Kemendagri Ungkap Pentingnya Pendidikan Kepemimpinan untuk Layanan Publik
JAKARTA — Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri) Tomsi Tohir menekankan bahwa pendidikan kepemimpinan merupakan instrumen vital untuk mencetak aparatur yang mampu menjawab
JAKARTA — Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri) Tomsi Tohir menekankan bahwa pendidikan kepemimpinan merupakan instrumen vital untuk mencetak aparatur yang mampu menjawab tantangan pelayanan publik yang kian dinamis. Ia menyatakan transformasi pola pikir menjadi kunci utama yang harus dihasilkan dari setiap proses pendidikan kepemimpinan.
Pernyataan tersebut disampaikan Tomsi dalam acara Pelepasan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan I Kementerian Dalam Negeri Tahun 2026. Acara berlangsung di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Jakarta, pada Kamis (2/7/2026).
"Setiap jenjang pendidikan kepemimpinan memiliki roh dan tujuan yang harus dicapai peserta. Ini adalah bekal fundamental untuk menghadapi masyarakat yang terus berkembang, semakin maju, kritis, dan cerdas, serta persoalan pelayanan yang kian kompleks," ujar Tomsi di hadapan para peserta.
Menurut laporan yang dihimpun Apaberita.com, penekanan Sekjen Kemendagri ini sejalan dengan prioritas nasional dalam membangun birokrasi yang adaptif dan responsif. Pendidikan kepemimpinan tidak lagi dipandang sekadar formalitas pemenuhan kompetensi, melainkan sebagai wahana strategis untuk membentuk pemimpin publik yang visioner dan berorientasi pada solusi.
Lebih lanjut, Tomsi menggarisbawahi bahwa lanskap pelayanan publik saat ini telah bergeser sangat jauh. Masyarakat kini memiliki akses informasi yang luas dan tingkat ekspektasi yang tinggi terhadap kinerja pemerintah. Oleh karena itu, pemimpin di sektor publik harus dibekali kemampuan berpikir kritis, analitis, serta kepekaan terhadap dinamika sosial yang terjadi.
Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II sendiri dirancang untuk pejabat struktural eselon II yang memiliki peran sentral dalam pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan di instansi masing-masing. Melalui program ini, para peserta diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai kepemimpinan transformasional yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.
Acara pelepasan ini menandai dimulainya perjalanan pengembangan kompetensi bagi para pemimpin masa depan di lingkungan Kemendagri. Dengan pembekalan yang komprehensif, diharapkan para lulusan pelatihan dapat menjadi motor penggerak reformasi birokrasi dan pelayanan publik yang lebih prima di seluruh Indonesia.
Comments (0)