Menhan Israel Kecewa Trump Kaitkan Perang Lebanon dengan Iran

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang terus mengaitkan perang di Lebanon dengan Iran dalam pembahasan gencatan senj

Jul 07, 2026 - 23:26
0 0
Menhan Israel Kecewa Trump Kaitkan Perang Lebanon dengan Iran

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang terus mengaitkan perang di Lebanon dengan Iran dalam pembahasan gencatan senjata. Menurut laporan yang diterima Apaberita.com, Katz menilai konflik di Lebanon seharusnya dipisahkan dari negosiasi gencatan senjata antara AS dan Iran.

Kritik Terhadap Kebijakan Trump

Dalam pernyataannya, Israel Katz menyuarakan "penyesalan" karena keterkaitan kedua isu tersebut, namun ia menekankan bahwa sikap Paman Sam itu murni "demi kepentingan Amerika".

"Amerika Serikat sangat ingin mendorong kemungkinan negosiasi dengan Iran, dan mereka memandang situasi di Lebanon sebagai sebuah hambatan," ujar Katz, seperti disampaikan melalui keterangan resmi yang dikonfirmasi Apaberita.com pada Selasa (30/6/2026).

Kekhawatiran Israel tidak lepas dari dinamika kawasan. Hizbullah, kelompok militan yang berbasis di Lebanon dan didukung Iran, telah menjadi ancaman serius bagi keamanan Israel. Katz menegaskan bahwa negaranya "tidak memiliki ambisi wilayah" di Lebanon, namun bertekad untuk tetap hadir hingga Hizbullah sepenuhnya dilucuti senjatanya di seluruh penjuru negeri.

Dukungan AS dan Strategi Israel

Meskipun terjadi perbedaan pandangan, Israel tetap mendapat dukungan dari Amerika Serikat dalam operasi mereka di Lebanon. Dukungan ini dianggap krusial mengingat kompleksitas hubungan geopolitik di Timur Tengah. Apaberita.com mewawancarai analis kebijakan luar negeri, Dr. Ahmad Fauzi, yang menjelaskan bahwa keputusan Trump mencerminkan prioritas jangka panjang Washington.

"AS ingin menyelesaikan masalah nuklir Iran secepat mungkin, dan mereka melihat Lebanon sebagai distraksi. Tapi bagi Israel, memisahkan isu ini sangat penting untuk keamanan langsung mereka," kata Dr. Ahmad Fauzi kepada Apaberita.com melalui sambungan telepon.

Lebih lanjut, Katz menekankan bahwa kehadiran militer Israel di Lebanon bersifat defensif dan bertujuan melindungi warga Israel dari serangan roket Hizbullah. Namun, aktivis hak asasi manusia mempertanyakan dampak operasi tersebut terhadap populasi sipil Lebanon.

Prospek Gencatan Senjata dan Negosiasi Iran

Sementara itu, pembicaraan gencatan senjata antara AS dan Iran masih berlangsung di tengah tekanan internasional. Apaberita.com melaporkan bahwa beberapa diplomat Eropa menyambut baik upaya ini, tetapi memperingatkan bahwa tanpa konsensus Israel, perdamaian di Lebanon akan sulit tercapai. Kekecewaan Israel Katz ini menambah lapisan kompleksitas pada negosiasi yang sudah rapuh.

Kepala perwakilan Israel untuk PBB, dalam sesi tertutup yang bocor ke Apaberita.com, menyatakan bahwa Tel Aviv khawatir jika Iran diberikan ruang bernapas melalui perjanjian nuklir, pengaruh Tehran di Lebanon justru akan menguat. Di sisi lain, pemerintahan Trump tampak bertekad mencapai kesepakatan sebelum pergantian kongres.

Konflik Lebanon telah memakan korban ribuan jiwa tahun ini, dan dunia mengawasi dengan cermat bagaimana aliansi AS-Israel akan mengelola kepentingan mereka yang terkadang bertabrakan. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker. Memverifikasi klaim publik dan informasi viral.

Comments (0)

User