Kisah Uci yang Jualan Gorengan untuk Sekolah, Bercita-cita Jadi Pramugari

Bagi kebanyakan anak, menempuh pendidikan adalah sesuatu yang lazim dan mudah didapatkan. Namun tidak demikian bagi Suci Nurlaela. Gadis yang akrab disapa Uci ini harus melewati jalan terjal untuk te

Jul 08, 2026 - 19:34
0 0
Kisah Uci yang Jualan Gorengan untuk Sekolah, Bercita-cita Jadi Pramugari

Bagi kebanyakan anak, menempuh pendidikan adalah sesuatu yang lazim dan mudah didapatkan. Namun tidak demikian bagi Suci Nurlaela. Gadis yang akrab disapa Uci ini harus melewati jalan terjal untuk tetap bisa belajar di sekolah. Setiap pagi, alih-alih bersiap dengan buku dan seragam rapi seperti teman-temannya, ia justru lebih dulu memanggul baskom berisi gorengan buatan ibunya untuk dijual.

Uci tinggal di Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, ia sudah terbiasa berangkat lebih pagi dari anak-anak lain di kampungnya. Setelah membantu ibunya menggoreng tahu, tempe, dan pisang, Uci segera bergegas. Dengan berjalan kaki sekitar setengah jam, ia menempuh jarak menuju sekolah sambil membawa dagangan. "Saya berangkat jam enam pagi, bawa gorengan sendiri. Biasanya sudah ada yang beli di jalan atau sebelum masuk kelas jam tujuh. Alhamdulillah, sering habis," tutur Uci saat ditemui Apaberita.com di kediamannya yang sederhana.

Kebiasaannya berjualan bukan tanpa alasan. Ayah Uci hanya bekerja serabutan sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tidak menentu. Sementara itu, ibunya mengurus rumah tangga sekaligus membuat gorengan dalam jumlah kecil untuk menopang ekonomi keluarga. Uci, sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, merasa bertanggung jawab untuk meringankan beban orang tuanya. Uang hasil penjualan gorengan ia gunakan untuk membeli perlengkapan sekolah, buku tulis, dan sesekali membantu biaya dapur. Meski harus membagi waktu antara belajar dan bekerja, prestasinya di kelas tetap stabil, bahkan ia dikenal sebagai siswi yang cekatan dan aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler.

"Saya ingin jadi pramugari. Saya suka melihat seragamnya yang rapi dan cara mereka membantu orang. Semoga nanti bisa bantu keluarga juga," ujarnya dengan mata berbinar.

Cita-cita Uci untuk menjadi pramugari bukan sekadar angan kosong. Ia rajin mengikuti pelajaran bahasa Inggris karena tahu kemampuan itu penting untuk profesi tersebut. Di sela-sela menjajakan gorengan, ia tak jarang menyelipkan buku kosakata bahasa Inggris di dalam tasnya. Guru-guru di sekolah pun kerap memberikan dukungan moral, memaklumi kondisinya, dan sesekali membantu membelikan seragam atau alat tulis ketika Uci kesulitan. Pihak sekolah berharap semangat Uci bisa menjadi inspirasi bagi siswa lainnya bahwa keterbatasan bukan halangan untuk meraih mimpi.

Kisah perjuangan Uci menarik perhatian sejumlah pihak yang tergerak untuk memberikan bantuan pendidikan. Namun, bagi Uci sendiri, berjualan gorengan setiap pagi bukanlah beban, melainkan bagian dari ikhtiarnya menuju masa depan yang lebih cerah. Ia percaya, selama kaki masih mampu melangkah dan niat untuk terus belajar masih membara, tidak ada jalan yang terlalu panjang untuk digapai. Tim Apaberita.com akan terus memantau perkembangan Uci dan memberikan informasi terbaru seputar kisah-kisah inspiratif dari pelosok negeri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker. Memverifikasi klaim publik dan informasi viral.

Comments (0)

User