Pedro Neto — Deformitas Haglund Penyebab Sepatu Bolong di Piala Dunia 2026

Jakarta – Penampilan Pedro Neto, pemain sayap andalan Timnas Portugal, pada laga fase grup Piala Dunia 2026 menuai perhatian ganda dari publik. Selain akse

Jul 09, 2026 - 13:47
0 0
Pedro Neto — Deformitas Haglund Penyebab Sepatu Bolong di Piala Dunia 2026

Jakarta – Penampilan Pedro Neto, pemain sayap andalan Timnas Portugal, pada laga fase grup Piala Dunia 2026 menuai perhatian ganda dari publik. Selain akselerasi dan umpan silangnya yang tajam, satu detail ganjil pada perlengkapannya menjadi perbincangan hangat di media sosial: sepasang sepatu bola dengan lubang menganga di bagian tumit. Fenomena “sepatu bolong” ini bukanlah aksesori mode atau kerusakan, melainkan solusi personal Neto untuk mengakali Haglund deformity—kelainan tulang yang ia derita.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, pada Selasa (16/6/2026), kamera lapangan menangkap jelas potongan melingkar pada bagian belakang sepatu Neto. Potongan itu memperlihatkan kaus kaki putih pemain Chelsea tersebut. Rasa penasaran penonton langsung meledak di berbagai platform, memicu spekulasi mulai dari inovasi aerodinamika hingga sekadar takhayul pribadi.

Penjelasan Medis: Apa Itu Deformitas Haglund?

Mengutip laporan Footy Headline, Neto diketahui mengalami Haglund deformity, yaitu pertumbuhan tulang abnormal pada bagian belakang tulang tumit (calcaneus) tepat di area insersi tendon Achilles. Benjolan tulang ini menonjol dan kerap bergesekan langsung dengan bagian dalam sepatu, terutama saat kaki dalam posisi plantar fleksi—gerakan yang sangat dominan dalam sepak bola.

“Lubang pada sepatu bertujuan untuk mengurangi tekanan dan rasa sakit akibat gesekan langsung antara benjolan tulang dengan material sepatu,” tulis sumber medis yang dikutip Footy Headline.

Data menunjukkan bahwa kondisi ini dialami oleh sekitar 2–5% populasi, dengan prevalensi lebih tinggi pada atlet yang melakukan gerakan eksplosif berulang. Tekanan intens pada tumit saat berlari, menendang, dan berhenti mendadak hanya memperparah iritasi. Tanpa modifikasi seperti yang dilakukan Neto, penderita berisiko mengalami bursitis retrocalcaneal—radang bursa di antara tendon dan tulang—yang dapat memaksa pemain absen hingga 4–6 pekan.

Kronologi dan Tindakan Neto

Berdasarkan penelusuran, lubang di sepatu Neto pertama kali terlihat dalam sesi latihan terbuka Portugal tiga hari sebelum laga pembuka. Neto maupun staf medis federasi tidak memberikan pernyataan resmi, namun seorang sumber internal mengonfirmasi bahwa modifikasi ini telah dilakukan sejak ia bergabung dengan klub Premier League pada musim 2025/2026. Pihak sponsor apparel, yang tidak disebutkan namanya, disebut telah menyetujui penyesuaian khusus ini.

Berikut poin penting terkait kasus ini:

  • Pemain: Pedro Neto, 26 tahun, posisi sayap kanan/kiri.
  • Pertandingan: Portugal vs. lawan (fase grup), Piala Dunia 2026, Stadion MetLife, 16 Juni 2026.
  • Kondisi Medis: Haglund deformity, benjolan tulang pada calcaneus.
  • Modifikasi: Lubang melingkar berdiameter sekitar 3 cm di kedua sepatu bagian tumit.
  • Tujuan: Mengeliminasi titik tekan langsung, mencegah peradangan dan nyeri kronis.

Respons Publik dan Pakar

Fenomena ini memicu diskusi di kalangan podiatri olahraga. Dr. Andi Kurniawan, spesialis kaki dan pergelangan kaki dari RS Premier Jakarta, menjelaskan bahwa tindakan serupa cukup lazim di dunia atletik, namun jarang terekspos di panggung sebesar Piala Dunia. “Modifikasi sepatu secara custom adalah praktik standar untuk mengakomodasi deformitas struktural. Neto hanya lebih terlihat karena ia tidak menutupinya,” ujarnya saat dihubungi terpisah.

Dari segi performa, Neto menunjukkan performa impresif. Ia mencatatkan 3 dribel sukses, 2 umpan kunci, dan 1 assist pada laga tersebut, menandakan bahwa adaptasi sepatu tidak mengurangi agresivitasnya. Portugal pun mengakhiri pertandingan dengan kemenangan meyakinkan.

Kasus Neto mengingatkan publik bahwa di balik performa elite para pemain, terdapat pertempuran senyap melawan keterbatasan fisik yang membutuhkan solusi cerdas dan personal. Sepatu bolongnya bukan kelemahan, melainkan bukti adaptasi atlet modern terhadap tuntutan beban kompetisi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User