Sep 16, 2026
Nasional

NEW DELHI — Prabowo Tegaskan Politik Bebas Aktif Indonesia Lewat BRICS

Langkah kaki Presiden Prabowo Subianto di panggung diplomasi internasional kembali mencuri perhatian dunia. Di tengah dinamika geopolitik global yang kian

NEW DELHI — Prabowo Tegaskan Politik Bebas Aktif Indonesia Lewat BRICS

Langkah kaki Presiden Prabowo Subianto di panggung diplomasi internasional kembali mencuri perhatian dunia. Di tengah dinamika geopolitik global yang kian terpolarisasi, kehadiran Indonesia dalam konsolidasi dengan blok negara-negara berkembang BRICS menandai babak baru penegasan kedaulatan politik luar negeri Indonesia. Langkah ini bukan sekadar formalitas diplomatik, melainkan strategi terukur untuk memperluas ruang gerak nasional di era multipolar.

Berdiri sejajar dengan para pemimpin dunia dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, hingga Afrika Selatan, Indonesia mengirimkan sinyal kuat bahwa prinsip politik luar negeri bebas aktif tetap menjadi kompas utama. Presiden Prabowo secara konsisten menegaskan bahwa Indonesia memilih untuk menjalin persahabatan dengan semua kekuatan dunia tanpa terikat pada satu pakta militer atau blok politik tertentu.

Menyeimbangkan Poros Kekuatan Global

Langkah diplomasi ini dipandang para pengamat sebagai manifestasi nyata dari doktrin klasik Indonesia yang terus diperbarui. Dalam lanskap global yang diwarnai perang dagang dan ketegangan geopolitik, bergabung atau bermitra erat dengan BRICS memberi Indonesia kekuatan tawar (*bargaining position*) yang jauh lebih solid di hadapan kekuatan-kekuatan tradisional Barat.

"Indonesia tidak sedang memilih pihak dalam kontestasi kekuatan besar. Kehadiran kita di forum BRICS adalah upaya memastikan bahwa suara dan kepentingan ekonomi negara berkembang dapat didengar secara setara di tingkat global," ujar Drs. Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional.

Pendekatan ini selaras dengan prinsip diplomasi Prabowo yang menekankan pentingnya membangun kerja sama ekonomi yang inklusif. Indonesia memosisikan diri sebagai jembatan pembawa perdamaian sekaligus pemanfaat peluang ekonomi tanpa harus mengorbankan hubungan baik dengan kawasan Barat seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Manfaat Ekonomi dan Akses Pasar Global South

Secara ekonomis, aliansi BRICS menawarkan potensi pasar yang sangat masif bagi komoditas dan industri manufaktur Indonesia. Gabungan negara-negara anggota BRICS kini mewakili lebih dari 45 persen populasi dunia dan berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global berbasis Purchasing Power Parity (PPP).

Berikut adalah perbandingan indikator strategis antara blok BRICS dan G7 yang menunjukkan pergeseran gravitasi ekonomi dunia:

Indikator Ekonomi Blok BRICS (Expanded) Blok G7
Pangsa Populasi Dunia ~45% ~10%
Kontribusi PDB Global (PPP) ~36% ~30%
Produksi Minyak Mentah Global ~43% ~20%

Integrasi yang lebih erat dengan BRICS membuka peluang investasi infrastruktur melalui New Development Bank (NDB) serta mempermudah transaksi perdagangan bilateral menggunakan mata uang lokal (*local currency settlement*). Hal ini menjadi langkah antisipatif untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang tunggal dalam sistem keuangan internasional.

Tantangan dan Navigasi Strategis Ke Depan

Kendati menawarkan banyak peluang, partisipasi aktif Indonesia dalam lingkaran BRICS juga menuntut kecermatan navigasi diplomatik. Pemerintah harus memastikan bahwa keterlibatan ini tidak dipandang sebagai pergeseran ideologis ke salah satu kubu anti-Barat. Diplomasi Indonesia dituntut tetap lincah dalam merangkul semua mitra strategis demi kepentingan nasional.

Dengan strategi diplomasi yang fleksibel namun tegas, Presiden Prabowo optimistis bahwa posisi Indonesia akan semakin diperhitungkan. Keterlibatan dalam BRICS bukan hanya tentang memperluas pasar ekspor, melainkan memastikan Indonesia berlayar mandiri di antara gelombang pergeseran kekuasaan dunia demi kesejahteraan rakyat di tanah air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User