Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) terus menggenjot upaya penghijauan di wilayah perkotaan. Langkah konkret tersebut diwujudkan dengan melaksanakan aksi penanaman 10 pohon tabebuya merah muda (pink) di kawasan Taman Casuarina, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Inisiatif ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperbanyak luasan ruang terbuka hijau sekaligus mempercantik estetika lingkungan.
Penanaman pohon dengan nama latin Handroanthus chrysotrichus varian bunga pink tersebut dipilih karena memiliki daya tahan yang baik terhadap cuaca tropis serta mampu menyerap polutan udara dengan efektif. Kawasan Taman Casuarina yang sering dimanfaatkan warga untuk berolahraga dan rekreasi keluarga dinilai menjadi lokasi strategis untuk revitalisasi vegetasi peneduh.
Komitmen Perluas Ruang Terbuka Hijau
Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan menegaskan bahwa kegiatan penghijauan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari agenda rutin penataan kawasan hijau di seluruh kecamatan di Jakarta Selatan. Kehadiran tabebuya diproyeksikan akan memberikan nuansa asri layaknya bunga sakura saat musim mekar tiba.
"Kami berupaya mempercantik taman kota sekaligus meningkatkan kualitas udara di Jakarta Selatan. Penanaman pohon tabebuya pink di Taman Casuarina ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pengunjung serta menambah tutupan kanopi hijau di wilayah perkotaan," ujar perwakilan Sudin Tamhut Jaksel dalam keterangannya.
Kronologi dan Langkah Penanaman di Lapangan
Proses penanaman pohon dilakukan secara terstruktur oleh puluhan petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Sudin Tamhut Jaksel. Berikut adalah tahapan pelaksanaan kegiatan penghijauan di lokasi:
- Survei dan Pemetaan Titik Tanam: Petugas melakukan evaluasi kontur tanah dan jarak antarpohon di Taman Casuarina guna memastikan ruang tumbuh akar dan tajuk pohon optimal.
- Penggalian Lubang Tanam: Sebanyak 10 lubang tanam disiapkan dengan kedalaman dan lebar standar sekitar 80 sentimeter, kemudian diberi pupuk kompos sebagai nutrisi dasar.
- Distribusi dan Penanaman Bibit: Pohon tabebuya berukuran tinggi rata-rata 2,5 hingga 3 meter dimasukkan ke lubang tanam secara hati-hati agar perakarannya tidak rusak.
- Pemasangan Penyangga Kayu (Stek): Setiap pohon dipasangi patok kayu pengaman untuk menjaga batang tetap tegak dari terpaan angin kencang selama masa adaptasi awal.
- Penyiraman dan Pemeliharaan Berkala: Petugas menjadwalkan penyiraman rutin dua kali sehari serta pemantauan intensif terhadap kesehatan tanaman.
Dampak Ekologis dan Peningkatan Estetika Lingkungan
Keberadaan pohon tabebuya di taman publik memiliki multifungsi. Secara ekologis, tajuk daun yang rimbun berfungsi sebagai produsen oksigen alami dan penurun suhu mikro di sekitar kawasan Jagakarsa. Secara visual, kelopak bunga tabebuya yang mekar serentak nantinya akan memperindah lanskap kota, menciptakan spot interaksi warga yang ramah keluarga dan nyaman dipandang.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan turut mengimbau masyarakat sekitar dan para pengunjung taman untuk bersama-sama menjaga kelestarian fasilitas publik ini. Perawatan bersama antara instansi pemerintah dan warga menjadi kunci utama agar pohon-pohon yang baru ditanam dapat tumbuh optimal dan mempercantik ibu kota di masa mendatang.
Comments (0)