NEW YORK — Petenis putri Elena Rybakina berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan merebut gelar juara turnamen Grand Slam US Open. Bertanding di Arthur Ashe Stadium, New York, Rybakina sukses menundukkan rival utamanya, Aryna Sabalenka, dalam duel sengit tiga set dengan skor akhir 6-4, 5-7, 6-2 pada laga puncak yang berlangsung selama dua jam 21 menit.
Kemenangan ini sekaligus menghentikan dominasi Sabalenka yang mencatatkan penampilan keempatnya secara beruntun di partai final US Open. Hasil tersebut juga mengukuhkan posisi Rybakina sebagai ratu tenis baru dunia, menggusur Sabalenka dari peringkat satu dunia yang telah dikuasainya selama 99 pekan berturut-turut.
Kronologi Pertarungan Tiga Set di Arthur Ashe Stadium
Pertandingan final berlangsung dalam tempo tinggi sejak awal, memperlihatkan duel kekuatan servis dan pukulan baseline dari kedua petenis terbaik dunia:
- Set Pertama (6-4): Rybakina tampil tenang dan langsung menekan pertahanan Sabalenka. Memanfaatkan akurasi servis pertama dan meminimalkan kesalahan sendiri (unforced errors), petenis asal Kazakhstan tersebut sukses mengamankan set pembuka dengan keunggulan 6-4.
- Set Kedua (5-7): Sabalenka memberikan perlawanan gigih demi mempertahankan statusnya. Juara bertahan tersebut meningkatkan intensitas serangan dan berhasil mematahkan servis krusial Rybakina di penghujung set untuk memaksakan rubber set lewat skor 5-7.
- Set Ketiga (6-2): Memasuki set penentuan, Rybakina kembali mendominasi permainan. Tampil disiplin dan agresif, ia mengunci kemenangan telak 6-2 sekaligus memastikan trofi US Open perdana dalam kariernya.
"Sulit menemukan kata-kata sekarang. Sejujurnya, saya tidak menyangka akan seperti ini. Saya sempat mengalami sedikit cedera, tetapi entah bagaimana semuanya berjalan sesuai keinginan saya. Saya datang ke sini selama 10 tahun terakhir dan tidak pernah berhasil. Ini luar biasa," ujar Rybakina dalam seremoni penyerahan trofi, dikutip dari laman resmi WTA.
Catatan Rekor dan Puncak Peringkat Dunia
Kemenangan di New York menempatkan Rybakina dalam buku sejarah tenis modern. Ia tercatat sebagai petenis putri ketiga sejak era 2000 yang sukses mengawinkan gelar Australian Open dan US Open pada tahun yang sama. Prestasi langka ini sebelumnya hanya pernah dicapai oleh Angelique Kerber pada 2016 dan Aryna Sabalenka pada 2024.
Berikut sejumlah data penting dari pencapaian Elena Rybakina:
- Trofi Grand Slam: Mengoleksi gelar Australian Open dan US Open dalam satu musim kompetisi.
- Koleksi Gelar: Meraih trofi ke-3 sepanjang tahun dan gelar ke-14 di level tunggal putri profesional.
- Ranking WTA: Resmi menyandang status petenis nomor satu dunia baru menggeser dominasi 99 pekan Sabalenka.
"Besok pagi akan terasa sangat berbeda ketika bangun dan tahu bahwa saya baru saja memenangi US Open dan mencapai peringkat nomor satu dunia," tambah Rybakina penuh rasa haru.
Membidik Peluang Career Grand Slam
Dengan trofi US Open yang kini telah masuk lemari prestasinya, Rybakina hanya memerlukan satu gelar lagi untuk melengkapi rekor prestisius Career Grand Slam. Target berikutnya tertuju pada turnamen tanah liat Roland Garros (French Open) untuk melengkapi empat gelar turnamen mayor tenis dunia.
Comments (0)