Pelatih Mesir Kecam Wasit dan FIFA Usai Drama Lawan Argentina

Laga babak 16 besar Piala Dunia U-20 2025 antara Argentina dan Mesir yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (21/7) dini hari

Jul 11, 2026 - 16:14
0 0
Pelatih Mesir Kecam Wasit dan FIFA Usai Drama Lawan Argentina

Laga babak 16 besar Piala Dunia U-20 2025 antara Argentina dan Mesir yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (21/7) dini hari WIB, berakhir dengan penuh kontroversi dan emosi tinggi. Argentina berhasil melaju ke perempat final setelah menang tipis 2-1, namun serangkaian keputusan kontroversial wasit asal Meksiko, Marco Rodriguez, membuat kubu Mesir meradang dan melontarkan protes keras kepada FIFA.

Kronologi Drama Kontroversial di Lapangan

  1. Menit ke-23: Gol pertama Argentina lahir dari situasi yang dinilai offside oleh pemain Mesir. Hakim garis tidak mengangkat bendera, dan bola meluncur ke gawang tanpa koreksi VAR.
  2. Menit ke-67: Penyerang Mesir dijatuhkan di kotak penalti, namun wasit menolak memberikan tendangan penalti meski tayangan ulang menunjukkan kontak cukup jelas. Pemain Mesir melakukan protes massal hingga wasit mengeluarkan dua kartu kuning.
  3. Menit ke-82: Argentina mendapat hadiah penalti setelah seorang pemain Mesir diduga handsball. Eksekusi berhasil untuk membuat skor 2-1. Kubu Mesir kembali protes karena tangan korban dalam posisi rapat di badan.
  4. Menit ke-90+5: Gol penyama kedudukan Mesir dianulir dengan alasan pelanggaran terhadap kiper yang kontroversial. Keputusan ini memancing kemarahan bench Mesir.

Setelah peluit akhir, situasi memanas. Sejumlah pemain Mesir terlibat adu mulut dengan ofisial pertandingan. Staf pelatih harus turun tangan untuk meredam emosi. Official FIFA menggiring wasit keluar dengan pengawalan ketat.

Pelatih Mesir Lontarkan Kecaman Pedas

"Ini bukan pertandingan yang adil. Saya tidak bisa menerima keputusan-keputusan yang merugikan tim saya secara sistematis. FIFA harus segera meninjau ulang kualitas wasit dan penerapan VAR. Kami merasa dicurangi," ujar pelatih Mesir, Wael Gomaa, dalam konferensi pers pasca pertandingan dengan nada tinggi.

Gomaa juga menyebut bahwa timnya telah menyampaikan protes resmi ke Komite Wasit FIFA dan meminta investigasi transparan. "Kami tidak akan tinggal diam," tegasnya. Sementara itu, pelatih Argentina, Javier Mascherano, menilai kemenangan timnya layak dan menolak berkomentar soal kontroversi.

Reaksi Publik dan Potensi Sanksi

Di media sosial, tagar #JusticeForEgypt menggema. Banyak warganet mengunggah potongan video kontroversi dan menyerukan reformasi perwasitan. Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) juga menyatakan akan mengirim surat resmi ke FIFA. Jika protes diterima, bukan tidak mungkin FIFA akan menjatuhkan sanksi kepada wasit atau mengevaluasi protokol VAR di turnamen ini.

Piala Dunia U-20 2025 menjadi sorotan setelah insiden ini, mengingat ini bukan pertama kalinya kontroversi wasit terjadi di turnamen yang sama. Pengamat sepak bola mendesak FIFA untuk memperkenalkan teknologi semi-otomatis offside dan komunikasi langsung wasit ke penonton seperti di Piala Dunia senior.

[SOCIAL_TWEET]: Pelatih Mesir Wael Gomaa kecam keras wasit dan FIFA setelah kekalahan dramatis dari Argentina di 16 besar Piala Dunia U-20. Sebut timnya dicurangi! #Argentina #Mesir #FIFA #KontroversiWasit[SOCIAL_TG]: 🔥 Panas! Pelatih Mesir murka, sebut wasit dan FIFA tak adil di laga kontra Argentina. Protes resmi sudah dilayangkan. Simak selengkapnya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User