Pabrikan Motor Listrik Gaib di Indonesia Dikritik: Hari Ini Ada, Bulan Depan Raib

Fenomena merek motor listrik yang muncul dan menghilang secara misterius di Indonesia mendapat sorotan tajam dari pabrikan roda dua asal India. TVS Motor Company menilai praktik semacam itu mencermin

Jul 08, 2026 - 08:41
0 0
Pabrikan Motor Listrik Gaib di Indonesia Dikritik: Hari Ini Ada, Bulan Depan Raib

Fenomena merek motor listrik yang muncul dan menghilang secara misterius di Indonesia mendapat sorotan tajam dari pabrikan roda dua asal India. TVS Motor Company menilai praktik semacam itu mencerminkan ketidakseriusan dalam menggarap industri kendaraan non-emisi, yang dipandang masih relatif baru di Tanah Air.

Product Marketing Lead PT TVS Motor Company Indonesia, Ryan Rahadian, menyampaikan keprihatinannya terhadap sejumlah pabrikan motor listrik yang bersifat "gaib" dan terkesan main-main di pasar. "Hari ini ada, bulan depan tiba-tiba menghilang," ujarnya, mengilustrasikan betapa singkatnya usia kehadiran sejumlah merek motor setrum di Indonesia.

"Banyak pabrikan motor listrik di Indonesia yang sifatnya seperti itu. Mereka muncul sebentar, lalu begitu saja menghilang tanpa jejak yang jelas. Ini menunjukkan bahwa tidak semua pemain di industri ini memiliki komitmen jangka panjang," tegas Ryan dalam keterangannya.

Menurutnya, meskipun industri kendaraan listrik di Indonesia masih dalam tahap pertumbuhan, penggarapannya tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Dibutuhkan keseriusan, investasi berkelanjutan, serta komitmen purna jual yang matang agar konsumen tidak dirugikan.

Kritik ini muncul di tengah ramainya persaingan pasar motor listrik nasional yang diramaikan oleh puluhan merek. Namun, tidak sedikit di antaranya yang hanya bertahan dalam hitungan bulan sebelum akhirnya lenyap dari peredaran. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan konsumen, terutama terkait ketersediaan suku cadang dan layanan servis pasca-pembelian.

TVS sendiri mengklaim memiliki strategi tersendiri sehingga mampu bertahan di Indonesia meski harus bersaing dengan merek-merek mapan asal Jepang dan China. Dukungan jaringan distribusi yang luas serta reputasi global yang telah terbangun menjadi fondasi utama mereka dalam menghadapi dinamika pasar.

Fenomena pabrikan gaib ini dinilai dapat mencoreng citra industri motor listrik secara keseluruhan. Konsumen menjadi lebih skeptis dan ragu untuk beralih ke kendaraan non-emisi, khawatir merek yang dibelinya akan lenyap dalam waktu dekat. Padahal, transisi menuju elektrifikasi membutuhkan kepercayaan publik yang kuat.

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik melalui berbagai insentif dan kebijakan pendukung. Namun, pengawasan terhadap pabrikan yang tidak memiliki rencana bisnis berkelanjutan dinilai masih perlu diperketat untuk melindungi konsumen dan menjaga ekosistem industri secara keseluruhan.

TVS menegaskan bahwa membangun bisnis kendaraan listrik bukan sekadar menjual unit sebanyak-banyaknya dalam waktu singkat, melainkan membangun fondasi jangka panjang yang meliputi layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, serta dukungan teknis yang memadai bagi pengguna. Laporan Apaberita.com akan terus memantau perkembangan industri motor listrik nasional dan dampaknya terhadap konsumen.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Editor politik dan dinamika kekuasaan.

Comments (0)

User