Kebakaran Gudang Baterai di Tangsel Dipadamkan Setelah Tiga Jam

TANGERANG SELATAN — Sebuah gudang penyimpanan baterai elektronik dan alat tulis di kawasan industri Tangerang Selatan, Banten, ludes dilalap api dalam keba

Kebakaran Gudang Baterai di Tangsel Dipadamkan Setelah Tiga Jam

TANGERANG SELATAN — Sebuah gudang penyimpanan baterai elektronik dan alat tulis di kawasan industri Tangerang Selatan, Banten, ludes dilalap api dalam kebakaran hebat yang berlangsung lebih dari tiga jam. Insiden yang terjadi pada Rabu dini hari (12/3) itu memaksa Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) setempat mengerahkan 12 unit mobil pemadam beserta puluhan personel untuk menjinakkan si jago merah.

Kobaran api pertama kali terlihat sekitar pukul 01.45 WIB oleh satpam yang sedang berpatroli. Saksi mata, Andi Prasetyo, menceritakan bahwa percikan api muncul dari area penumpukan kardus berisi baterai lithium-ion bekas yang baru saja tiba dari distributor. "Saya langsung lapor ke petugas jaga dan mencoba memadamkan pakai APAR (alat pemadam api ringan), tapi apinya cepat sekali membesar," ujarnya.

Material Mudah Terbakar Perparah Kondisi

Kebakaran ini menjadi kian sulit dikendalikan karena gudang seluas 800 meter persegi itu menyimpan ribuan unit baterai berbagai jenis, termasuk lithium-ion, alkaline, dan aki kering. Bahan kimia di dalam baterai, terutama lithium, bersifat sangat reaktif dan dapat menyebabkan ledakan kecil saat terpapar suhu tinggi. Komandan Regu DPKP Tangsel, Suryadi, menjelaskan bahwa situasi sempat "mengerikan karena setiap kali air disemprotkan, terdengar letupan-letupan dari baterai yang meledak. Itu menyulitkan kami mendekati pusat api."

"Kami menggunakan strategi pendinginan dari luar gedung dulu selama satu jam pertama untuk mengurangi risiko ledakan susulan, baru kemudian masuk secara bertahap sambil menyemprotkan foam khusus." — Komandan Regu Suryadi

Selain baterai, gudang itu juga menyimpan ribuan alat tulis kantor berbahan plastik dan kertas yang mudah terbakar. Kombinasi material ini membuat api dengan cepat merambat ke seluruh ruangan dan menyebabkan atap bangunan ambruk pada pukul 03.20 WIB. Kerugian material ditaksir mencapai Rp4,2 miliar, namun beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Dugaan Korsleting Listrik

Penyelidikan awal oleh Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Resor Tangerang Selatan mengarah pada dugaan korsleting listrik pada panel distribusi utama yang terletak dekat tumpukan kardus baterai. Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Mulyadi, menyatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti pendukung untuk memastikan penyebab pasti.

"Kami menemukan jejak arus pendek pada kabel instalasi yang tidak sesuai standar. Kemungkinan beban listrik berlebih karena malam itu beberapa mesin pengisian ulang baterai masih menyala," jelas AKP Mulyadi. Pihak kepolisian juga akan memeriksa izin penyimpanan bahan berbahaya yang seharusnya dimiliki gudang tersebut.

Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya sistem manajemen keselamatan kebakaran, terutama pada fasilitas yang menyimpan barang hazardous. Diperlukan pemisahan area penyimpanan, instalasi listrik tahan ledak, serta pelatihan tanggap darurat bagi seluruh pekerja.

[SOCIAL_TWEET]: Gudang baterai di #TangerangSelatan ludes terbakar, petugas damkar berjibaku 3 jam melawan api dan ledakan kecil akibat lithium-ion. Kerugian ditaksir Rp4,2 miliar. #BreakingNews #Kebakaran[SOCIAL_TG]: 🔥 Gudang baterai di Tangsel terbakar! Petugas pemadam butuh 3 jam untuk menjinakkan si jago merah. Diduga akibat korsleting listrik. Kerugian capai Rp4,2 M, untungnya nihil korban jiwa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User