KORRIENTES — Pengakuan mengejutkan mewarnai proses hukum kasus hilangnya bocah berusia lima tahun, Loan Danilo Peña, di pedesaan Corrientes, Argentina. Bibi dari korban, Laudelina, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf di ruang sidang dan mengakui bahwa kesaksian awalnya mengenai skenario kecelakaan maut merupakan kebohongan murni yang dirancang oleh pengacaranya sendiri.
Di hadapan majelis hakim Pengadilan Oral Federal (TOF) Corrientes, Laudelina menyampaikan kesaksian emosional sembari meneteskan air mata. Dalam persidangan maraton yang berlangsung hampir tiga jam tersebut, ia menjadi salah satu dari 17 terdakwa yang dihadapkan ke meja hijau atas tuduhan serius penculikan dan penyembunyian anak di bawah umur. Apabila terbukti bersalah, wanita tersebut terancam hukuman penjara antara 5 hingga 15 tahun.
Pengakuan Dosa dan Tuduhan Terhadap Mantan Pengacara
Dalam persidangan yang menyedot perhatian publik Argentina tersebut, Laudelina menegaskan bahwa dirinya berada di bawah pengaruh dan arahan sang pengacara saat memberikan kesaksian palsu beberapa waktu lalu. Skenario kecelakaan yang sempat ia lontarkan sebelumnya sempat menyesatkan penyelidikan utama aparat kepolisian.
"Saya memohon maaf, saya meminta maaf atas kebohongan-kebohongan tersebut. Itu sama sekali bukan niat saya. Itu adalah niat dari Dokter Codazzi (pengacara). Mengenai masalah kecelakaan, saya sama sekali tidak ada hubungannya," tutur Laudelina saat memberikan keterangan di depan majelis hakim.
Sebelumnya, sekitar dua minggu pasca-hilangnya Loan pada Juni 2024, Laudelina secara mendadak mendatangi kantor kejaksaan setempat. Kala itu, ia mengklaim bahwa keponakannya tewas setelah ditabrak mobil pikap ketika berjalan pulang usai memetik jeruk di hutan. Ia bahkan menyebutkan bahwa jasad sang bocah telah dikuburkan secara diam-diam.
Skenario Palsu yang Menyeret Purnawirawan Angkatan Laut
Dalam narasi rekayasa yang ia sampaikan saat itu, Laudelina mengarahkan tuduhan kepada kendaraan pikap Ford Ranger putih milik Carlos Guido Pérez, seorang purnawirawan kapten Angkatan Laut Argentina yang juga menjadi salah satu terdakwa. Sang pengemudi dituduh mengendarai kendaraan dalam kondisi mabuk saat menabrak korban hingga tewas.
Pernyataan terbaru Laudelina kini secara otomatis meruntuhkan hipotesis kecelakaan yang selama ini mengaburkan arah pencarian serta penyidikan kepolisian. Carlos Guido Pérez sendiri hingga kini masih terus menjalani proses hukum bersama belasan tersangka lainnya. Pihak berwenang pun kembali mengorientasikan fokus penyelidikan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik raibnya Loan Danilo Peña.
Poin-Poin Kunci Kasus Hilangnya Loan Danilo Peña
- Pengakuan Kebohongan: Laudelina mengonfirmasi bahwa skenario kematian Loan akibat tertabrak mobil pikap adalah kebohongan buatan pengacaranya, José Fernández Codazzi.
- Ancaman Hukuman: Sang bibi didakwa atas dugaan keterlibatan dalam penculikan dan penyembunyian anak dengan ancaman 5 hingga 15 tahun penjara.
- Jumlah Terdakwa: Total 17 tersangka saat ini duduk di kursi terdakwa di Pengadilan Oral Federal (TOF) Corrientes.
- Kronologi Awal: Loan Danilo Peña hilang misterius sejak Juni 2024 setelah berpamitan memetik buah jeruk di kawasan pedesaan.
Pengungkapan kebohongan ini mempertegas betapa rumitnya rintangan hukum dan rekayasa informasi yang membelit kasus ini sejak awal. Masyarakat Argentina menaruh harapan besar agar persidangan maraton ini mampu membuka tabir gelap keberadaan sang bocah. Proses peradilan masih berlanjut guna menggali fakta objektif dan menindak tegas seluruh pihak yang terlibat.
Comments (0)