Oct 11, 2026
Politik

Pemprov DKI Beberkan Langkah Cegah Kebakaran Usai 8 Insiden

JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya dalam menanggulangi maraknya insiden kebakaran yang terjadi di wilayah ibu kota. Dalam kurun waktu dua hari, tercatat delapan peristi...

Pemprov DKI Beberkan Langkah Cegah Kebakaran Usai 8 Insiden

JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya dalam menanggulangi maraknya insiden kebakaran yang terjadi di wilayah ibu kota. Dalam kurun waktu dua hari, tercatat delapan peristiwa kebakaran melanda sejumlah titik, mendorong jajaran pemprov untuk mempercepat langkah preventif guna mengantisipasi kejadian serupa.

Kepala Staf Khusus Gubernur Jakarta, Chico Hakim, menyatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah faktor penyebab utama, mulai dari kelalaian penggunaan alat listrik hingga minimnya kesadaran masyarakat terhadap protokol keselamatan. "Kami menegaskan bahwa pencegahan menjadi prioritas utama, bukan sekadar penanganan pascainsiden," ujar Chico dalam keterangan resmi di Balai Kota, Jakarta Pusat.

Edukasi dan Sosialisasi Jadi Fokus Utama

Pemprov DKI menetapkan edukasi masyarakat sebagai pilar pertama dalam strategi pencegahan. Program sosialisasi akan digalakkan hingga tingkat kelurahan dan RT/RW, mencakup tata cara penggunaan peralatan listrik yang aman, penanganan awal kebocoran gas, serta prosedur evakuasi darurat.

"Kami menyatakan bahwa edukasi tidak boleh berhenti di tingkat kecamatan. Harus sampai ke rumah tangga, karena sebagian besar kebakaran bermula dari lingkup domestik," tegas Chico. Ia menambahkan bahwa Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI akan menggandeng aparat kelurahan untuk menyusun jadwal pelatihan berkala.

Pengadaan dan Pemeriksaan Alat Pemadam

Langkah kedua yang disahkan dalam rapat koordinasi adalah pengadaan serta pemeriksaan berkala alat pemadam api ringan (APAR) di gedung-gedung publik, kawasan permukiman padat, dan pasar tradisional. Pemprov menargetkan pemasangan APAR di setiap fasilitas umum yang belum memenuhi standar keselamatan berdasarkan UU Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

Selain itu, Gulkarmat akan meningkatkan inspeksi terhadap sistem proteksi kebakaran, seperti hidran, alarm, dan jalur evakuasi, khususnya di bangunan bertingkat. "Keputusan ini menindaklanjuti hasil evaluasi delapan insiden dalam dua hari terakhir. Kami tidak ingin ada kelalaian yang berulang," papar Chico.

Sinergi Antarfraksi dan Instansi

Pemprov juga menyiapkan Rapat Koordinasi lanjutan yang melibatkan Dinas Gulkarmat, Dinas Cipta Karya, Satpol PP, serta pengelola gedung dan perwakilan warga. Dalam pleno tersebut, akan dibahas pemetaan kawasan rawan kebakaran, penguatan pos pemadam di titik strategis, serta mekanisme pelaporan cepat melalui layanan darurat 112.

Chico menegaskan bahwa pencegahan kebakaran memerlukan kolaborasi lintas sektor. "Berdasarkan data, sebagian besar kebakaran dapat dicegah jika deteksi dini dan respons cepat berjalan baik. Karena itu, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak menunda perbaikan fasilitas keselamatan," tuturnya.

Pemprov DKI menargetkan penurunan signifikan jumlah insiden kebakaran pada semester mendatang melalui kombinasi edukasi, penegakan regulasi, dan penyediaan sarana proteksi yang memadai. Masyarakat diimbau aktif melaporkan potensi bahaya serta memeriksa instalasi listrik dan gas secara rutin guna mencegah terjadinya korban jiwa maupun kerugian material.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User