Sep 16, 2026
Nasional

PANDEGLANG — Basarnas Belum Lakukan Penyelaman Cari Jurnalis Hilang

PANDEGLANG, APABERITA.COM — Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) hingga saat ini belum menerjunkan tim penyelam dalam operasi pencarian

PANDEGLANG — Basarnas Belum Lakukan Penyelaman Cari Jurnalis Hilang

PANDEGLANG, APABERITA.COM — Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) hingga saat ini belum menerjunkan tim penyelam dalam operasi pencarian seorang jurnalis yang dilaporkan hilang di kawasan perairan Kabupaten Pandeglang, Banten. Keputusan tersebut diambil lantaran tim gabungan belum menemukan titik koordinat pasti atau lokasi awal korban dinyatakan hilang di laut.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menegaskan bahwa prosedur penyelaman dalam operasi Search and Rescue (SAR) membutuhkan data analisis kedalaman serta kepastian lokasi awal insiden (datum). Tanpa adanya titik terang mengenai lokasi jatuhnya korban, aksi penyelaman berisiko tinggi dan kurang efektif secara teknis.

Kronologi Laporan dan Kendala Utama di Lapangan

Proses pencarian jurnalis tersebut melibatkan berbagai unsur SAR gabungan sejak laporan resmi diterima oleh kantor SAR setempat. Namun, keterbatasan informasi dari saksi mata serta luasnya area perairan Pandeglang menjadi kendala teknis utama tim di lapangan.

  1. Penerimaan Laporan Awal: Tim SAR menerima kabar hilangnya jurnalis yang tengah melakukan tugas jurnalistik di wilayah pesisir Pandeglang.
  2. Penyisiran Awal Permukaan: Unit siaga langsung mengerahkan perahu karet dan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk menyisir permukaan air di sekitar garis pantai.
  3. Evaluasi Teknis Penyelaman: Setelah melakukan evaluasi bersama tim penyelam profesional, diputuskan bahwa proses penyeleman bawah air ditunda hingga titik koordinat presisi dapat diidentifikasi.

Menurut Rizky, kondisi arus laut pesisir selatan Banten yang terkenal cukup kuat juga menjadi pertimbangan penting dalam menjaga keselamatan para personel penolong di lapangan.

Strategi Penyisiran Permukaan dan Koordinasi Potensi SAR

Meski langkah penyelaman belum direalisasikan, Basarnas memastikan bahwa operasi pencarian tidak berhenti. Fokus utama saat ini dialihkan pada pemantauan visual dan penyisiran permukaan air secara maraton dengan memperluas radius pencarian.

"Penyelaman baru bisa dilaksanakan jika sudah ada titik terang atau indikasi kuat keberadaan korban di dasar air. Untuk saat ini, kami memfokuskan seluruh sumber daya pada penyisiran permukaan laut serta pengumpulan data intelijen di pesisir," ujar Rizky Dwianto saat memberikan keterangannya di Pandeglang.

Pihak Basarnas juga merangkul berbagai elemen masyarakat untuk mempercepat proses identifikasi keberadaan korban, antara lain:

  • Nelayan Lokal: Mengimbau para nelayan yang melaut di perairan Pandeglang agar segera melapor jika menemukan barang atau tanda-tanda keberadaan korban.
  • Polairud dan AL: Berkoordinasi intensif dengan Ditpolairud Polda Banten serta pangkalan TNI Angkatan Laut terdekat untuk pemantauan radar maritim.
  • Relawan Pesisir: Menggerakkan potensi SAR darat untuk menyisir sepanjang garis pantai dan area karang.

Tahapan Operasi SAR Berdasarkan Protokol Keselamatan

Sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pencarian di wilayah perairan, Basarnas memberlakukan rencana operasi yang terbagi dalam beberapa fase. Operasi SAR umumnya berlangsung selama 7 hari kerja sejak laporan diterbitkan, dengan evaluasi harian untuk menentukan apakah lokasi pencarian perlu diperluas atau diubah metode pendekatannya.

Tim gabungan terus meyakinkan pihak keluarga dan insan pers bahwa upaya pencarian dilakukan secara maksimal. Informasi lanjutan akan segera disampaikan secara transparan seiring dengan perkembangan hasil penyisiran penyapu permukaan dan validasi data lapangan dari saksi-saksi terkait.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menyebut aksi penyelaman butuh kepastian datum dan titik koordinat. Saat ini tim fokus pada penyisiran permukaan perairan Pandeglang. Simak berita lengkapnya di Apaberita.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User