Negara-negara Kaya Kompak Gelontorkan Triliunan Dolar untuk Pertahanan

New York, AS — Di tengah memanasnya geopolitik global, negara-negara maju secara serempak mengalokasikan dana astronomis untuk belanja militer dan pertahan

Negara-negara Kaya Kompak Gelontorkan Triliunan Dolar untuk Pertahanan

New York, AS — Di tengah memanasnya geopolitik global, negara-negara maju secara serempak mengalokasikan dana astronomis untuk belanja militer dan pertahanan. Studi terbaru dari IE University mengungkap bahwa pada tahun fiskal 2025-2026, puluhan negara kaya telah menggeser prioritas investasi mereka secara radikal—dari pembangunan sosial dan teknologi hijau menuju apa yang disebut sebagai “perlombaan senjata modern.”

Laporan bertajuk Global Defense Spending Shift 2026 itu menganalisis 38 negara anggota OECD dan menemukan bahwa total anggaran pertahanan meningkat rata-rata 18,7% hanya dalam satu tahun. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak Perang Dingin berakhir.

Pemicu: Ketidakpastian dan Konflik Berkepanjangan

Konflik Rusia-Ukraina yang belum usai, eskalasi di Laut China Selatan, serta perang dagang yang memperburuk hubungan transatlantik menjadi api yang memicu lonjakan belanja pertahanan. Negara-negara seperti Jerman, Jepang, dan Korea Selatan secara historis dikenal moderat dalam pengeluaran militer, namun kini berbalik 180 derajat. Jerman sendiri menyetujui dana khusus senilai €200 miliar untuk modernisasi Bundeswehr, langkah yang sebelumnya dianggap tabu politik.

“Kami melihat perubahan persepsi fundamental. Negara-negara kaya tidak lagi memandang pertahanan sebagai biaya, melainkan sebagai premi asuransi yang wajib dibayar di dunia yang makin berbahaya,”

ujar Prof. María Ángeles Alcalde, peneliti senior di Center for the Governance of Change, IE University, dalam presentasi laporan tersebut.

Dampak Domestik yang Terabaikan

Di balik meningkatnya posisi belanja militer, sektor-sektor vital justru menjadi korban. Data menunjukkan defisit pendanaan di bidang kesehatan dan pendidikan di beberapa negara Eropa Timur mencapai titik kritis. Di Polandia, misalnya, anggaran pertahanan yang mencapai 4,7% dari PDB memaksa pemotongan subsidi energi dan pensiun. Sementara itu, Amerika Serikat melaporkan penurunan alokasi untuk infrastruktur sebesar 12% karena sebagian besar dana federal tersedot ke Departemen Pertahanan.

“Ini adalah ironi global: kita berlomba membeli senjata untuk menghadapi ancaman, tetapi kita lupa bahwa ancaman terbesar sebenarnya adalah keruntuhan internal akibat ketimpangan sosial,” komentar Dr. Hassan Farid, ekonom dari University of Oxford.

Pergeseran Investasi di Pasar Modal

Studi IE University juga menyoroti bagaimana capital outflow dari obligasi hijau (green bonds) ke industri pertahanan terjadi secara masif. Indeks MSCI Global Defense Index tercatat naik 24,3% sepanjang semester pertama 2026, sementara indeks energi terbarukan merosot 9%. Perusahaan-perusahaan seperti Lockheed Martin, Rheinmetall, dan Hanwha Aerospace membukukan rekor pendapatan baru, menandakan bahwa konflik dan ketegangan geopolitik kini menjadi mesin pertumbuhan ekonomi bagi segelintir pihak.

Namun, tak semua negara mengikuti tren ini secara membabi buta. Kanada dan Selandia Baru mencoba mendorong keseimbangan dengan meningkatkan belanja pertahanan siber dan satelit, bukan persenjataan konvensional. Strategi ini dianggap lebih relevan menghadapi perang masa depan yang bersifat asimetris.

Dunia Di Persimpangan

Laporan IE University menutup dengan peringatan: perlombaan senjata ini berpotensi menciptakan jurang fiskal permanen. Jika negara-negara kaya terus membiarkan anggaran pertahanan membengkak tanpa kendali, pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 bisa mundur puluhan tahun ke belakang. Dunia kini berada di persimpangan—antara mempersenjatai diri hingga ke posisi aman, atau memperkuat ketahanan sosial agar tak mudah dipecah oleh krisis.

[SOCIAL_TWEET]: Studi IE University: dunia kacau balau, negara-negara kaya kompak hamburkan triliunan dolar untuk pertahanan. Anggaran pendidikan dan kesehatan malah merosot. #BelaNegara #KrisisGlobal #Pertahanan #Investasi[SOCIAL_TG]: 💣📉 Laporan terbaru IE University mengonfirmasi ketakutan kita: negara kaya sekarang lebih fokus beli senjata daripada selamatkan bumi. Anggaran hijau anjlok, indeks pertahanan melesat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User