Sep 20, 2026
Hukum

PARIS — Ibu Negara Korsel dan Prancis Kunjungi Pameran Seni Hanji

PARIS, Apaberita.com — Ibu Negara Korea Selatan bersama Ibu Negara Prancis, Brigitte Macron, menghadiri pameran seni kertas tradisional Korea, hanji, yang

PARIS — Ibu Negara Korsel dan Prancis Kunjungi Pameran Seni Hanji

PARIS, Apaberita.com — Ibu Negara Korea Selatan bersama Ibu Negara Prancis, Brigitte Macron, menghadiri pameran seni kertas tradisional Korea, hanji, yang digelar di Paris, Prancis. Pertemuan hangat kedua tokoh ini menjadi bagian dari agenda diplomasi kebudayaan untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus memperkenalkan keindahan warisan seni Asia Timur ke panggung Eropa.

Kunjungan ini menyoroti karya-karya seni kontemporer dan instalasi yang memanfaatkan keunikan hanji, kertas tradisional berbahan dasar kulit kayu pohon murbei (*mulberry paper*). Dikenal memiliki daya tahan luar biasa hingga ribuan tahun, kertas ini telah bertransformasi dari sekadar media tulis kuno menjadi medium ekspresi artistik modern yang memikat kurator dan seniman kelas dunia.

Pesona Kertas Tradisional Hanji di Jantung Paris

Di ruang pameran, kedua Ibu Negara tampak mengagumi beragam karya instalasi, patung kertas, dan lukisan yang memadukan teknik tradisional dengan konsep kontemporer. Tekstur serat yang khas dan nuansa alami kertas memberikan kedalaman visual yang memukau para pengunjung di ibu kota mode dunia tersebut.

"Hanji bukan sekadar kertas biasa, melainkan simbol ketekunan dan keharmonisan antara manusia dengan alam. Pertukaran budaya seperti ini membuktikan bahwa seni memiliki bahasa universal yang dapat menyatukan berbagai bangsa," ujar salah satu kurator pameran di sela-sela kunjungan.

Ibu Negara Prancis, Brigitte Macron, menyampaikan apresiasi mendalam atas ketelitian teknik perajin Korea Selatan. Pameran ini sekaligus menegaskan posisi Prancis sebagai pusat seni internasional yang senantiasa terbuka menyambut kekayaan tradisi dari berbagai penjuru dunia.

Diplomasi Budaya Mempererat Hubungan Seoul-Paris

Kolaborasi artistik antara Korea Selatan dan Prancis kian berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Selain pameran seni rupa, kedua negara giat mempromosikan pertukaran di bidang kriya, kuliner, dan musik sebagai instrumen diplomasi publik.

Penggunaan hanji di Eropa sendiri kian meluas, terutama di sektor restorasi arsip kuno dan manuskrip sejarah di museum-museum terkemuka Eropa, termasuk di Prancis. Keunggulan fisik kertas ini menjadikannya pilihan ideal untuk merawat dokumen bersejarah yang rapuh.

Beberapa keunggulan utama hanji yang menjadi sorotan dalam pameran ini meliputi:

  • Daya Tahan Tinggi: Mampu bertahan lebih dari seribu tahun tanpa mengalami kerapuhan parah berkat serat murbei alami.
  • Fleksibilitas Artistik: Mudah dibentuk menjadi beragam karya kriya tiga dimensi maupun kanvas lukis.
  • Ramah Lingkungan: Proses pembuatan tradisional mengandalkan bahan organik dan air alami tanpa pemutih kimia keras.

Menuju Pengakuan Warisan Budaya UNESCO

Kunjungan kedua Ibu Negara ini dinilai memberikan dorongan moral yang kuat bagi upaya Korea Selatan untuk mendaftarkan teknik pembuatan hanji tradisional ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Melalui eksposur internasional di Paris, apresiasi global terhadap seni kriya tradisional Korea diharapkan semakin meningkat secara signifikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User