Sep 03, 2026
Politik

Kebakaran Gambir: Ratusan Warga Masih Mengungsi

Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Batu Ceper VIII Nomor 9, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin (10/3/2025) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa ini men...

Kebakaran Gambir: Ratusan Warga Masih Mengungsi

Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Batu Ceper VIII Nomor 9, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin (10/3/2025) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan setidaknya 250 kepala keluarga (KK) atau sekitar 800 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi penampungan sementara. Hingga Selasa (11/3/2025) pagi, proses pemadaman masih berlangsung dan petugas pemadam kebakaran berupaya melokalisasi api agar tidak meluas ke permukiman sekitarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Pusat, Bambang Sutrisno, menyatakan bahwa kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah warga. "Berdasarkan laporan sementara dari tim di lapangan, api pertama kali terlihat dari lantai dua sebuah rumah kontrakan. Angin kencang mempercepat perambatan api sehingga dalam waktu singkat menghanguskan 15 unit rumah," ujarnya dalam konferensi pers di lokasi kejadian, Senin malam.

Kronologi dan Dampak Kebakaran

Kebakaran dilaporkan oleh warga setempat sekitar pukul 14.30 WIB. Petugas pemadam kebakaran dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat tiba di lokasi dalam waktu 10 menit setelah menerima laporan. Sebanyak 20 unit mobil pemadam dan 100 personel dikerahkan untuk memadamkan api. Namun, kondisi permukiman yang padat dan akses jalan yang sempit menyulitkan proses pemadaman.

"Kami mengalami kendala karena jarak antar rumah sangat rapat dan banyak gang yang hanya bisa dilalui pejalan kaki. Tim harus menyambung selang dari hidran umum yang berjarak sekitar 200 meter dari titik kebakaran," jelas Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, Agus Wijaya, dalam keterangan tertulis. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 21.00 WIB setelah petugas bekerja selama lebih dari enam jam.

Dampak kebakaran meliputi kerusakan 15 unit rumah tinggal, satu musala, dan tiga warung kelontong. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun tiga warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat terpapar asap dan terjatuh saat berusaha menyelamatkan barang berharga. Ketiga korban telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan untuk mendapatkan perawatan.

Upaya Penanganan dan Evakuasi

Pemerintah Kota Jakarta Pusat melalui BPBD dan Dinas Sosial segera mendirikan posko pengungsian di dua titik, yakni di halaman Kantor Kelurahan Kebon Kalapa dan di lapangan olahraga dekat Stasiun Gambir. Hingga Selasa pagi, tercatat 250 KK atau 800 jiwa mengungsi di kedua lokasi tersebut. Logistik seperti makanan siap saji, air mineral, selimut, dan pakaian layak pakai telah didistribusikan oleh petugas gabungan dari TNI, Polri, dan relawan.

"Kami memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Selain itu, tim kesehatan dari Puskesmas Gambir juga disiagakan untuk melayani warga yang membutuhkan pertolongan medis," ujar Lurah Kebon Kalapa, Sri Rahayu, saat meninjau posko pengungsian. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah mendata seluruh korban untuk keperluan bantuan lebih lanjut.

Kepala BPBD Jakarta Pusat, Bambang Sutrisno, menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan santunan bagi pemilik rumah yang rusak. "Berdasarkan keputusan rapat koordinasi dengan Dinas Sosial, setiap kepala keluarga yang rumahnya terbakar akan menerima santunan sebesar Rp15 juta dari APBD Provinsi DKI Jakarta. Proses verifikasi data sedang berlangsung dan diharapkan selesai dalam tiga hari ke depan," tegasnya.

Kondisi Terkini dan Antisipasi

Hingga Selasa siang, api telah padam total dan petugas pemadam kebakaran masih melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru. Tim forensik dari Polres Metro Jakarta Pusat juga telah tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti kebakaran. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Susilo, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung. "Kami akan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti. Jika ditemukan unsur kelalaian, akan diproses sesuai hukum," ujarnya.

Warga yang rumahnya masih aman diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran susulan. Pemerintah Kecamatan Gambir bersama PLN dan Sudin Gulkarmat akan melakukan inspeksi instalasi listrik di permukiman sekitar. "Kami mengimbau warga untuk tidak menambah beban listrik secara berlebihan dan segera melaporkan jika ada kabel yang terkelupas atau konsleting," imbau Camat Gambir, Ahmad Fauzi, dalam rapat koordinasi penanganan bencana.

Ratusan korban kebakaran masih bertahan di posko pengungsian. Sebagian warga mulai membersihkan puing-puing rumah mereka dengan harapan dapat segera membangun kembali tempat tinggal. Pemerintah berjanji akan mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan terdampak. "Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman untuk menyusun rencana pembangunan kembali yang lebih aman dan tertib," pungkas Bambang Sutrisno.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User