Oct 13, 2026
Politik

Medco Energi Akuisisi 10 Persen Hak Partisipasi Empat Blok Migas Eni

JAKARTA — PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menegaskan langkah ekspansi portofolio hulu migas melalui penandatanganan kesepakatan dengan Eni S.p.A. untuk mengakuisisi 10 persen hak partisipas...

Medco Energi Akuisisi 10 Persen Hak Partisipasi Empat Blok Migas Eni

JAKARTA — PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menegaskan langkah ekspansi portofolio hulu migas melalui penandatanganan kesepakatan dengan Eni S.p.A. untuk mengakuisisi 10 persen hak partisipasi non-operator di empat Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC) yang berlokasi di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Kesepakatan tersebut disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, yang menyatakan bahwa transaksi ini mencakup aset produksi, pengembangan, hingga eksplorasi gas.

Keempat kontrak bagi hasil yang menjadi objek akuisisi meliputi PSC Muara Bakau, PSC Ganal, PSC West Ganal, dan PSC East Ganal. Berdasarkan dokumen yang dipublikasikan, seluruh wilayah kerja tersebut saat ini dioperasikan oleh Searah, sebuah perusahaan patungan yang baru dibentuk antara Eni dan PETRONAS. Selain memuat aset yang telah berproduksi, keempat PSC itu juga mencakup penemuan gas berskala besar bernama Geliga yang baru-baru ini diumumkan kepada publik.

Direktur Utama Medco Energi, Ronald Gunawan, menyatakan bahwa transaksi ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperluas portofolio di Indonesia sekaligus memperkuat posisi dalam rantai pasokan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG). "Langkah ini juga memperkuat basis produksi jangka panjang kami dengan aset yang telah berproduksi dan proyek pengembangan gas berskala besar, sekaligus membuka potensi eksplorasi di Cekungan Kutai yang sangat prospektif, berkat keberhasilan eksplorasi terkini maupun berbagai prospek yang menjanjikan di masa depan," kata Ronald dalam keterangan resmi perseroan.

Perkuat Basis Produksi Jangka Panjang

Manajemen Medco Energi menilai akuisisi ini memiliki nilai strategis karena mengombinasikan aset yang telah berproduksi dengan proyek pengembangan gas berskala besar. Kombinasi tersebut dinilai mampu menjaga keberlanjutan produksi perseroan dalam jangka panjang, di tengah kebutuhan energi nasional yang terus meningkat. Perusahaan juga menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan komitmen untuk memperkuat keterlibatannya dalam rantai pasokan LNG, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Menurut penjelasan perseroan, keberadaan penemuan gas Geliga menjadi salah satu pertimbangan utama dalam transaksi tersebut. Penemuan itu dinilai membuka peluang pengembangan yang lebih luas di Cekungan Kutai, kawasan yang telah lama dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil migas utama di Indonesia. Medco Energi menyatakan bahwa keberhasilan eksplorasi terkini maupun prospek yang menjanjikan di masa depan menjadi dasar keyakinan perseroan terhadap nilai jangka panjang aset-aset tersebut.

Transaksi Menunggu Persetujuan Pemerintah

Meskipun kesepakatan telah ditandatangani, manajemen Medco Energi menegaskan bahwa transaksi tersebut belum efektif. Penyelesaian akuisisi masih menunggu pemenuhan persyaratan yang berlaku, termasuk persetujuan dari Pemerintah Indonesia. Perseroan menyatakan akan menindaklanjuti seluruh ketentuan administratif dan regulasi yang diperlukan sebelum transaksi dinyatakan berlaku secara penuh.

Dalam konteks tata kelola perusahaan terbuka, langkah Medco Energi ini merupakan bagian dari keputusan strategis yang telah melalui kajian internal. Perseroan menegaskan bahwa akuisisi dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kehati-hatian, termasuk profil risiko aset dan kesiapan operasional. Hingga keterbukaan informasi tersebut dipublikasikan, perseroan belum merinci nilai transaksi maupun jadwal pasti penyelesaiannya.

Dampak bagi Portofolio Hulu Migas Nasional

Pengamat industri menilai akuisisi hak partisipasi di Cekungan Kutai menempatkan Medco Energi pada posisi yang lebih kokoh dalam peta industri hulu migas nasional. Keputusan perseroan untuk masuk ke wilayah kerja yang telah berproduksi dinilai sebagai langkah pragmatis untuk menjaga arus kas, sekaligus memperkuat cadangan gas dalam jangka panjang. Cekungan Kutai sendiri telah lama menjadi tulang punggung produksi gas di Kalimantan Timur, dengan infrastruktur yang relatif matang.

Bagi Eni S.p.A., pelepasan sebagian hak partisipasi non-operator kepada mitra lokal dinilai sejalan dengan strategi pengelolaan portofolio global. Skema kemitraan dengan Medco Energi memungkinkan operasi tetap berjalan di bawah kendali Searah sebagai operator, sementara kepemilikan saham mengalami perubahan. Perseroan menegaskan bahwa seluruh proses akan dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk kewajiban pelaporan kepada otoritas pasar modal.

Medco Energi menyatakan akan terus mengembangkan portofolio hulu migas melalui kombinasi akuisisi aset produktif dan pengembangan proyek gas berskala besar. Perseroan menegaskan komitmennya untuk mendukung ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, seiring dengan pemenuhan persyaratan transaksi yang masih berlangsung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User