Pegawai Bea Cukai Tewas Saat Kapal Terbalik di Perairan Siak

Dini hari di perairan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, Riau, berubah menjadi tragedi pada Senin (7/7/2026). Sebuah kapal pompong yang membawa tim pengawas ti

Jul 08, 2026 - 15:33
0 0
Pegawai Bea Cukai Tewas Saat Kapal Terbalik di Perairan Siak

Dini hari di perairan Tanjung Buton, Kabupaten Siak, Riau, berubah menjadi tragedi pada Senin (7/7/2026). Sebuah kapal pompong yang membawa tim pengawas tiba-tiba terbalik dan tenggelam di tengah laut. Dari insiden itu, seorang pegawai Bea Cukai Pekanbaru, Aditya Waskita Jauhari, dinyatakan meninggal dunia saat menjalankan tugas negara. Kejadian ini mengguncang institusi kepabeanan dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Kronologi Pengawasan Ekspor yang Berujung Petaka

Tragedi berawal dari proses pengawasan kepabeanan terhadap komoditas ekspor Palm Kernel Shell in Bulk (cangkang kelapa sawit curah) yang diajukan oleh eksportir. Tim gabungan yang terdiri dari pegawai Bea Cukai dan pihak terkait bertolak ke lokasi sandar kapal MV Himala V.195, yang sedang menjalani pemeriksaan fisik muatan tahap akhir—dikenal sebagai final draft. Pemeriksaan ini merupakan prosedur rutin untuk memastikan volume dan kesesuaian muatan sebelum kapal bertolak ke negara tujuan.

Sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, tim melakukan pengukuran akhir di atas kapal pompong. Arus yang tak terduga kuatnya menghantam lambung kapal kecil tersebut. Hanya dalam hitungan detik, keseimbangan kapal hilang. Kapal oleng, lalu terbalik sepenuhnya dan menelan para penumpang ke dalam gelombang. Seluruh awak dan petugas tercebur ke laut.

Detik-Detik Penyelamatan dan Kehilangan

Upaya penyelamatan segera dilakukan oleh rekan-rekan satu tim dan awak kapal MV Himala V.195 yang berada di dekat lokasi. Sebagian besar penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Namun, Aditya Waskita Jauhari tidak tertolong. Setelah dilakukan pencarian, jasadnya ditemukan dan segera dievakuasi ke daratan. Pihak keluarga yang menanti di rumah hanya bisa menerima kabar duka itu dengan isak tangis.

“Seluruh jajaran Bea Cukai Pekanbaru dan Riau berduka. Aditya adalah sosok pekerja keras, berintegritas, dan selalu bersemangat dalam menjalankan pengawasan. Ia gugur sebagai pahlawan pelayanan ekspor,” ucap perwakilan Kantor Bea Cukai Pekanbaru dalam pernyataan resminya. “Insiden ini menjadi pukulan berat bagi kami. Proses investigasi internal sedang berjalan untuk memastikan standar keselamatan di lapangan.”

Sosok Aditya Waskita Jauhari

Aditya dikenal sebagai pegawai yang bersahaja dan berdedikasi tinggi di lingkungan Bea Cukai Pekanbaru. Ia kerap ditugaskan pada misi pengawasan lapangan, termasuk pemeriksaan fisik barang ekspor di atas kapal. Kehadirannya di MV Himala V.195 adalah bagian dari tanggung jawabnya memastikan penerimaan negara dari sektor ekspor berjalan akuntabel. Kepergiannya yang mendadak meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan sejawat dan keluarga muda yang ditinggalkannya.

Fakta kunci: Insiden ini terjadi pada pukul 03.00 WIB, 7 Juli 2026, di perairan Tanjung Buton, kapal pompong terbalik karena arus kuat. Korban jiwa merupakan pegawai Bea Cukai Pekanbaru yang sedang menjalankan tugas pemeriksaan final draft ekspor Palm Kernel Shell.

Respons Instansi dan Langkah Selanjutnya

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) langsung mengerahkan tim untuk pendampingan keluarga korban. Sementara itu, proses pelayanan ekspor di MV Himala V.195 dihentikan sementara hingga investigasi selesai. Kasus ini menjadi sorotan terkait standar operasional prosedur (SOP) pengawasan di laut, terutama pengamanan personel saat pemeriksaan dini hari dengan kondisi perairan yang dinamis.

Kecelakaan kerja di sektor kepabeanan maritim bukan kali pertama terjadi, namun selalu memicu evaluasi ulang perlengkapan keselamatan. Ke depan, DJBC berjanji akan memperketat penggunaan life jacket dan alat komunikasi darurat bagi setiap personel yang bertugas di atas kapal kecil. Semangat pengabdian Aditya akan dikenang sebagai pengingat bahwa di balik setiap ton ekspor yang tercatat, ada nyawa penjaga perbatasan yang siap berkorban.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User