Menko Pangan Pastikan Stok Beras-Jagung-Ayam Aman, Surplus Sepanjang Tahun

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan bahwa Indonesia berada dalam posisi yang sangat kuat dari sisi ketersediaan bahan pangan pokok. Dalam sebuah pernyataan usai men...

Menko Pangan Pastikan Stok Beras-Jagung-Ayam Aman, Surplus Sepanjang Tahun

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan bahwa Indonesia berada dalam posisi yang sangat kuat dari sisi ketersediaan bahan pangan pokok. Dalam sebuah pernyataan usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Rabu (15/7), Zulkifli Hasan menegaskan bahwa stok komoditas strategis seperti beras, jagung, dan daging ayam dalam kondisi aman dengan surplus yang mencukupi kebutuhan nasional selama satu tahun ke depan.

Penegasan ini menjadi krusial di tengah dinamika global yang diwarnai oleh meningkatnya kebijakan proteksionisme sejumlah negara. Meskipun banyak negara mulai menutup keran ekspor pangan mereka, Indonesia justru menunjukkan kemandirian dan ketahanan pangan yang patut dicatat.

Pembahasan Program Makan Bergizi Gratis

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan dan Presiden Prabowo membahas secara intensif kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional. Menko Pangan menekankan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada jaminan pasokan bahan baku yang stabil dan berkelanjutan. Data yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan bahwa ketersediaan pangan domestik lebih dari sekadar cukup untuk menopang program MBG tanpa harus bergantung pada impor.

“Kita sudah memiliki perhitungan yang matang. Dengan surplus yang kita miliki saat ini, pasokan untuk program tersebut tidak akan mengganggu stok nasional. Justru sebaliknya, program ini akan menjadi stimulus bagi petani dan peternak lokal untuk terus berproduksi,” ujar Zulkifli Hasan.

Data Stok dan Surplus Tahunan

Zulkifli Hasan membeberkan sejumlah data yang mendasari keyakinannya. Hingga pertengahan Juli 2026, stok beras nasional yang dikuasai Perum Bulog tercatat mencapai angka yang sangat memadai, melampaui batas psikologis pengamanan yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, perkiraan produksi jagung nasional berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian menunjukkan tren positif dengan surplus yang terus meningkat, sehingga kebutuhan pakan ternak dan industri dapat terpenuhi tanpa hambatan.

Untuk komoditas ayam ras pedaging, data yang dimiliki Kementerian Koordinator Bidang Pangan menunjukkan bahwa produksi nasional konsisten tumbuh. Ketersediaan daging ayam di pasar dalam negeri berada pada posisi yang sejuk, dengan harga yang stabil di tingkat produsen dan konsumen. “Kalau kita lihat data produksi dari sentra-sentra peternakan di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, semuanya menunjukkan performa yang bagus. Kita sudah surplus setahun, bahkan ada rencana untuk meningkatkan ekspor ke beberapa negara yang membutuhkan,” tambah Zulkifli Hasan.

Ketahanan di Tengah Proteksionisme Global

Fenomena penutupan keran ekspor oleh sejumlah negara produsen pangan dunia, seperti India untuk beras dan beberapa negara Amerika Latin untuk jagung, telah memicu kekhawatiran pasar internasional. Namun, Zulkifli Hasan dengan tegas menyatakan bahwa Indonesia tidak perlu gamang. “Kita tidak boleh panik. Justru ini momentum bagi Indonesia untuk membuktikan bahwa sektor pertanian dan peternakan kita sudah maju. Di saat negara lain membatasi pengiriman pangan ke luar, kita dalam kondisi yang sangat siap. Kemandirian pangan bukan sekadar slogan,” tegasnya.

Menko Pangan menjelaskan bahwa capaian surplus ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir, seperti pembangunan infrastruktur irigasi, modernisasi pertanian, bantuan pupuk, dan jaminan harga di tingkat petani. Ia juga menyebutkan peran strategis Badan Pangan Nasional dan Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Zulkifli Hasan menutup pernyataannya dengan optimisme tinggi. Ia meminta seluruh elemen masyarakat, khususnya para pelaku usaha di sektor pangan, untuk turut menjaga rantai distribusi yang efisien. “Kita sudah membuktikan bahwa kita bisa. Stok beras, jagung, dan ayam aman. Sekarang tugas kita bersama adalah memastikan distribusinya lancar sampai ke seluruh pelosok negeri. Saya akan terus memantau pergerakan ini setiap hari,” pungkasnya. Dengan kondisi tersebut, Indonesia dinilai mampu melewati tekanan geopolitik pangan global tanpa gejolak berarti di pasar domestik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User