Sep 16, 2026
Nasional

Pakar ITS Ungkap Analisis Kondisi Perairan Lokasi Tenggelamnya KM Virgo

SURABAYA — Tragedi musibah maritim yang menimpa Kapal Motor (KM) Virgo di perairan Indonesia kembali memicu perhatian serius dari kalangan akademisi dan pr

Pakar ITS Ungkap Analisis Kondisi Perairan Lokasi Tenggelamnya KM Virgo

SURABAYA — Tragedi musibah maritim yang menimpa Kapal Motor (KM) Virgo di perairan Indonesia kembali memicu perhatian serius dari kalangan akademisi dan praktisi kelautan. Pakar Lingkungan Laut dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr. Eng. Kriyo Sambodho, S.T., memberikan analisis komprehensif mengenai kondisi hidrodinamika serta karakteristik lingkungan perairan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal tersebut.

Berdasarkan kajian awal hidrografi dan meteorologi laut, area tempat terhempasnya KM Virgo memiliki karakteristik dinamika gelombang dan arus bawah laut yang cukup kompleks. Fenomena perairan semacam ini acap kali menjadi tantangan berat bagi ketahanan struktur kapal maupun navigasi pelayaran, terutama saat cuaca ekstrem melanda tanpa kompromi.

Dinamika Arus Laut dan Stabilitas Kapal

Dalam keterangannya, Dr. Eng. Kriyo Sambodho menjelaskan bahwa kawasan perairan tersebut sering kali mengalami pertemuan arus yang berpotensi menghasilkan pergerakan air tidak teratur. Kombinasi antara kedalaman laut, morfologi dasar laut, dan hempasan gelombang permukaan dapat memperburuk kondisi kestabilan kapal yang sedang berlayar.

"Kondisi perairan di lokasi kejadian memiliki dinamika arus bawah laut yang cukup kompleks. Ketika gelombang tinggi berinteraksi dengan dorongan angin lokal yang kuat, pergerakan kapal bisa kehilangan kontrol kestabilannya dengan sangat cepat jika sistem balast atau beban kapal tidak betul-betul seimbang," ungkap Dr. Kriyo Sambodho saat memberikan analisis lingkungan laut.

Beliau menambahkan bahwa faktor bentang alam bawah laut turut memengaruhi bagaimana energi gelombang terdistribusi. Pada titik-titik tertentu, konvergensi arus laut dapat menciptakan pusaran atau hempasan samping yang mendadak, sehingga mampu menenggelamkan armada laut yang tengah mengalami kemudi darurat atau kegagalan mesin.

Potensi Dampak Lingkungan dan Ancaman Ekosistem

Selain fokus pada penyebab hidrodinamis, pakar dari ITS ini juga menyoroti bahaya sekunder yang timbul pasca-tenggelamnya KM Virgo. Bangkai kapal yang berada di dasar laut menyimpan potensi dampak lingkungan jangka pendek maupun panjang jika tidak segera ditangani secara sistematis.

Beberapa dampak kritis perairan yang perlu mendapat perhatian ketat dari pihak otoritas antara lain:

  • Risiko Pencemaran Minyak: Potensi kebocoran bahan bakar minyak (BBM) dari tangki kapal yang dapat meluas dan merusak baku mutu air laut.
  • Sebaran Serpihan Kapal: Puing-puing material kapal yang hanyut terbawa arus permukaan dan berisiko mengganggu alur pelayaran kapal lain di sekitarnya.
  • Kerentanan Ekosistem Bawah Laut: Terumbu karang serta biota laut yang berada di area terdampak berisiko terpapar zat kimia berbahaya atau tertutup material padat.

Dampak ekologis ini dinilai membutuhkan tindakan mitigasi yang cepat, seperti pemasangan oil boom apabila terdeteksi adanya lapisan minyak di permukaan laut, serta pemetaan koordinat pasti lokasi bangkai kapal demi keamanan navigasi laut nasional.

Rekomendasi Evaluasi dan Operasi SAR

Mengingat tantangan arus perairan yang sangat kuat, proses Pencarian dan Pertolongan (SAR) serta evakuasi fisik kapal disarankan memanfaatkan teknologi pemodelan arus laut berbasis komputer. Langkah ini krusial untuk memprediksi arah sebaran korban maupun material kapal yang terbawa arus laut.

"Pendekatan sains dan teknologi pemodelan hidrodinamika sangat mutlak diperlukan oleh tim SAR gabungan. Hal ini penting agar proses pencarian berjalan lebih efektif dan efisien di tengah ketidakpastian cuaca laut," pungkasnya.

Musibah KM Virgo menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan industri maritim untuk terus memperketat pengawasan standar keselamatan pelayaran. Evaluasi menyeluruh terhadap kelaiklautan kapal serta kesiapan menghadapi kondisi cuaca ekstrem di perairan Indonesia harus menjadi prioritas utama demi mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.

Pakar Lingkungan Laut ITS Surabaya membeberkan kondisi hidrodinamika perairan dan tantangan mitigasi lingkungan pasca-tenggelamnya KM Virgo. Simak informasi berita selengkapnya di Apaberita.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User