Sep 17, 2026
Hukum

MUNICH — Harry Kane Bidik Gelar Juara Liga Champions Bersama Bayern

Raksasa sepak bola Jerman, Bayern Munich, bersiap mengarungi kampanye baru Liga Champions musim ini dengan tekad membara untuk mengakhiri dahaga gelar Erop

MUNICH — Harry Kane Bidik Gelar Juara Liga Champions Bersama Bayern

Raksasa sepak bola Jerman, Bayern Munich, bersiap mengarungi kampanye baru Liga Champions musim ini dengan tekad membara untuk mengakhiri dahaga gelar Eropa sejak terakhir kali merengkuhnya pada 2020. Striker andalan sekaligus kapten tim nasional Inggris, Harry Kane, menyuarakan optimisme tinggi bahwa musim ini harus menjadi momen kebangkitan Die Roten di panggung tertinggi antarklub Eropa tersebut. Bayern akan memulai langkah awal fase grup saat menjamu klub asal Norwegia, Bodo/Glimt, di Allianz Arena pada Kamis mendatang.

Ambisi besar klub yang telah mengoleksi 6 trofi Liga Champions ini didasari oleh catatan menyakitkan pada musim-musim sebelumnya. Musim lalu, langkah Bayern terhenti di babak semifinal secara dramatis saat berhadapan dengan Paris Saint-Germain (PSG). Laga leg pertama yang berlangsung sengit berakhir dengan skor 5-4 untuk kemenangan PSG, disusul hasil imbang 1-1 pada leg kedua di Munich yang memastikan langkah PSG ke partai puncak hingga akhirnya keluar sebagai juara.

Jejak Kegagalan Dramatis dan Evaluasi Skuad

Kegagalan di fase semifinal bukan hal baru bagi Kane sejak merumput di Jerman. Dalam tiga tahun keberadaannya di klub, Bayern telah 2 kali menembus babak semifinal Liga Champions namun selalu gagal melangkah lebih jauh. Pada musim 2023-2024, Bayern berada sangat dekat dengan partai final sebelum akhirnya ditumbangkan secara menyakitkan oleh Real Madrid.

Berikut adalah kronologi dua kegagalan krusial Bayern Munich di babak semifinal dalam dua musim terakhir:

  1. Musim 2023-2024 (vs Real Madrid): Bayern memimpin keunggulan hingga 6 menit tersisa di leg kedua. Namun, keputusan menarik keluar Kane berbuah fatal setelah raksasa Spanyol tersebut mencetak 2 gol balasan hanya dalam kurun waktu 3 menit untuk membalikkan keadaan.
  2. Musim Lalu (vs PSG): Die Roten terlibat dalam aksi saling balas gol yang melelahkan dengan agregat akhir 6-5 untuk keunggulan PSG setelah laga leg kedua berakhir imbang di Allianz Arena.

Analisis Kedalaman Skuad dan Ambisi Kompany

Mantan gelandang Bayern Munich yang turut mempersembahkan gelar treble pada tahun 2013, Bastian Schweinsteiger, memberikan analisis terkait peluang mantan timnya. Menurutnya, faktor kedalaman skuad menjadi kunci paling krusial di tengah padatnya jadwal kompetisi. "Satu-satunya hal yang bisa menggagalkan impian Bayern untuk meraih trofi adalah kurangnya kedalaman skuad dalam mengarungi musim yang sangat menyiksa secara fisik," tutur Schweinsteiger menggarisbawahi tantangan tim.

Di sisi lain, juru taktik Vincent Kompany telah menetapkan target maksimal sejak awal menukangi tim. Kompany tidak ragu menegaskan bahwa Liga Champions menjadi prioritas utama yang harus disandingkan dengan dominasi domestik Bayern. "Target bersama Bayern selalu yang tertinggi: memenangkan Bundesliga, menjuarai DFB-Pokal, meraih Liga Champions – dan jika memungkinkan, memenangkan setiap pertandingan," ujar Kompany penuh keyakinan.

Berikut adalah ringkasan perbandingan capaian serta target operasional Bayern Munich pada kompetisi Eropa:

Parameter Evaluasi Capaian Musim Lalu Target Musim Ini
Pencapaian Liga Champions Gugur di Semifinal (vs PSG) Juara (Gelar ke-7)
Kompetisi Domestik Dominasi Domestik Sapu Bersih Gelar (Treble)
Laga Pembuka Eropa - vs Bodo/Glimt (Kandang)
Catatan Trofi Harry Kane 5 Trofi Tingkat Klub Trofi Eropa Pertama

Pernyataan Harry Kane: Momen Kebangkitan Die Roten

Sebagai pemain yang kerap mengalami momen "hampir juara" baik di tingkat klub maupun tim nasional, Kane memahami betul tipisnya margin kesalahan di kompetisi elite. Meski telah mengamankan 5 gelar juara bersama Bayern sejak tiba di Munich, trofi Liga Champions tetap menjadi ambisi terbesarnya.

Bicara kepada media jelang laga pembuka, penyerang asal Inggris tersebut menegaskan bahwa timnya telah memetik pelajaran berharga dan siap melangkah lebih jauh musim ini.

"Ya, kami sebenarnya sangat dekat. Musim lalu ditentukan oleh margin yang sangat tipis ketika kami harus gugur dari tim yang akhirnya keluar sebagai juara bertahan. Tidak ada rasa malu akan hal itu. Namun, kami memasuki musim baru ini dengan menegaskan bahwa ini harus menjadi tahun kami. Kami harus menemukan cara untuk menyelesaikannya sampai tuntas," tegas Kane.

Dengan kepemimpinan taktis dari Kompany dan rasa lapar akan gelar dari para pemain senior seperti Kane, laga melawan Bodo/Glimt pada Kamis mendatang akan menjadi pijakan awal bagi Bayern Munich untuk membuktikan kelayakan mereka sebagai calon kuat raja baru Eropa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User