GUNUNGKIDUL — Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di 31 kalurahan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Seluruh tahapan pemungutan suara yang digelar serentak pada Minggu (28/9) itu menghasilkan lurah terpilih di masing-masing kalurahan. Meski demikian, sejumlah pihak mengingatkan agar para lurah terpilih tidak bersikap jumawa atas kemenangannya.
Penjabat sementara maupun aparat kapanewon menekankan pentingnya sikap kenegaraan bagi lurah terpilih. Mereka diminta segera merangkul seluruh warga, baik yang mendukung maupun tidak, demi kemajuan kalurahan selama masa jabatan. Pilur kali ini menjadi perhatian karena berlangsung di 31 kalurahan yang tersebar di 18 kapanewon dengan tingkat partisipasi yang relatif tinggi.
Pilur Serentak di 31 Kalurahan Berjalan Lancar
Berdasarkan laporan panitia, proses pemungutan suara dimulai pagi hari dan ditutup sesuai jadwal. Warga mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) di balai kalurahan maupun lokasi yang telah ditentukan. Tidak ada laporan insiden yang bersifat material maupun signifikan yang mengganggu jalannya pemilihan.
- Pukul 07.00 WIB — TPS di 31 kalurahan dibuka, warga mulai menyalurkan hak pilihnya dengan tertib.
- Pukul 11.00 WIB — Sejumlah TPS mencatat lonjakan pemilih; panitia memastikan proses berjalan sesuai prosedur.
- Pukul 13.00 WIB — Pemungutan suara ditutup, dilanjutkan penghitungan suara di masing-masing TPS.
- Sore hingga malam — Rekapitulasi hasil Pilur dilakukan dan lurah terpilih mulai diketahui.
Kendati berjalan lancar, panitia tetap mengimbau kepada para pendukung untuk menahan diri. Euforia kemenangan dinilai wajar, namun tidak boleh melahirkan sikap arogan yang dapat memicu perpecahan di tingkat kalurahan.
Pesan Damai: Jangan Jumawa, Utamakan Kepentingan Warga
Sejumlah tokoh dan pejabat setempat menegaskan bahwa lurah terpilih adalah milik seluruh warga, bukan hanya segelintir pendukung. Karena itu, langkah pertama pasca-Pilur harus berupa konsolidasi dan silaturahmi ke semua pihak.
"Lurah terpilih jangan jumawa. Setelah ditetapkan, tugas utamanya adalah merangkul seluruh warga, baik yang memilih maupun tidak memilihnya. Kemajuan kalurahan hanya bisa dicapai jika semua bersatu."
Pesan ini menjadi penekanan penting mengingat Pilur kerap meninggalkan bekas persaingan antarwarga. Dengan masa jabatan yang panjang, lurah terpilih dituntut memiliki visi pembangunan yang jelas serta kemampuan merawat kerukunan.
- 31 kalurahan menyelenggarakan Pilur serentak di Gunungkidul.
- Sikap jumawa dilarang; lurah terpilih wajib merangkul semua elemen warga.
- Konsolidasi pasca-pemilihan dinilai kunci untuk menjaga stabilitas kalurahan.
- Partisipasi warga tinggi mencerminkan demokrasi lokal yang sehat.
- Fokus utama setelah Pilur: pembangunan, pelayanan, dan kerukunan.
Ke depan, lurah terpilih didorong segera menyusun program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar warga, mulai dari infrastruktur, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan ekonomi desa. Harapannya, Pilur bukan sekadar pesta demokrasi, melainkan titik awal kemajuan bersama.
Dengan seluruh tahapan berjalan lancar, Gunungkidul mencatatkan kembali praktik demokrasi lokal yang damai. Namun ujian sesungguhnya justru setelah pencoblosan: memastikan lurah terpilih mampu merangkul semua warga dan membawa kalurahan ke arah yang lebih baik.
Lurah terpilih diminta tak jumawa dan merangkul seluruh warga. Konsolidasi pasca-pemilihan jadi kunci kemajuan kalurahan. Baca selengkapnya di Apaberita.com.
Comments (0)