiliki rekam jejak dan elektabilitas tinggi," kata Hasanuddin Wahid di Kantor DPP PKB, Jakarta, Jumat (28/6/2024).
Hasanuddin menegaskan bahwa meskipun PKB membuka diri terhadap berbagai figur, hasil survei internal partai menjadi salah satu acuan utama dalam proses penentuan calon. "Kami tidak bisa menutup mata terhadap data. Figur dengan elektabilitas tertinggi tentu akan menjadi prioritas pembahasan," ujarnya.
Elektabilitas Anies Unggul Lintas Segmen
Lebih jauh, Jazilul Fawaid memaparkan bahwa keunggulan Anies dalam survei internal PKB tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga merata di seluruh wilayah administrasi DKI Jakarta. Di Jakarta Selatan, elektabilitas Anies menembus 42,1 persen, sementara di Jakarta Timur mencapai 39,3 persen. Bahkan di wilayah yang selama ini bukan basis tradisionalnya, seperti Kepulauan Seribu, angka dukungan terhadap Anies tetap kompetitif.
"Survei kami menunjukkan bahwa Pak Anies unggul di semua segmen, termasuk di kalangan nahdliyin dan pemilih muda. Ini modal kuat untuk memenangkan kontestasi Pilkada Jakarta," paparnya.
Dari sisi metodologi, survei tersebut melibatkan 1.200 responden dengan margin of error sekitar 2,8 persen. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara tatap muka pada 10—20 Juni 2024. Jazilul menyebut bahwa hasil survei ini telah disampaikan kepada Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, dan akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam Rapat Pleno DPP PKB.
PKB Buka Peluang Koalisi Lebih Luas
Dengan perolehan lima kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta hasil Pemilu 2024, PKB memerlukan tambahan setidaknya tujuh kursi untuk mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur secara mandiri. Kondisi ini mendorong partai berlambang bola dunia itu untuk memperluas komunikasi politik dengan partai-partai lain.
"Kami sudah menjalin komunikasi intensif dengan Partai NasDem, PKS, dan PDIP. Semua opsi koalisi masih terbuka, termasuk kemungkinan mengusung Anies Baswedan berpasangan dengan kader internal PKB," ujar Hasanuddin Wahid.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas, menambahkan bahwa pihaknya telah menerima arahan dari DPP untuk segera menyelesaikan tahap penjajakan koalisi. "Kami berharap komunikasi dengan Anies menghasilkan dukungan yang solid. PKB serius mengusung calon yang memiliki elektabilitas tinggi dan rekam jejak memimpin Jakarta," ujarnya secara terpisah, Jumat (28/6/2024).
Menindaklanjuti rencana pertemuan dengan Anies, DPP PKB akan menggelar rapat internal pada akhir pekan ini untuk menyusun parameter koalisi dan tawaran konkret yang akan diajukan. Rapat terbatas itu akan melibatkan seluruh jajaran pengurus harian serta perwakilan DPW. "Keputusan final akan diambil setelah pertemuan dengan Anies Baswedan dan seluruh mitra koalisi potensial," pungkas Hasanuddin Wahid.
Comments (0)