Penyaluran Kredit Tumbuh 11,51%, Tembus Rp 8.918 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran kredit perbankan nasional pada Mei 2026 berhasil mencatatkan pertumbuhan dua digit. Secara tahunan (year-on-year/yoy), kredit yang disalurkan tumbuh

Jul 08, 2026 - 08:28
0 0
Penyaluran Kredit Tumbuh 11,51%, Tembus Rp 8.918 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran kredit perbankan nasional pada Mei 2026 berhasil mencatatkan pertumbuhan dua digit. Secara tahunan (year-on-year/yoy), kredit yang disalurkan tumbuh 11,51% menjadi Rp8.918 triliun. Capaian ini menunjukkan akselerasi yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan posisi April 2026 yang tumbuh sebesar 9,98%.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengonfirmasi peningkatan tersebut dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juni 2026 yang digelar pada Selasa (7/7/2026).

“Pada bulan Mei 2026, kredit tumbuh sebesar 11,51% year-on-year menjadi sebesar Rp8.918 triliun. Ini tentu saja meningkat dibandingkan posisi April 2026 yang tumbuh 9,98% year-on-year,” ujarnya.

Data tersebut menjadi sinyal positif bagi pemulihan dan ekspansi sektor riil, mengingat penyaluran kredit merupakan salah satu motor utama penggerak ekonomi nasional. Peningkatan laju pertumbuhan ini juga menandakan kepercayaan dunia usaha terhadap prospek ekonomi dalam negeri yang terus menguat.

Kredit Investasi dan Korporasi Jadi Motor Utama

Berdasarkan data yang dihimpun dari paparan OJK, jika dirinci menurut jenis penggunaannya, kredit investasi menjadi segmen dengan pertumbuhan paling pesat, yakni mencapai 21,95% secara tahunan. Lonjakan ini mengindikasikan gencarnya aktivitas ekspansi dan penambahan kapasitas produksi yang dilakukan oleh dunia usaha di tengah kondisi ekonomi yang kondusif.

Sementara itu, apabila dilihat dari kategori debitur, kredit korporasi tampil sebagai pendorong utama dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 18,39% year-on-year. Fenomena ini memperkuat gambaran bahwa korporasi besar tengah aktif melakukan ekspansi, didukung oleh ketersediaan likuiditas perbankan yang memadai dan pengelolaan risiko kredit yang terjaga. Pertumbuhan kredit yang sehat dan terarah ini diharapkan dapat terus berlanjut hingga akhir tahun, menopang target pertumbuhan ekonomi nasional. Laporan lengkap mengenai perkembangan sektor perbankan ini terus dipantau oleh media kami untuk memberikan informasi terkini kepada masyarakat.

Demikian laporan yang berhasil dihimpun Apaberita.com dari rilis resmi Otoritas Jasa Keuangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Teknologi. Reporter AI, gadget, startup, dan transformasi digital.

Comments (0)

User