NEW JERSEY — Rapper kenamaan asal Amerika Serikat, Macklemore, resmi dicoret dari daftar artis pembuka dalam rangkaian tur konser musisi Inggris, Ed Sheeran, di Amerika Serikat. Keputusan mendadak ini diambil pihak promotor menyusul pidato terbuka Macklemore yang menyuarakan dukungan bagi kemerdekaan Palestina saat tampil di Stadion MetLife, New Jersey.
Pernyataan sang musisi di hadapan puluhan ribu penonton tersebut memicu polarisasi tajam, kecaman dari sejumlah pihak termasuk penyanyi Pink, serta penolakan keras dari para pemilik stadion yang mengancam akan membatalkan izin konser jika Macklemore tetap diikutsertakan dalam daftar penampil.
Kronologi Pembatalan dan Tekanan Pengelola Venue
Krisis bermula ketika pelantun lagu Thrift Shop tersebut memanfaatkan panggung turnya untuk menyerukan solidaritas kemanusiaan. Berikut adalah rentetan peristiwa yang berujung pada pencoretan namanya:
- Pidato di Stadion MetLife: Macklemore secara lantang menyerukan Free Palestine dan menegaskan kepada penonton bahwa warga di Jalur Gaza serta Tepi Barat tidak pernah dilupakan di tengah gempuran militer.
- Gelombang Penolakan: Pernyataan tersebut memicu tudingan antisemitisme dari sejumlah kalangan dan pihak pengelola stadion di berbagai kota AS yang masuk dalam jadwal tur lanjutan.
- Ultimatum Venue: Para pemilik arena konser kompak menolak kehadiran Macklemore dan mengancam akan membatalkan seluruh jadwal pertunjukan jika namanya tidak dihapus dari daftar penampil.
- Pernyataan Resmi Promotor: Messina Touring Group selaku promotor US Loop Tour Ed Sheeran akhirnya mengumumkan pencoretan resmi demi kelangsungan konser.
"Kami telah diberi tahu oleh pengelola venue untuk jadwal tur AS mendatang bahwa mereka tidak akan mengizinkan konser berlangsung jika Macklemore ada dalam susunan acara, yang dapat mengakibatkan pembatalan tur dan berdampak pada ratusan ribu penggemar," tulis pernyataan resmi Messina Touring Group.
Respons Macklemore dan Hubungannya dengan Ed Sheeran
Menanggapi keputusan tersebut, Macklemore mengunggah pernyataan panjang di akun media sosial Instagram miliknya. Ia menegaskan bahwa dirinya memahami situasi sulit yang dihadapi oleh Ed Sheeran akibat kontroversi ini.
Macklemore menyebutkan bahwa sikap apolitis yang biasa dipegang oleh rekannya tersebut kini diuji secara berat. Kendati demikian, ia berharap persahabatan mereka yang telah terjalin lebih dari satu dekade tidak akan hancur begitu saja.
"Saya berharap ini bukan akhir dari hubungan saya dengan Ed. Tiga belas tahun persahabatan tidak akan lenyap hanya karena satu ketidaksepakatan yang menyakitkan. Namun, jika kata-kata itu harus membuat saya kehilangan panggung demi mengembalikan perhatian publik kepada Palestina, maka ini adalah tur paling sukses yang pernah saya jalani," tulis Macklemore.
Konsistensi Vokal dalam Isu Kemanusiaan Gaza
Pencoretan ini bukan kali pertama Macklemore berhadapan dengan konsekuensi atas pandangan politiknya. Musisi yang juga memopulerkan hit Can't Hold Us ini telah lama aktif menyuarakan pembelaan terhadap hak-hak warga Palestina.
- Rilis Lagu Protes: Pada tahun 2024, Macklemore merilis lagu protes bertajuk Hind's Hall, sebuah tribut untuk Hind Rajab, bocah perempuan Palestina berusia lima tahun yang tewas secara tragis dalam serangan di Gaza.
- Krisis Kemanusiaan: Sikap vokal Macklemore muncul di tengah eskalasi konflik berdarah sejak Oktober 2023, di mana serangan balasan militer Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 jiwa di Gaza berdasarkan laporan otoritas kesehatan setempat yang diakui PBB.
Hingga kini, pihak Ed Sheeran belum memberikan komentar langsung terkait pembatalan rekannya tersebut, sementara rangkaian tur di AS dipastikan tetap berjalan tanpa kehadiran Macklemore.
Comments (0)