Sep 16, 2026
Nasional

Pertamina Resmi Kembangkan Proyek Migas Non Konvensional di Blok Rokan

JAKARTA — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), entitas di bawah Subholding Upstream Pertamina, resmi menandai tonggak sejarah baru dalam industri hulu migas nasi

Pertamina Resmi Kembangkan Proyek Migas Non Konvensional di Blok Rokan

JAKARTA — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), entitas di bawah Subholding Upstream Pertamina, resmi menandai tonggak sejarah baru dalam industri hulu migas nasional melalui pengembangan Migas Non Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau. Langkah strategis ini dikukuhkan lewat penandatanganan pembaruan Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) yang memberikan mandat eksplorasi dan eksploitasi hidrokarbon non konvensional secara terintegrasi.

Inisiatif ini dirancang guna membuka potensi cadangan minyak dan gas bumi baru yang terperangkap pada batuan reservoir berpermeabilitas rendah (tight reservoir atau shale hydrocarbon), sekaligus menopang ketahanan energi nasional menuju target produksi minyak bumi jangka panjang.

Kronologi dan Rangkaian Tahapan Eksplorasi MNK

Pengembangan MNK di Blok Rokan tidak berjalan instan, melainkan melalui serangkaian studi geologi mendalam, evaluasi teknis, dan implementasi teknologi pengeboran tingkat tinggi. Berikut adalah tahapan penting perjalanan eksplorasi MNK Rokan:

  1. Prakualifikasi dan Studi Seismik Terpadu (2021–2022): Tim geologis PHR melakukan pemetaan lapisan formasi serpih (shale) di Cekungan Sumatra Tengah untuk mengidentifikasi keberadaan cadangan migas yang belum terjamah teknologi konvensional.
  2. Tajak Sumur Eksplorasi Gulamo dan Kelok (2023): PHR berhasil menyelesaikan pengeboran dua sumur eksplorasi vertikal dan uji rekah hidrolik (hydraulic fracturing), yaitu Sumur Gulamo DET-1 dan Sumur Kelok DET-1, hingga kedalaman lebih dari 8.500 kaki.
  3. Validasi Aliran Hidrokarbon (2024): Uji alir fluida membuktikan keberadaan potensi hidrokarbon ekonomis di batuan induk (source rock), memastikan kelayakan teknis untuk dilanjutkan ke tahap evaluasi komersial.
  4. Penandatanganan Kontrak Bagi Hasil Baru: Formalisasi payung hukum dan regulasi fiskal yang memungkinkan akselerasi investasi serta penerapan teknologi pengeboran horizontal lanjutan.
"Pengembangan MNK Rokan adalah wujud komitmen Pertamina dalam menghadirkan inovasi eksplorasi energi kelas dunia demi mengoptimalkan setiap potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia," tegas manajemen Pertamina Upstream.

Pemanfaatan Teknologi Mutakhir dan Sasaran Produksi 2030

Karakteristik migas non konvensional menuntut penerapan teknik mutakhir yang mengombinasikan horizontal drilling berkepanjangan dengan multi-stage hydraulic fracturing. Berbeda dari migas konvensional yang mengalir secara alami melalui pori-pori batuan permeabel, MNK memerlukan rekayasa rekahan buatan agar hidrokarbon dapat mengalir ke permukaan secara optimal.

Pemerintah bersama SKK Migas terus mendorong percepatan proyek ini guna mendukung pencapaian target nasional pada 2030, yakni:

  • Pencapaian target produksi minyak bumi nasional sebesar 1 juta barel per hari (BOPD).
  • Penyaluran gas bumi mencapai 12 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).
  • Penyerapan tenaga kerja lokal berketerampilan tinggi di sektor rekayasa bawah permukaan.
  • Transfer teknologi eksplorasi shale oil global ke dalam ekosistem industri migas dalam negeri.

Dengan integrasi infrastruktur eksisting di Blok Rokan dan komitmen investasi berkelanjutan, proyek MNK Rokan diharapkan mampu memperpanjang masa kejayaan Cekungan Sumatra Tengah sebagai tulang punggung produksi energi nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User