Pj Gubernur BI Bantah Rapat KSSK Bahas Suksesi Perry Warjiyo
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 27 Juli 2026. Rapat yang dihadiri oleh seluruh pimpinan lembaga keuang...
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 27 Juli 2026. Rapat yang dihadiri oleh seluruh pimpinan lembaga keuangan negara itu segera menyita perhatian publik terkait dugaan adanya pembahasan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif pengganti Perry Warjiyo. Penjabat (Pj) Gubernur BI Destry Damayanti membantah keras isu tersebut dan menegaskan bahwa rapat sepenuhnya berfokus pada evaluasi stabilitas sistem keuangan nasional.
Destry: Tidak Ada Agenda Suksesi
Menanggapi spekulasi yang berkembang, Destry Damayanti memberikan pernyataan resmi seusai rapat. “Rapat ini sama sekali tidak menyinggung soal calon pengganti Pak Perry Warjiyo. Seluruh pembahasan terkonsentrasi pada indikator makro-prudensial, risiko perlambatan ekonomi global, serta langkah-langkah koordinasi untuk menjaga ketahanan sektor keuangan,” ujar Destry dengan nada tegas.
Ia menambahkan bahwa masa jabatan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI definitif masih berlaku hingga Mei 2028. Dengan demikian, mekanisme suksesi belum masuk dalam agenda prioritas dan tidak relevan dibicarakan dalam forum KSSK. Destry juga mengingatkan bahwa KSSK dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 dengan mandat spesifik untuk pencegahan dan penanganan krisis sistem keuangan, bukan untuk membahas pengisian jabatan di bank sentral.
Mekanisme Pemilihan Gubernur BI Menurut Undang-Undang
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia berikut perubahannya, proses pemilihan Gubernur BI mengikuti jalur tersendiri. Presiden berwenang mengusulkan satu calon kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setelah melakukan seleksi melalui tim independen yang dibentuk khusus untuk itu. KSSK tidak memiliki kewenangan untuk merekomendasikan atau membahas calon Gubernur BI.
“Mekanisme penggantian Gubernur BI sudah diatur jelas. Presiden akan menempuh prosedur formal dan transparan saat waktunya tiba. Tidak ada hubungannya dengan rapat KSSK,” tegas Destry. Ia juga menekankan bahwa hingga saat ini, Presiden belum membentuk tim seleksi dan belum ada nama yang diusulkan ke DPR.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga anggota KSSK membenarkan pernyataan Destry. “Agenda hari ini murni stabilitas. Setiap anggota KSSK menjalankan fungsi sesuai tupoksinya masing-masing. Tidak ada pembicaraan di luar itu,” ujarnya singkat kepada awak media.
Komposisi Rapat dan Arahan Presiden
Rapat yang berlangsung sekitar dua jam itu dihadiri oleh seluruh anggota KSSK, yakni Presiden Prabowo Subianto selaku pemimpin rapat, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa, serta Pj Gubernur BI Destry Damayanti. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut mendampingi.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo meminta seluruh anggota KSSK untuk tetap waspada terhadap risiko eksternal, seperti fragmentasi geopolitik dan divergensi kebijakan moneter negara maju. “Bapak Presiden meminta kami memastikan bantalan likuiditas yang memadai dan memperkuat sinergi lintas otoritas agar stabilitas sistem keuangan tetap terjaga,” ungkap Destry.
KSSK menyepakati sejumlah langkah preventif, antara lain memperketat pengawasan terhadap bank-bank dengan eksposur kredit berisiko tinggi serta mempercepat penerapan kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Komite juga berkomitmen menjaga inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah.
Spekulasi Publik dan Dampaknya pada Pasar
Beredarnya isu suksesi Gubernur BI sempat memicu spekulasi di kalangan pelaku pasar keuangan. Sejumlah analis menilai bahwa ketidakpastian mengenai kepemimpinan di bank sentral dapat menimbulkan volatilitas. Seorang analis senior dari lembaga riset ekonomi, yang meminta identitasnya dirahasiakan, menyampaikan bahwa klarifikasi cepat dari Pj Gubernur BI sangat diperlukan. “Isu penggantian Gubernur BI memang sangat sensitif. Klarifikasi ini penting untuk menenangkan pasar dan menjaga ekspektasi inflasi serta nilai tukar,” katanya.
Dengan pernyataan tegas dari Destry Damayanti dan Sri Mulyani, pasar diyakini akan merespons positif. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Istana mengenai waktu dimulainya penjaringan calon gubernur BI. Spekulasi bahwa rapat Presiden dengan KSSK akan menjadi ajang pembahasan usulan pengganti Perry Warjiyo telah sepenuhnya dibantah oleh para pejabat yang berwenang.
Fokus Destry Damayanti sebagai Pj Gubernur BI
Sebagai Penjabat Gubernur BI, Destry Damayanti menegaskan komitmennya untuk melanjutkan tugas menjaga stabilitas moneter dan sistem pembayaran. Di bawah kepemimpinannya, Bank Indonesia akan tetap menjalankan kebijakan yang kredibel dan independen. “Tugas kami jelas, yaitu menjaga inflasi, stabilitas rupiah, dan sistem pembayaran. Saya akan memastikan BI tetap profesional dan fokus, tidak terpengaruh isu politik,” pungkas Destry.
Ia juga menegaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah dan otoritas keuangan lainnya akan terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Rapat KSSK hari itu menjadi bukti bahwa sinergi antara fiskal, moneter, dan sektor keuangan berjalan solid tanpa diwarnai agenda di luar kepentingan stabilitas sistem.
Dengan demikian, rapat antara Presiden Prabowo dan KSSK pada Senin (27/7) kemarin sepenuhnya diabdikan untuk merumuskan langkah-langkah strategis menjaga stabilitas sistem keuangan, menepis anggapan bahwa forum tersebut membahas suksesi di pucuk pimpinan Bank Indonesia.
Comments (0)