Kualifikasi Moto3 Jerman: Veda Ega Posisi 13, Pole untuk Brian Uriarte
Sachsenring, Jerman (18 Juli 2026) – Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama harus memulai perjuangannya pada Grand Prix Moto3 Jerman 2026 dari posisi start ke-13. Kepastian itu diperoleh setelah sesi k...
Sachsenring, Jerman (18 Juli 2026) – Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama harus memulai perjuangannya pada Grand Prix Moto3 Jerman 2026 dari posisi start ke-13. Kepastian itu diperoleh setelah sesi kualifikasi resmi yang berlangsung di Sirkuit Sachsenring, Sabtu sore waktu setempat. Sementara itu, posisi terdepan atau pole position sukses diamankan oleh pembalap asal Spanyol, Brian Uriarte, yang tampil dominan sejak menit-menit awal sesi.
Raihan posisi start ke-13 ini menempatkan Veda Ega di baris kelima grid, sebuah titik yang menuntut strategi agresif namun terukur jika ingin menembus rombongan depan. Berdasarkan catatan waktu kualifikasi, pembalap binaan Astra Honda Racing Team itu membukukan putaran terbaik 1 menit 25,903 detik, terpaut sekitar sembilan persepuluh detik dari pole sitter Uriarte yang menorehkan 1 menit 25,014 detik. Meski belum mampu menembus zona 10 besar, Veda Ega menunjukkan konsistensi laju yang cukup kompetitif di antara 30 peserta yang mengikuti sesi penentuan grid ini.
Perjuangan Veda Ega di Tengah Persaingan Ketat
Sesi kualifikasi yang digelar dalam dua bagian (Q1 dan Q2) berlangsung dalam tekanan tinggi. Veda Ega, yang harus lebih dulu melewati Q1, tampil solid dengan mencatat waktu terbaik yang membawanya lolos ke Q2. Dalam sesi puncak tersebut, ia sempat menempati posisi sementara ke-10 pada menit-menit awal sebelum sejumlah pembalap lain memperbaiki catatan waktu. Kondisi lintasan dengan suhu aspal mencapai 40 derajat Celsius menjadi tantangan tersendiri dalam mengoptimalkan cengkeraman ban.
“Kami sudah berusaha maksimal di sesi kualifikasi. Veda sebenarnya punya potensi untuk masuk 10 besar, tetapi pada flying lap terakhirnya sempat terhambat oleh lalu lintas di sektor ketiga. Meski begitu, posisi 13 bukan akhir segalanya. Kami optimistis untuk balapan nanti,”
kata Manajer Tim Astra Honda, Ryo Nakamura, dalam siaran pers yang diterima redaksi.
Veda Ega sendiri, saat ditemui di paddock, menyatakan tekadnya untuk tampil habis-habisan pada balapan Minggu (19/7). “Start dari posisi 13 memang tidak mudah, tetapi Sachsenring adalah trek yang masih membuka peluang untuk menyalip, khususnya di sektor pertama dan terakhir. Saya akan berusaha menjaga posisi dan memanfaatkan setiap celah,” ujar pembalap berusia 19 tahun itu.
Brian Uriarte Rebut Pole dengan Strategi Ciamik
Sementara itu, Brian Uriarte dari tim Leopard Racing memperlihatkan kelasnya sebagai penantang gelar musim ini. Ia mencatatkan waktu pole dengan strategi satu flying lap tajam setelah keluar dari pit di waktu yang tepat. Uriarte hanya membutuhkan dua putaran terbang untuk mengamankan posisi start terdepan, mengungguli rekan setimnya Alvaro Fuente yang harus puas di posisi kedua dengan selisih 0,112 detik, serta Ryusei Yamanaka (MT Helmets – MSI) di posisi ketiga.
“Kuncinya adalah lintasan yang bersih dan pengaturan slipstream yang baik. Saya sangat senang bisa meraih pole position di sini. Jerman selalu memberi kenangan baik bagi saya,” ungkap Uriarte dalam konferensi pers usai kualifikasi.
Dominasi tim Leopard Racing semakin terlihat dengan menempatkan dua pembalapnya di baris terdepan, sebuah modal kuat untuk mengendalikan ritme balapan sejak start. Namun, persaingan diprediksi tetap ketat mengingat Sachsenring dikenal sebagai sirkuit yang sering memunculkan kejutan, terutama jika kondisi cuaca berubah drastis pada hari balapan.
Peta Persaingan dan Peluang Veda Ega di Hari Balapan
Grid start Moto3 Jerman 2026 menyuguhkan komposisi yang cukup menarik. Di baris kedua, terdapat Ivan Ortola (KTM Ajo) di posisi keempat, disusul David Almansa (Finetwork Intact GP) dan Joel Kelso (CFMoto Aspar Team). Sementara itu, rival utama di klasemen sementara, Angel Piqueras, akan memulai balapan dari posisi ketujuh, sebuah situasi yang membuka peluang perebutan poin penting.
Bagi Veda Ega, start dari posisi ke-13 berarti ia harus cermat dalam membaca ritme rombongan kedua. Pengalaman musim lalu menunjukkan bahwa balapan Moto3 di Sachsenring kerap diwarnai insiden di tikungan pertama yang bisa dimanfaatkan oleh pembalap yang memulai dari grid tengah. Dukungan motor Honda NSF250RW yang responsif di tikungan lambat menjadi keunggulan yang dapat diandalkan Veda untuk merangsek maju.
Target realistis yang dipatok tim adalah finis di zona poin, minimal di posisi 15 besar. Namun, melihat catatan laju konsisten selama sesi latihan bebas, bukan tidak mungkin Veda Ega mampu menembus posisi delapan besar, terutama bila mampu menjaga keutuhan ban dan menghindari duel berlebihan di awal balapan. Direktur Balap Astra Honda, Benny Haryanto, menegaskan bahwa tim telah menyiapkan strategi khusus menghadapi kemungkinan perubahan cuaca.
“Kami sudah mengantisipasi segala kemungkinan, termasuk jika hujan turun tiba-tiba seperti yang kerap terjadi di Sachsenring. Veda sudah kita bekali dengan setelan yang bisa beradaptasi cepat. Yang penting, ia tetap tenang dan disiplin menjalankan instruksi dari pit board,” ujar Haryanto.
Balapan Moto3 Jerman 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026, pukul 11.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB. Dengan posisi start yang tidak terlalu menguntungkan, publik Tanah Air tetap menaruh harapan besar pada Veda Ega Pratama untuk menunjukkan performa terbaiknya dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Comments (0)