Menyusuri Sejarah Jakarta Lewat 7 Tempat Makan Legendaris, Ada yang Sejak 1925

Menelusuri Jakarta tidak melulu soal gedung pencakar langit atau pusat perbelanjaan modern. Di balik hiruk-pikuk ibu kota, tersembunyi jejak sejarah yang bisa dicicipi lewat deretan tempat makan lege

Jul 08, 2026 - 08:52
0 0
Menyusuri Sejarah Jakarta Lewat 7 Tempat Makan Legendaris, Ada yang Sejak 1925

Menelusuri Jakarta tidak melulu soal gedung pencakar langit atau pusat perbelanjaan modern. Di balik hiruk-pikuk ibu kota, tersembunyi jejak sejarah yang bisa dicicipi lewat deretan tempat makan legendaris. Sebagian di antaranya bahkan sudah berdiri sejak era Hindia Belanda, ketika Jakarta masih bernama Batavia, dan bertahan melewati berbagai zaman dengan resep yang tetap otentik.

Bagi pencinta wisata kuliner sekaligus sejarah, menyambangi tempat-tempat ini ibarat naik mesin waktu. Setiap suapan membawa kenangan akan masa lalu. Berikut tujuh tempat makan legendaris di Jakarta yang sudah eksis puluhan hingga nyaris seratus tahun.

1. Kedai Kopi Es Tak Kie (1927)

Berawal dari gerobak keliling di kawasan Pecinan Glodok pada 1927, Es Tak Kie kini menempati sebuah gang sempit yang ikonik. Menu andalan mereka adalah es kopi susu dengan racikan sederhana namun memiliki cita rasa yang sulit ditiru. Hingga kini, kedai ini masih mempertahankan cara penyeduhan tradisional dan dikelola oleh generasi ketiga keluarga pendirinya.

2. Toko Roti Tan Ek Tjoan (1925)

Berlokasi di Jalan Cikini Raya, Tan Ek Tjoan merupakan toko roti tertua di Jakarta yang masih beroperasi. Didirikan pada 1925 oleh seorang perantau asal Tiongkok, toko ini terkenal dengan roti isi daging babi panggang dan kue-kue klasik seperti nastar serta lapis legit. Resep-resepnya diwariskan turun-temurun dan nyaris tidak berubah.

3. Restoran Trio (1947)

Restoran Chinese food ini berdiri tak lama setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada 1947. Meski tidak setua Tan Ek Tjoan, Trio tetap menjadi salah satu ikon kuliner Menteng. Menu seperti nasi goreng hongkong dan ayam goreng mentega menjadi primadona yang membuat pelanggan datang dari generasi ke generasi. Suasana restorannya pun masih mempertahankan desain interior klasik era 1950-an.

4. Ragusa Es Krim Italia (1932)

Berdiri sejak 1932, Ragusa merupakan es krim legendaris yang awalnya hanya melayani kalangan elite Belanda. Kini siapa pun bisa menikmati spagheti ice cream, tutti frutti, dan banana split yang disajikan di gelas jadul. Toko yang terletak di Jalan Veteran ini masih memproduksi es krim secara manual dan mempertahankan resep asli Italia yang dibawa pendirinya.

5. Restoran Sari Kuring (1935)

Berlokasi di kawasan Pasar Baru, Sari Kuring semula hanyalah warung nasi sederhana yang didirikan pada 1935. Kini tempat ini menjadi restoran Sunda yang menyajikan beragam masakan khas seperti nasi timbel, gurame goreng, dan pepes ikan. Meski telah direnovasi, beberapa elemen bangunan tua masih dipertahankan.

6. Warung Makan Sate Khas Senayan (1938)

Berawal dari gerobak sate di area Senayan pada 1938, kini warung ini berkembang menjadi jaringan restoran yang tersebar di berbagai kota. Namun pusatnya di Jakarta tetap mempertahankan sate ayam dan sate kambing dengan bumbu kacang khas yang resepnya dirahasiakan. Dagingnya empuk dan aroma bakaran arangnya begitu menggoda.

7. Kedai Kopi Apek (1925)

Satu lagi kedai kopi tua yang lahir pada 1925 adalah Apek. Letaknya di kawasan Kota Tua, dengan interior serba kayu dan meja marmer yang memancarkan nuansa tempo dulu. Kopi robusta yang disajikan dalam cangkir klasik menjadi teman setia para pelanggan yang ingin bernostalgia. Beberapa sudut kedai ini sering dijadikan lokasi foto bergaya kolonial.

Menjelajahi tujuh tempat makan legendaris ini bukan sekadar soal mengisi perut. Setiap gigitan adalah cerita, setiap sudut ruangannya adalah saksi bisu perjalanan Jakarta dari masa ke masa. Dari generasi ke generasi, mereka membuktikan bahwa keaslian mampu bertahan di tengah gempuran modernisasi.

Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman unik menyusuri sejarah melalui cita rasa, deretan tempat ini bisa menjadi destinasi pilihan. Apaberita.com akan terus menyajikan informasi seputar kekayaan kuliner Nusantara yang penuh cerita.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User