Menkomdigi Sambut Pembangunan AI Factory Terbesar Asia Tenggara di Indonesia

JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyambut baik peluncuran Zankore by Indosat, inisiatif pembangunan pabrik kecerdasan artifisial atau AI Factory terbesar di kawasa...

Menkomdigi Sambut Pembangunan AI Factory Terbesar Asia Tenggara di Indonesia

JAKARTA — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyambut baik peluncuran Zankore by Indosat, inisiatif pembangunan pabrik kecerdasan artifisial atau AI Factory terbesar di kawasan Asia Tenggara, yang digagas empat perusahaan teknologi global di Jakarta, Jumat (7/8).

Inisiatif tersebut merupakan kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA. Infrastruktur komputasi kecerdasan artifisial itu diproyeksikan memiliki kapasitas hingga 1 gigawatt (GW) dalam kurun tiga tahun dan akan menjadi fondasi pengembangan layanan AI bagi Indonesia maupun kawasan.

Meutya menyatakan pemerintah mengapresiasi komitmen investasi yang diumumkan langsung oleh para pimpinan tertinggi keempat perusahaan, yakni President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, Group Chief Executive Officer Ooredoo Group Aziz Aluthman Fakhroo, President and CEO Nokia Justin Hotard, serta Senior Vice President of Telecom NVIDIA Ronnie Vasishta.

"Pemerintah menyambut baik komitmen empat perusahaan teknologi global untuk membangun AI Factory di Indonesia. Investasi ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dunia terhadap masa depan ekonomi digital Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi teknologi bernilai tinggi," ujar Meutya dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Sinyal Kuat Kepercayaan Dunia terhadap Ekonomi Digital Indonesia

Menurut Menkomdigi, kolaborasi lintas negara yang melibatkan empat korporasi teknologi berskala global tersebut menjadi sinyal kuat atas meningkatnya kepercayaan dunia terhadap prospek ekonomi digital Indonesia. Ia menilai kehadiran investasi strategis di sektor infrastruktur komputasi akan memperkuat daya saing digital nasional secara signifikan.

Meutya menegaskan pemerintah akan terus mendukung investasi strategis yang memperkuat daya saing digital Indonesia. Dukungan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan agenda transformasi digital nasional yang menempatkan penguasaan teknologi kecerdasan artifisial sebagai salah satu prioritas pembangunan.

Dengan masuknya investasi bernilai tinggi ini, Indonesia diproyeksikan memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan AI atau AI hub di tingkat kawasan, sekaligus memperluas akses layanan kecerdasan artifisial bagi masyarakat dan pelaku industri di dalam negeri.

Mengenal AI Factory dan Perbedaannya dengan Pusat Data Konvensional

AI Factory merupakan infrastruktur komputasi berkapasitas besar yang menyediakan daya pemrosesan untuk mengembangkan sekaligus mengoperasikan berbagai layanan kecerdasan artifisial. Infrastruktur jenis ini berbeda secara mendasar dari pusat data konvensional yang selama ini dikenal.

Tidak seperti pusat data biasa, AI Factory mengintegrasikan seluruh rantai nilai AI dalam satu ekosistem. Integrasi itu mencakup infrastruktur data center yang siap mendukung komputasi AI, GPU berperforma tinggi, jaringan dan sistem penyimpanan data, hingga layanan GPU-as-a-Service, orkestrasi, pengelolaan beban kerja (workload management), serta operasional AI secara end-to-end.

Dengan model terintegrasi tersebut, AI Factory memungkinkan pengembangan model kecerdasan artifisial dilakukan dari hulu ke hilir dalam satu ekosistem, mulai dari pelatihan model, pengelolaan data, hingga penerapan layanan AI bagi berbagai sektor industri.

Skala Investasi Termasuk Terbesar di Asia Tenggara

Berdasarkan praktik global, pembangunan AI Factory dengan skala penuh membutuhkan investasi yang sangat besar. Sejumlah kajian internasional memperkirakan kebutuhan investasi mencapai sekitar USD50 juta untuk setiap 1 megawatt (MW) kapasitas komputasi AI secara end-to-end.

Dengan target kapasitas mencapai 1 gigawatt atau setara 1.000 MW, pembangunan AI Factory di Indonesia tercatat sebagai salah satu investasi infrastruktur AI terbesar yang pernah diumumkan di kawasan Asia Tenggara. Nilai investasi yang dibutuhkan untuk mewujudkan kapasitas tersebut ditaksir mencapai skala puluhan miliar dolar Amerika Serikat.

Langkah Besar Menuju AI Hub Kawasan

Besarnya skala proyek tersebut menempatkan Indonesia dalam peta persaingan infrastruktur kecerdasan artifisial global. Kehadiran AI Factory berkapasitas gigawatt dinilai akan menjadi tulang punggung pengembangan layanan AI, tidak hanya untuk kebutuhan domestik, tetapi juga untuk melayani permintaan dari negara-negara di kawasan.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan akan terus menindaklanjuti komitmen investasi tersebut agar pembangunan berjalan sesuai target. Dukungan kebijakan dan iklim investasi yang kondusif disebut menjadi kunci agar Indonesia mampu mempertahankan kepercayaan investor teknologi global dalam jangka panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User