Komisi I DPR Desak Pengusutan Cermat Kasus Judi Online di Rumdin TNI Cijantung

Jakarta — Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menegaskan pentingnya pengusutan secara cermat terhadap kasus dugaan praktik judi online yang berlokasi di rumah dinas Tentara Nasional ...

Oct 10, 2026 - 18:08
0 0
Komisi I DPR Desak Pengusutan Cermat Kasus Judi Online di Rumdin TNI Cijantung

Jakarta — Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menegaskan pentingnya pengusutan secara cermat terhadap kasus dugaan praktik judi online yang berlokasi di rumah dinas Tentara Nasional Indonesia di kawasan Cijantung, Jakarta Timur. Penanganan perkara tersebut diminta mengacu sepenuhnya pada fakta hukum yang terverifikasi serta mekanisme peradilan yang berlaku, tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah terhadap pihak mana pun yang disebut dalam kasus ini.

Permintaan itu disampaikan melalui pernyataan resmi Komisi I DPR RI di Jakarta, menyusul beredarnya informasi mengenai aktivitas perjudian daring yang diduga beroperasi dari lingkungan fasilitas milik negara. Menurut Komisi I, pengungkapan kasus ini harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari identifikasi pelaku, penelusuran aliran dana, hingga pemetaan jaringan yang diduga menopang kegiatan tersebut. Langkah itu dinilai perlu agar proses hukum tidak berhenti pada lingkaran kecil pelaku lapangan.

"Pengusutan harus dilakukan secara cermat, berdasarkan fakta, dan mengikuti mekanisme hukum yang berlaku. Kami tidak ingin ada kesan penanganan setengah hati terhadap kasus yang menyangkut rumah dinas institusi negara," demikian bunyi pernyataan Komisi I DPR RI.

Penanganan Harus Berdasar Fakta dan Mekanisme Hukum

Komisi I menekankan bahwa seluruh tahapan penyelidikan wajib berlandaskan bukti yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Setiap temuan lapangan, termasuk barang bukti elektronik, rekaman transaksi, serta keterangan saksi, harus diverifikasi melalui prosedur yang ditetapkan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian, hasil pengusutan tidak menimbulkan keraguan di ruang publik maupun di internal institusi.

Dalam kerangka itu, Komisi I mendorong agar aparat penegak hukum berkoordinasi dengan otoritas terkait, termasuk kementerian yang membidangi komunikasi dan informatika serta pusat pelaporan dan analisis transaksi keuangan. Koordinasi lintas lembaga dinilai krusial untuk membongkar pola operasi judi online yang belakangan kerap memanfaatkan jaringan digital berskala lintas yurisdiksi. Selain itu, penelusuran aset menjadi bagian penting agar pelaku tidak sekadar diproses pidana, tetapi juga kehilangan manfaat ekonomi dari tindak pidana yang dilakukan.

Komisi I juga meminta kementerian dan lembaga terkait memperkuat pengawasan internal terhadap pemanfaatan rumah dinas serta fasilitas negara lainnya. Menurut Komisi I, kejadian ini menjadi peringatan bahwa celah pengawasan dapat dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menjalankan kegiatan yang bertentangan dengan hukum. Penguatan sistem pengawasan diyakini dapat mencegah terulangnya peristiwa serupa di lingkungan kesatuan lain.

Dorong Transparansi dan Akuntabilitas Institusi

Lebih lanjut, Komisi I menyatakan bahwa institusi TNI perlu membuka diri terhadap proses pemeriksaan dan memberikan dukungan penuh kepada aparat yang menangani perkara. Sikap kooperatif tersebut dinilai akan menjaga kepercayaan publik terhadap komitmen pemberantasan judi online di lingkungan institusi pertahanan. Komisi I mengingatkan bahwa praktik perjudian daring tidak hanya melanggar ketentuan pidana, tetapi juga bertentangan dengan nilai disiplin dan kode etik prajurit.

Dalam sejumlah kesempatan, Komisi I memang mendorong pemerintahan dan aparat penegak hukum mempercepat pemberantasan judi online yang dinilai telah meresahkan masyarakat. Menurut data yang dihimpun, aktivitas judi daring di Indonesia melibatkan perputaran uang yang sangat besar dan menjangkau berbagai lapisan pengguna, termasuk kalangan muda. Karena itu, penindakan tidak cukup dilakukan terhadap operator, tetapi juga terhadap pihak yang menyediakan ruang, fasilitas, atau perlindungan bagi kegiatan tersebut.

Komisi I menambahkan, hasil pengusutan nanti harus disampaikan secara transparan kepada publik sepanjang tidak mengganggu kepentingan penyidikan. Keterbukaan informasi dinilai penting untuk memastikan tidak ada upaya penutupan kasus yang dapat mencederai rasa keadilan masyarakat. Jika ditemukan indikasi pelanggaran kode etik, Komisi I mendorong agar mekanisme internal institusi dijalankan secara paralel dengan proses pidana.

Komisi I Awasi Perkembangan Kasus

Komisi I DPR RI menyatakan akan terus mengawasi perkembangan penanganan kasus ini melalui rapat kerja dan rapat koordinasi dengan mitra instansi terkait. Pengawasan tersebut akan difokuskan pada tiga hal, yaitu kecepatan pengusutan, kepatuhan terhadap prosedur hukum, serta langkah perbaikan tata kelola fasilitas milik negara. Komisi I meminta laporan berkala disampaikan agar fungsi pengawasan legislatif berjalan efektif.

Di sisi lain, Komisi I mengingatkan agar publik tidak menarik kesimpulan lebih awal atas kasus yang masih berproses. Seluruh pihak diharapkan menghormati jalannya pemeriksaan dan memberikan ruang bagi aparat untuk bekerja secara profesional. Komisi I menegaskan bahwa pengusutan yang cermat dan berdasar fakta merupakan kepentingan bersama demi menjaga integritas institusi negara serta kepercayaan masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User