WASHINGTON — Ketegangan internal di tubuh Partai Republik Amerika Serikat kembali memuncak setelah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, Mike Johnson, memutuskan untuk meliburkan parlemen lebih awal. Langkah kontroversial ini memicu kecaman keras dari sesama anggota Republik, Thomas Massie, yang menuding Johnson sengaja memanipulasi jadwal sidang guna menghindari pemungutan suara sensitif secara politis.
Keputusan tersebut membuat DPR AS memasuki masa reses selama lebih dari enam pekan menjelang pemilu sela (midterms). Penundaan ini secara langsung menghentikan langkah cepat Massie yang berupaya memakzulkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth atas caranya menangani eskalasi konflik perang Iran.
Kronologi Manuver Pemakzulan dan Penundaan Sidang
Perseteruan sengit ini berkembang cepat dalam hitungan hari melalui sejumlah tahapan legislatif berikut:
- Selasa: Anggota DPR Thomas Massie resmi mengajukan delapan pasal pemakzulan terhadap Menhan Pete Hegseth melalui mekanisme resolusi istimewa (privileged resolution). Mekanisme ini mengharuskan DPR mengambil tindakan dalam batas waktu dua hari legislatif.
- Rabu: Massie menyampaikan pidato kecaman berdurasi satu jam di lantai DPR, mengkritik keras kepemimpinan Johnson dan kebijakan pertahanan AS di Timur Tengah.
- Rabu Sore: Mike Johnson mengumumkan pembatalan sesi sidang hari Kamis, sekaligus menutup masa kerja DPR lebih cepat sebelum batas waktu resolusi terpenuhi.
- Pasca-Keputusan: Upaya pemakzulan secara otomatis tertunda hingga seluruh anggota parlemen kembali bertugas setelah agenda pemilu sela rampung.
Tuduhan Penghindaran Suara Menjelang Pemilu Sela
Massie secara terbuka menuduh Johnson sengaja memotong hari kerja demi melindungi posisi politik para legislator Republik. Pemungutan suara terkait pemakzulan Menhan Hegseth dinilai akan memaksa anggota dewan mencatatkan posisi resmi mereka ke publik, yang berpotensi menjadi bumerang elektoral beberapa pekan sebelum pemilu sela.
"Tahun lalu kita menghadapi reses kasus Epstein. Tahun ini kita kembali mendapati reses Epstein, dan sekarang kita mendapatkan 'hari libur Hegseth'. Dia memotong agenda hari esok murni demi menghindari pemungutan suara," ujar Massie dengan nada berang.
Massie menegaskan bahwa apabila ada niat baik dari kepemimpinan parlemen, pemungutan suara sejatinya dapat dilangsungkan pada hari Rabu sebelum masa sidang ditutup.
Respons Mike Johnson dan Retakan Internal Partai Republik
Menanggapi serangan verbal tersebut, Mike Johnson membantah keras seluruh tudingan rekannya. Politisi asal Louisiana itu menilai langkah yang diambil Massie murni merupakan manuver pencarian perhatian yang tidak berdasar.
"Klaim tersebut sangat konyol. Upaya pemakzulan ini tidak lebih dari sekadar aksi publisitas semata," kata Johnson dalam keterangannya kepada awak media.
Meskipun resolusi pemakzulan tersebut memiliki peluang sangat tipis untuk lolos di DPR yang dikuasai mayoritas Republik, Johnson memprediksi parlemen akan langsung membatalkan atau mengesampingkan (table) resolusi tersebut begitu masa sidang kembali dibuka. Namun, pembatalan jadwal mendadak ini menegaskan tingginya friksi internal Republik dalam menyikapi kebijakan luar negeri dan perang yang sedang berlangsung.
Comments (0)