Oct 16, 2026
Politik

Krisis Air Bersih Bantul, Siswa dan Warga Gelar Salat Istisqa

BANTUL — Ratusan siswa SD Muhammadiyah Geger bersama masyarakat Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar salat Istisqa berjamaah pada Selasa (15/7/2025). Ibadah ter...

Krisis Air Bersih Bantul, Siswa dan Warga Gelar Salat Istisqa

BANTUL — Ratusan siswa SD Muhammadiyah Geger bersama masyarakat Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar salat Istisqa berjamaah pada Selasa (15/7/2025). Ibadah tersebut dilaksanakan sebagai ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan di tengah krisis air bersih yang melanda wilayah selatan Bantul dalam beberapa pekan terakhir.

Salat Istisqa digelar di halaman sekolah dan diikuti pelajar, guru, serta warga dari beberapa pedukuhan sekitar. Kegiatan ini menindaklanjuti kondisi kekeringan yang kian meluas, terutama di kawasan perbukitan karst yang secara geografis sulit mendapatkan sumber air permukaan.

Kekeringan Meluas di Kawasan Selatan Bantul

Berdasarkan laporan yang dihimpun di lapangan, sejumlah sumur warga mengalami penurunan debit air drastis sejak awal Juni 2025. Beberapa titik bahkan dilaporkan telah mengering total, sehingga warga harus menempuh jarak hingga beberapa kilometer untuk memperoleh air bersih.

Kondisi tersebut diperparah oleh minimnya curah hujan dalam dua bulan terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebelumnya menetapkan bahwa sebagian wilayah DIY memasuki periode kemarau dengan intensitas lebih kering dibandingkan rata-rata tahunan.

"Kami sudah sebulan lebih kesulitan air. Sumur di rumah sudah tidak keluar air, jadi kami mengambil dari tandon bantuan desa," ujar Suparjo, warga Pundong.

Pemerintah Kalurahan setempat menyatakan telah mengajukan permohonan bantuan dropping air bersih kepada Pemerintah Kabupaten Bantul. Permohonan tersebut menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi tingkat kapanewon yang digelar pekan lalu.

Salat Istisqa sebagai Ikhtiar Spiritual dan Sosial

Kepala SD Muhammadiyah Geger menegaskan bahwa salat Istisqa bukan sekadar ritual, melainkan juga sarana pendidikan karakter bagi siswa. Menurutnya, pelajar perlu memahami bahwa persoalan lingkungan menuntut keseimbangan antara usaha lahiriah dan doa.

"Anak-anak kami ajak untuk berdoa sekaligus belajar peduli terhadap lingkungan dan sesama yang terdampak kekeringan," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihak sekolah juga menggalang bantuan air bersih dari wali murid dan donatur untuk disalurkan ke rumah-rumah warga yang paling terdampak. Kegiatan tersebut, menurutnya, akan berlangsung hingga pasokan air kembali normal.

Sejumlah tokoh agama setempat menyatakan bahwa pelaksanaan salat Istisqa telah sesuai dengan tuntunan syariat. Mereka mengimbau warga untuk tetap menjaga solidaritas dan berbagi sumber air yang tersedia selama masa darurat.

Pemerintah Diminta Perkuat Antisipasi Kekeringan

Pengamat kebencanaan menilai krisis air di Bantul menuntut respons lintas sektor, tidak hanya bantuan jangka pendek. Menurutnya, dibutuhkan pemetaan titik kritis kekeringan serta pembangunan infrastruktur penampungan air hujan di kawasan rawan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul menyatakan terus memantau perkembangan debit air di sejumlah kecamatan. Data sementara menunjukkan wilayah Pundong, Saptosari, dan Girisubo masuk kategori paling rentan terhadap kekeringan.

"Kami mengerahkan armada tangki untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama di titik yang benar-benar tidak memiliki akses air," jelas seorang pejabat BPBD setempat.

Selain bantuan air, pemerintah kalurahan diminta menyiapkan posko kesehatan untuk mengantisipasi penyakit akibat penggunaan air yang tidak layak. Warga juga diimbau untuk menghemat pemakaian air serta melaporkan titik kekeringan baru kepada perangkat desa.

Hingga berita ini diturunkan, salat Istisqa di Pundong telah selesai dilaksanakan. Warga berharap hujan segera turun agar aktivitas pertanian, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari kembali berjalan normal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User