Jakarta — Dolar AS Tembus Rp18.005, Rupiah Melemah
Jakarta — Nilai tukar rupiah kembali tertekan oleh dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (8/7/2026), menembus level psikologis Rp18.000. Berdasa
Jakarta — Nilai tukar rupiah kembali tertekan oleh dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (8/7/2026), menembus level psikologis Rp18.000. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Paman Sam menguat 0,14% ke posisi Rp18.005 per dolar AS pada pukul 11.32 WIB, melanjutkan tren penguatan sejak sesi pembukaan.
Pagi tadi, sekitar pukul 09.00 WIB, dolar AS sudah bergerak menguat 0,06% ke level Rp17.990. Angka tersebut berada di atas penutupan perdagangan kemarin, Selasa (7/7/2026), yang tercatat di level Rp17.995 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah pun konsisten sepanjang sesi pagi hingga menembus batas Rp18.000 menjelang siang.
Kronologi Pergerakan Harian
Pergerakan dolar AS terhadap rupiah sepanjang hari ini menunjukkan pola apresiasi bertahap. Berikut rangkuman kronologisnya:
- Pembukaan (09.00 WIB): Dolar menguat tipis ke Rp17.990, naik 0,06% dari penutupan sebelumnya.
- Pukul 11.32 WIB: Dolar menembus level Rp18.005, mencatat penguatan harian 0,14%.
- Penutupan kemarin (7/7): Rupiah ditutup di level Rp17.995 per dolar AS.
Angka ini menunjukkan bahwa dalam waktu kurang dari tiga jam perdagangan, rupiah kehilangan 10 poin terhadap dolar AS, dari Rp17.995 ke Rp18.005.
Sentimen Global Dorong Penguatan Dolar
Tekanan terhadap rupiah kali ini tidak terlepas dari sentimen global. Data ekonomi AS yang dirilis semalam menunjukkan pasar tenaga kerja yang tetap solid, meningkatkan ekspektasi bahwa bank sentral AS (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Ekspektasi tersebut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang pada gilirannya memperkuat dolar terhadap hampir seluruh mata uang utama dan negara berkembang.
“Penguatan dolar hari ini lebih didorong oleh sentimen risk-off di pasar global pasca data tenaga kerja AS. Pelaku pasar mengantisipasi kebijakan moneter yang masih ketat, sehingga aset berdenominasi dolar menjadi lebih menarik,” ujar seorang analis pasar uang di Jakarta.
Tekanan Meluas ke Mata Uang Asia
Pelemahan rupiah bukanlah kasus yang terisolasi. Sejumlah mata uang Asia lainnya juga mencatatkan depresiasi terhadap dolar pada sesi perdagangan yang sama. Yen Jepang melemah 0,2%, sementara yuan Tiongkok turun 0,1% terhadap dolar AS. Mata uang Asia Tenggara lainnya, seperti ringgit Malaysia dan baht Thailand, juga menunjukkan pergerakan serupa. Hal ini menandakan bahwa sentimen penguatan dolar bersifat broad-based dan tidak spesifik hanya terhadap rupiah.
Dampak Terhadap Perekonomian Domestik
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS memberikan dampak ganda bagi perekonomian Indonesia. Di satu sisi, biaya impor barang—terutama bahan baku, barang modal, dan energi—akan meningkat, yang berpotensi mendorong inflasi dari sisi pasokan. Di sisi lain, eksportir akan menikmati keuntungan lebih besar ketika mengonversi pendapatan dolar mereka ke rupiah. Sektor komoditas dan manufaktur berorientasi ekspor diperkirakan menjadi pihak yang paling diuntungkan dari kondisi ini.
Bank Indonesia (BI) sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pergerakan kurs hari ini. Namun, dalam beberapa kesempatan sebelumnya, BI menyatakan siap melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya. Pelaku pasar akan mencermati apakah bank sentral akan masuk ke pasar dalam beberapa hari ke depan untuk menahan laju pelemahan lebih lanjut.
Comments (0)