Lansia 78 Tahun Dibopong Anak saat Kebakaran Hanguskan 83 Rumah di Kramat Senen

JAKARTA — Kebakaran besar melanda permukiman padat penduduk di Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, dan menghanguskan sedikitnya 83 rumah warga. Dalam peristiwa itu, seorang lanjut usia...

Oct 10, 2026 - 18:05
0 0
Lansia 78 Tahun Dibopong Anak saat Kebakaran Hanguskan 83 Rumah di Kramat Senen

JAKARTA — Kebakaran besar melanda permukiman padat penduduk di Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, dan menghanguskan sedikitnya 83 rumah warga. Dalam peristiwa itu, seorang lanjut usia bernama Masinah, 78 tahun, menceritakan bahwa dirinya harus dibopong dan digendong oleh anaknya untuk menyelamatkan diri dari kobaran api yang menyebar cepat di kawasan permukiman tersebut.

Masinah menyatakan bahwa kondisi fisiknya yang sudah lemah membuatnya tidak mampu bergerak cepat ketika api mulai membesar. Ia mengaku hanya bisa pasrah dan mengikuti arahan anaknya yang langsung membopong tubuhnya keluar dari rumah.

"Saya sudah tidak kuat jalan, jadi dibopong anak saya. Saya digendong supaya bisa keluar dari rumah," ujar Masinah saat ditemui di lokasi, Jumat (10/10).

Kesaksian lansia tersebut menjadi salah satu potret dramatis dari peristiwa kebakaran yang menghanguskan puluhan bangunan di permukiman padat tersebut. Hingga berita ini diturunkan, warga masih terlihat membersihkan sisa puing bangunan di lokasi kejadian.

Warga Berupaya Menyelamatkan Diri dan Harta Benda

Berdasarkan pantauan di lokasi, kebakaran terjadi pada kawasan yang dihuni banyak keluarga dengan jarak antarbangunan yang sangat berdekatan. Kondisi tersebut membuat api dengan cepat merambat dari satu rumah ke rumah lainnya, sehingga warga hanya memiliki waktu singkat untuk menyelamatkan diri dan sebagian harta benda.

Sejumlah warga mengaku mendengar suara dan melihat kobaran api yang tiba-tiba membesar. Mereka kemudian berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Upaya warga tersebut tidak banyak membantu karena api telah menjalar ke sejumlah bangunan di sekitarnya.

Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan langsung mengerahkan sejumlah unit mobil pemadam ke lokasi. Proses pemadaman dilakukan dengan menerjunkan personel untuk memadamkan titik-titik api yang masih menyala, terutama di area permukiman yang sulit dijangkau kendaraan besar.

Sebanyak 83 Rumah Terdampak, Warga Mengungsi

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, kebakaran tersebut mengakibatkan sebanyak 83 rumah warga terdampak. Puluhan keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk ke posko darurat yang disiapkan aparat setempat.

Warga yang kehilangan tempat tinggal saat ini membutuhkan bantuan berupa pakaian, makanan siap saji, air bersih, serta kebutuhan dasar lainnya. Pemerintah setempat bersama instansi terkait tengah melakukan pendataan terhadap jumlah korban dan kerugian material akibat peristiwa tersebut.

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar mengingat banyaknya bangunan yang rata dengan tanah. Aparat keamanan masih berjaga di lokasi untuk memastikan tidak ada warga yang kembali ke area berbahaya dan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Penyebab Kebakaran Masih Didalami

Penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Aparat berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api yang melanda permukiman di Kelurahan Kramat tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan.

Peristiwa ini menjadi peringatan akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman padat penduduk yang memiliki risiko tinggi. Warga diimbau untuk memeriksa instalasi listrik dan sumber-sumber api di rumah masing-masing agar kejadian serupa tidak terulang.

Pemerintah daerah menyatakan akan menindaklanjuti peristiwa ini dengan melakukan pendataan serta penanganan bagi warga terdampak. Bantuan bagi korban diharapkan dapat segera disalurkan agar kebutuhan dasar warga yang mengungsi dapat terpenuhi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dimas-permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Comments (0)

User