Perkembangan Infrastruktur Digital Indonesia Terus Dipercepat pada 2025

JAKARTA — Perkembangan infrastruktur digital di Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan sepanjang tahun 2024 dan awal 2025, dengan capaian akses 4G di lebih dari 90% desa dan kelurahan di seluruh nu

Jul 23, 2026 - 06:02
0 0
Perkembangan Infrastruktur Digital Indonesia Terus Dipercepat pada 2025

JAKARTA — Perkembangan infrastruktur digital di Indonesia menunjukkan kemajuan signifikan sepanjang tahun 2024 dan awal 2025, dengan capaian akses 4G di lebih dari 90% desa dan kelurahan di seluruh nusantara. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan perluasan jaringan serat optik dan penyelesaian program Palapa Ring untuk mendukung transformasi digital nasional, seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan konektivitas internet yang stabil dan cepat.

Capaian Program Palapa Ring dan Perluasan Jaringan

Program Palapa Ring yang telah selesai pada 2023 menjadi tulang punggung infrastruktur digital Indonesia, menghubungkan lebih dari 500 kota dan kabupaten di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di daerah terpencil dan perbatasan. Hingga kuartal pertama 2025, Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat bahwa sekitar 94% desa sudah terlayani jaringan 4G, naik dari 88% pada akhir 2023. Pemerintah juga tengah mengakselerasi pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G di 3.000 desa yang masih blankspot, dengan target tuntas pada akhir 2025. Selain itu, uji coba jaringan 5G komersial telah diperluas ke 10 kota besar, termasuk Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar, dengan dukungan investasi dari operator telekomunikasi senilai lebih dari Rp 30 triliun sepanjang 2024.

Dampak terhadap Ekonomi Digital dan Masyarakat

Percepatan infrastruktur digital berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang menurut laporan Google, Temasek, dan Bain & Company pada 2024 mencapai nilai Gross Merchandise Value (GMV) sebesar 90 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 1.400 triliun. Sektor e-commerce, transportasi dan makanan online, serta media digital menjadi kontributor utama. Masyarakat di daerah terpencil kini dapat mengakses layanan pendidikan jarak jauh, telemedicine, dan layanan keuangan digital. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2024, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 221 juta jiwa, atau sekitar 79% dari total populasi, meningkat 5% dibanding tahun sebelumnya. Namun, tantangan masih ada, terutama di kawasan timur Indonesia seperti Papua dan Maluku, di mana geografis yang sulit memerlukan solusi inovatif seperti satelit Low Earth Orbit (LEO) yang mulai diujicobakan oleh beberapa operator.

Langkah Pemerintah ke Depan

Pemerintah telah menetapkan target ambisius dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, yaitu mencapai 100% desa terakses internet broadband, termasuk 5G di kawasan perkotaan dan pusat ekonomi. Anggaran untuk infrastruktur digital pada 2025 dialokasikan sebesar Rp 25 triliun, naik dari Rp 20 triliun pada tahun sebelumnya. Menteri Komunikasi dan Digital, dalam pernyataannya pada Februari 2025, menegaskan komitmen untuk mempercepat digitalisasi birokrasi, layanan publik, dan sektor industri. Ia juga menyebutkan bahwa kolaborasi dengan swasta dan lembaga internasional akan terus diperkuat untuk memastikan pemerataan akses. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Indonesia dapat menjadi salah satu kekuatan digital utama di Asia Tenggara pada tahun 2030.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa infrastruktur digital bukan lagi sekadar fasilitas, melainkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pemantauan dan evaluasi secara berkala menjadi kunci untuk memastikan setiap investasi memberikan dampak nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User