Kronologi Detik-detik Sutrimo Tergeletak di Depan Klinik Mordent

Seorang pria bernama Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di depan Klinik Mordent, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Peristiwa yang menggegerkan warga sekitar itu kini mulai terang se...

Kronologi Detik-detik Sutrimo Tergeletak di Depan Klinik Mordent

Seorang pria bernama Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di depan Klinik Mordent, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Peristiwa yang menggegerkan warga sekitar itu kini mulai terang setelah sejumlah saksi memberikan keterangan mengenai detik-detik terakhir korban sebelum tergeletak di lokasi kejadian. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri pada Minggu (27/7) langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti dan mengungkap penyebab kematian Sutrimo.

Kehadiran petugas berbaju putih dengan alat identifikasi di sepanjang trotoar depan klinik tersebut menarik perhatian masyarakat. Garis polisi kuning membentang mengamankan area. Tim Inafis dan dokter forensik yang tergabung dalam Puslabfor tampak mengambil sampel, memotret posisi tubuh, serta mendokumentasikan setiap sudut lokasi penemuan jasad pria paruh baya itu. Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih mendalami apakah kematian Sutrimo disebabkan oleh tindak pidana atau faktor kesehatan yang akut.

Kesaksian Warga: Detik-detik Korban Jatuh

Sejumlah saksi mata di sekitar klinik menuturkan rangkaian momen sebelum Sutrimo ambruk. Seorang pedagang warung kelontong yang tidak ingin disebut namanya menyatakan, “Saya lihat bapak itu jalan sempoyongan dari arah utara. Dia sempat berhenti dan memegang bagian dada, lalu terjatuh pelan-pelan di dekat pintu pagar klinik.” Saksi lain yang tengah parkir motor di dekat lokasi menegaskan tidak mendengar suara keributan. “Tiba-tiba orang sudah tidur di situ. Tidak ada yang berkelahi atau teriak. Mungkin sekitar pukul 09.00 pagi,” ujarnya.

Keterangan saksi yang dihimpun di lapangan mengarah pada dugaan bahwa korban sempat berusaha mencari pertolongan. “Dia seperti mau masuk ke klinik, tapi sudah tidak kuat. Saat saya dekati, matanya sudah terpejam,” kata seorang petugas kebersihan yang menjadi salah satu orang pertama yang menemukan Sutrimo dalam posisi telentang. Warga sekitar langsung menghubungi pihak klinik dan melapor ke Polsek Metro Kebayoran Baru. ”Kami takut salah pegang, langsung telepon polisi saja,” imbuhnya.

Olah TKP dan Langkah Polisi

Kepolisian Sektor Kebayoran Baru bersama Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan segera tiba di lokasi setelah menerima laporan. Kapolsek Kebayoran Baru, Kompol R. Bismo Teguh Prakoso, melalui sambungan telepon menyatakan, ”Penyidik telah mengamankan TKP, memeriksa kamera pengawas di sekitar klinik, serta mengumpulkan keterangan saksi.” Ia menegaskan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah kejadian tersebut masuk ranah kriminal atau kecelakaan medis. ”Kami masih menunggu hasil pemeriksaan forensik yang dilakukan oleh Puslabfor dan keterangan dari tim dokter yang memeriksa jasad korban,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, petugas Puslabfor tampak fokus pada area trotoar dan halaman depan klinik. Sejumlah barang bukti berupa barang bawaan korban—termasuk dompet, telepon seluler, serta kunci motor—diamankan. Pihak klinik sendiri belum memberikan pernyataan resmi karena sedang berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Belum ada informasi yang terkonfirmasi apakah korban merupakan pasien atau sekadar pejalan kaki yang melintas.

Penemuan jasad di ruang publik dan di depan fasilitas kesehatan ini sontak memicu spekulasi warga. Namun, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, dalam keterangan tertulisnya meminta masyarakat bersabar dan tidak menyebarkan informasi yang belum pasti. ”Kita percayakan pada proses ilmiah. Hasil visum dan olah TKP akan menjadi dasar penentuan langkah lebih lanjut,” tuturnya.

Identitas Korban dan Penyelidikan Lanjutan

Berdasarkan KTP yang ditemukan dalam dompet korban, Sutrimo merupakan warga Jalan Melawai, Kebayoran Baru. Lembar identitas itu menunjukkan bahwa korban masih berusia produktif dan diduga bekerja sebagai wiraswasta. Tetangga korban yang dihubungi terpisah mengaku terkejut. ”Beliau orangnya baik, jarang sakit. Saya tidak menyangka,” ucap seorang warga yang pernah bertemu korban di pasar swalayan sehari sebelumnya.

Penyidik kini tengah menelusuri rekaman CCTV dari pertokoan dan gedung di sepanjang rute yang diduga dilalui Sutrimo. ”Rekaman ini penting untuk mengetahui dengan pasti bagaimana kondisi fisik korban sesaat sebelum kejadian, apakah ada interaksi dengan orang lain, atau apakah dirinya memang sudah dalam keadaan lemah,” jelas seorang perwira yang enggan dikutip namanya karena tidak berwenang berbicara kepada media.

Puslabfor sendiri telah membawa jasad ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses autopsi. Dokter forensik akan memeriksa tanda-tanda kekerasan benda tumpul, luka tusuk, serta kemungkinan serangan jantung atau penyakit dap. Hasil pemeriksaan ini dijadwalkan keluar dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan dan langsung diserahkan kepada penyidik. Penentuan status hukum kasus ini—apakah naik ke tahap penyidikan atau hanya penanganan medis—akan sangat bergantung pada simpulan forensik tersebut. Hingga malam tadi, garis polisi masih terpasang, dan penyelidikan terus berlangsung di bawah koordinasi Polres Metro Jakarta Selatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User