Jakarta — Empat orang tewas dan satu orang lainnya terluka dalam kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah kos di Jalan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, pada Senin dini hari, 24 Agustus 2026. Kobaran api yang diduga dipicu korsleting listrik melahap bangunan tiga lantai yang dihuni puluhan penghuni, dan petugas membutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk menjinakkan api hingga proses pendinginan tuntas.
Kronologi Kebakaran
Berdasarkan keterangan petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan, api pertama kali terlihat dari lantai dua bangunan sekitar pukul 02.30 WIB. Sejumlah warga yang terbangun oleh kepulan asap pekat kemudian berhamburan keluar dari rumah kos, sementara beberapa penghuni di lantai atas sempat berteriak meminta pertolongan dari dalam bangunan sebelum kobaran api membesar. Laporan ke posko pemadam kebakaran diterima pada pukul 02.40 WIB, dan tim pertama tiba di lokasi dalam waktu kurang dari sepuluh menit. Sebanyak 14 unit mobil pemadam beserta 70 personel dikerahkan untuk menjinakkan api yang dengan cepat merambat karena material bangunan yang mudah terbakar.
"Kami menerima laporan sekitar pukul 02.40 WIB dan langsung mengerahkan seluruh kekuatan yang ada. Proses pemadaman sempat terkendala akses jalan menuju lokasi yang sempit, sehingga penyambungan selang harus dilakukan dari jalan utama," ujar Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan.
Proses Pemadaman dan Evakuasi Korban
Personel pemadam sempat menghadapi kesulitan karena kobaran api menyebar cepat ke lantai tiga melalui tangga berbahan kayu. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 04.30 WIB, dilanjutkan dengan proses pendinginan pada titik-titik yang masih menyisakan kepulan asap. Dalam proses evakuasi, petugas menemukan empat korban meninggal dunia yang berada di lantai dua dan lantai tiga bangunan. Satu korban luka berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Seluruh korban yang ditemukan kemudian dibawa ke rumah sakit rujukan guna penanganan lebih lanjut.
Identitas Korban dan Penanganan Lanjutan
Hingga Senin siang, proses identifikasi terhadap keempat korban meninggal dunia masih berlangsung. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Metro Jaya dikerahkan untuk memastikan identitas para korban mengingat sebagian jenazah tidak dalam kondisi utuh akibat terjangan api. Adapun korban luka dilaporkan mengalami luka bakar pada bagian tangan dan kaki serta menghirup asap dalam jumlah cukup banyak, dan kondisinya berangsur membaik setelah menjalani perawatan intensif. Pihak pengelola rumah kos bersama aparatur kelurahan setempat juga mendata para penghuni yang kehilangan tempat tinggal untuk memastikan pemenuhan hak atas bantuan dan tempat tinggal sementara.
Dugaan Penyebab dan Penyelidikan
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik yang berasal dari lantai dua bangunan. Petugas gabungan dari Polsek Tebet dan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan barang bukti serta keterangan para saksi. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan sejumlah kabel instalasi di lantai dua mengalami kerusakan akibat panas, namun penyebab pasti baru dapat ditetapkan setelah penyelidikan selesai dan pemeriksaan laboratorium forensik dirampungkan.
"Berdasarkan temuan awal di lokasi, api diduga berasal dari korsleting listrik di lantai dua bangunan. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan bersama aparat kepolisian," kata Kapolsek Tebet.
Imbauan Keselamatan bagi Pemilik Kos
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, petugas mengimbau pemilik rumah kos dan pengelola bangunan hunian untuk memeriksa secara berkala instalasi listrik serta memastikan kapasitas daya listrik sesuai dengan beban pemakaian penghuni. Pemasangan alarm kebakaran, penyediaan alat pemadam api ringan di setiap lantai, dan pembebasan jalur evakuasi dari barang-barang juga menjadi poin yang ditekankan dalam Rapat Koordinasi yang digelar tingkat kecamatan. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menegaskan bahwa penertiban terhadap bangunan hunian yang tidak memenuhi standar keselamatan akan terus dilakukan sebagai langkah preventif.
"Kami meminta seluruh pemilik kos di wilayah Tebet segera melakukan audit kelistrikan pada bangunannya masing-masing. Langkah preventif ini penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang," tegas Camat Tebet dalam rapat koordinasi tersebut.
Peristiwa kebakaran di Tebet ini menjadi pengingat atas pentingnya keselamatan bangunan hunian di tengah kepadatan permukiman perkotaan. Berdasarkan data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, korsleting listrik masih menjadi penyebab dominan dari ratusan kejadian kebakaran di ibu kota sepanjang tahun ini. Warga diminta untuk selalu mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, tidak menumpuk beban pada satu stop kontak, serta segera melaporkan setiap potensi bahaya kebakaran kepada petugas setempat.
Comments (0)