Sep 20, 2026
Hukum

Pemprov Jabar Kucurkan Uang Kadeudeuh untuk Relawan Kebakaran Gede Pangrango

APABERITA.COM, CIANJUR — Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi menyalurkan dana apresiasi berupa uang lelah atau kadeudeuh kepada sedikitnya 486 warg

Pemprov Jabar Kucurkan Uang Kadeudeuh untuk Relawan Kebakaran Gede Pangrango

APABERITA.COM, CIANJUR — Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi menyalurkan dana apresiasi berupa uang lelah atau kadeudeuh kepada sedikitnya 486 warga dan relawan yang berjuang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Gede Pangrango. Langkah ini menjadi wujud penghormatan nyata atas pengorbanan serta aksi tanggap darurat yang ditunjukkan oleh tim gabungan selama sepekan penuh penanganan musibah tersebut.

Penyerahan apresiasi secara simbolis tersebut digelar di Camp Pangsalatan Cibodas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Acara dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama jajaran instansi terkait serta perwakilan kelompok relawan peduli lingkungan.

Bantuan Langsung Dicairkan Melalui Bank BJB

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa besaran uang kadeudeuh yang dialokasikan bagi para garda terdepan penjinak api ini disesuaikan dengan tingkat partisipasi dan durasi masa keterlibatan selama operasi pemadaman berlangsung.

Berdasarkan skema penanganan bencana karhutla, pemerintah provinsi menetapkan nominal bantuan maksimal sebesar Rp600 ribu per orang untuk batas keterlibatan hingga 10 hari kerja. Guna memastikan transparansi dan keakuratan penyaluran, seluruh dana tersebut dikirimkan secara non-tunai melalui rekening Bank BJB milik para relawan yang telah terverifikasi.

"Hari ini saya bertemu masyarakat dan volunteer Gunung Gede Pangrango untuk memberikan bantuan kadeudeuh usai penanganan kebakaran hutan. Bantuan diberikan untuk masa keterlibatan maksimal 10 hari. Dana tersebut akan ditransfer melalui Bank BJB kepada relawan yang telah terdaftar," ujar Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan di lokasi kegiatan.

Penyaluran dana non-tunai ini diharapkan dapat langsung dimanfaatkan oleh para penjinak api untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun pemulihan fisik setelah berhari-hari bertarung menembus medan terjal dan kepulan asap tebal di lereng pegunungan.

Apresiasi dari Pejuang Lingkungan dan Sukarelawan

Respon positif dan apresiasi tinggi mengalir dari jajaran pejuang lingkungan yang bertugas di lapangan. Ketua Sukarelawan Indonesia Pembela Alam (RIMBA), Eko Wiwid, mengemukakan rasa terima kasihnya atas perhatian serta kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran pimpinan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurut Wiwid, kehadiran sosok pimpinan daerah secara langsung di lokasi aksi lapangan menjadi suntikan moral yang sangat berarti bagi para relawan yang telah mempertaruhkan keselamatan jiwa demi menyelamatkan paru-paru hijau Jawa Barat.

"Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian kadeudeuh, kanyaah dari pimpinan Provinsi Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi yang datang langsung bertemu masyarakat dan volunteer yang bersama-sama berjibaku memadamkan api," kata Wiwid.

Ia menekankan bahwa perjuangan memadamkan kobaran api di Gunung Gede Pangrango didasari oleh rasa tanggung jawab kolektif. Menjaga kawasan konservasi alam ini bukan lagi urusan klaim pihak tertentu, melainkan komitmen kemanusiaan demi menjaga keberlanjutan ekosistem dan keseimbangan alam bagi generasi mendatang.

Penguatan Sinergi Penanganan Bencana Hutan

Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu benteng keanekaragaman hayati vital di Provinsi Jawa Barat. Ancaman kebakaran hutan yang melahap sebagian vegetasi pegunungan tidak hanya merusak flora dan fauna langka, tetapi juga mengancam pasokan air serta stabilitas tanah di kawasan hilir.

Melalui pemberian uang kadeudeuh ini, Pemprov Jawa Barat berkomitmen untuk terus memperkuat sinergitas antara pemerintah, aparat pertahanan, serta komunitas masyarakat lokal. Pelibatan warga sekitar kawasan hutan terbukti menjadi kunci utama dalam upaya percepatan deteksi dini dan penanganan awal saat titik api pertama kali terpantau.

Ke depan, pemerintah provinsi merencanakan penguatan sistem mitigasi bencana berbasis masyarakat, penyediaan perlengkapan pemadam karhutla yang memadai, serta pelatihan berkala bagi sukarelawan kawasan konservasi guna mengantisipasi potensi risiko kebakaran di musim kemarau mendatang.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memberikan apresiasi uang lelah hingga Rp600 ribu per orang bagi 486 relawan dan warga yang terlibat memadamkan api di Gunung Gede Pangrango. Penyaluran dilakukan secara non-tunai melalui Bank BJB. Baca selengkapnya hanya di Apaberita.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User