Sep 16, 2026
Hukum

Otoritas Keuangan Korsel Pamerkan Reformasi Pasar Modal di London

LONDON — Kepala Layanan Pengawasan Keuangan Korea Selatan (Financial Supervisory Service/FSS), Lee Bok-hyun, memaparkan secara komprehensif peta jalan refo

Otoritas Keuangan Korsel Pamerkan Reformasi Pasar Modal di London

LONDON — Kepala Layanan Pengawasan Keuangan Korea Selatan (Financial Supervisory Service/FSS), Lee Bok-hyun, memaparkan secara komprehensif peta jalan reformasi pasar modal negaranya di hadapan puluhan manajer investasi global dalam forum investasi yang digelar di London, Inggris.

Langkah diplomasi finansial ini diambil guna mengikis fenomena menahun yang dikenal sebagai "Korea Discount"—kondisi di mana valuasi saham emiten-emiten Korea Selatan diperdagangkan lebih rendah dibandingkan nilai fundamental serta kinerja perusahaan sejenis di tingkat internasional.

Kronologi dan Urutan Agenda Reformasi Finansial

Dalam lawatan resminya di pusat keuangan Eropa tersebut, FSS membeberkan tahapan strategis yang telah dan sedang ditempuh pemerintah Presiden Yoon Suk Yeol demi meningkatkan daya tarik pasar domestik bagi pemodal asing:

  1. Februari 2024: Peluncuran "Corporate Value-up Program" — Pemerintah merilis kerangka panduan voluntary bagi emiten untuk meningkatkan pengembalian modal kepada investor (shareholder returns) serta tata kelola perusahaan (corporate governance).
  2. Mei–Juli 2024: Restrukturisasi Sistem dan Insentif Fiskal — Otoritas pajak menyiapkan pemotongan pajak atas dividen dan keuntungan modal bagi emiten yang aktif menaikkan nilai kapitalisasi pasarnya secara berkesinambungan.
  3. September 2024: Pemutakhiran Regulasi Short-Selling dan Integrasi Global — FSS menyelesaikan arsitektur pengawasan transaksi naked short-selling digital serta mempercepat implementasi pelaporan bahasa Inggris bagi emiten berskala besar.
"Kami tidak hanya fokus pada perbaikan jangka pendek, melainkan berkomitmen membangun ekosistem pasar modal yang transparan, adil, dan ramah bagi pemegang saham publik maupun institusi global," tegas Lee Bok-hyun di hadapan para delegasi perbankan investasi dan pengelola dana global.

Fokus Peningkatan Aksesibilitas bagi Pemodal Global

Otoritas Korsel menyoroti sejumlah deregulasi signifikan yang telah berlaku sejak awal tahun, di antaranya penghapusan kewajiban registrasi identitas khusus bagi investor asing (IRC) yang sebelumnya sempat dinilai menyulitkan aliran dana lintas batas. Kini, lembaga pengelola modal dapat membuka akun perdagangan saham di Seoul dengan menggunakan identifikasi korporasi global yang standar.

Di samping itu, pasar valuta asing domestik telah memperpanjang jam operasional perdagangannya guna menyelaraskan likuiditas dengan pasar London dan New York, sebuah langkah krusial demi memuluskan ambisi Korea Selatan masuk ke dalam indeks pasar negara maju Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pemberantasan Manipulasi dan Penguatan Tata Kelola

Selain memberikan insentif fiskal, Lee menegaskan bahwa FSS akan menindak keras segala bentuk transaksi ilegal dan manipulasi pasar. Sistem pencegahan terintegrasi kini diwajibkan bagi seluruh sekuritas asing dan domestik sebelum larangan transaksi short-selling dicabut sepenuhnya pada akhir Maret 2025.

Dengan restrukturisasi regulasi yang agresif ini, Seoul optimis mampu menarik kembali modal asing jangka panjang dan mendorong bursa Korea Selatan ke jajaran pasar keuangan terdepan di kawasan Asia Pasifik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User