Menbud Peringati 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari

JAKARTA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi budaya di kancah internasiona...

Oct 10, 2026 - 18:07
0 0
Menbud Peringati 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassari

JAKARTA — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi budaya di kancah internasional. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi peringatan empat abad tokoh ulama sekaligus pejuang kemerdekaan asal Sulawesi Selatan itu, yang menempatkan warisan intelektual dan spiritual Syekh Yusuf sebagai bagian dari identitas peradaban bangsa.

Menurut Fadli Zon, Syekh Yusuf bukan sekadar tokoh sejarah lokal, melainkan intelektual Nusantara yang jejak pemikirannya diakui di berbagai belahan dunia. "Syekh Yusuf Al-Makassari adalah bukti bahwa Nusantara sejak lama melahirkan pemikir besar yang berkontribusi bagi peradaban dunia," ujar Menteri Kebudayaan dalam keterangan resminya di Jakarta.

Warisan Intelektual yang Mendunia

Syekh Yusuf Al-Makassari lahir pada 1626 di Gowa, Sulawesi Selatan, dan dikenal sebagai ulama yang menguasai berbagai bidang keilmuan, mulai dari tasawuf, fikih, hingga politik kenegaraan. Perjalanan hidupnya membentang dari Makassar, Banten, Sri Lanka, hingga berakhir di Cape Town, Afrika Selatan, tempat ia diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda.

Di Cape Town, Syekh Yusuf dihormati sebagai tokoh spiritual yang menyebarkan ajaran Islam dan menjadi inspirasi bagi komunitas Muslim setempat. Pemerintah Afrika Selatan bahkan menetapkannya sebagai salah satu tokoh bersejarah nasional, sebuah pengakuan yang menurut Fadli Zon menunjukkan betapa luas pengaruh peradaban Indonesia.

"Pengakuan dari berbagai negara terhadap Syekh Yusuf membuktikan bahwa diplomasi budaya Indonesia memiliki akar sejarah yang kuat. Ini modal berharga bagi kita untuk memperkenalkan Indonesia di mata dunia," tegasnya.

Diplomasi Budaya di Belanda

Dalam rangkaian peringatan 400 tahun tersebut, Kementerian Kebudayaan menyiapkan sejumlah agenda diplomasi budaya, termasuk kegiatan di Belanda yang menjadi salah satu negara tujuan pengasingan tokoh-tokoh Nusantara pada masa kolonial. Menurut Fadli Zon, kegiatan ini menjadi sarana menindaklanjuti kerja sama kebudayaan lintas negara sekaligus mempererat hubungan antarbangsa.

Fadli Zon menyatakan bahwa peringatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi akademisi, sejarawan, dan pegiat budaya untuk mengkaji kembali kontribusi Syekh Yusuf dalam konteks peradaban global. "Kami ingin peringatan ini menghasilkan warisan nyata, baik berupa kajian akademik, publikasi, maupun kerja sama kebudayaan yang berkelanjutan," tuturnya.

Penguatan Identitas Bangsa

Menteri Kebudayaan menambahkan bahwa pemajuan kebudayaan berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 menempatkan tokoh sejarah sebagai bagian penting dari upaya memperkuat karakter bangsa. Syekh Yusuf, lanjutnya, merupakan contoh nyata bagaimana nilai-nilai keagamaan, keilmuan, dan nasionalisme dapat berjalan seiring.

"Keputusan untuk menjadikan peringatan ini sebagai agenda budaya nasional adalah bentuk penghormatan sekaligus tanggung jawab kita untuk meneruskan nilai-nilai yang beliau perjuangkan," ujar Fadli Zon.

Ia berharap peringatan empat abad ini dapat menggugah generasi muda untuk mengenal lebih dalam sosok Syekh Yusuf, tidak hanya sebagai ulama, tetapi juga sebagai diplomat dan pemikir yang melampaui zamannya. Menurutnya, pemahaman atas sejarah tokoh bangsa menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran kebudayaan di tengah arus globalisasi.

Rangkaian kegiatan peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari dijadwalkan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan komunitas budaya, baik di dalam maupun luar negeri. Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh agenda tersebut agar berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak positif bagi pengembangan kebudayaan nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User