Kapolresta Banda Aceh Tegaskan Komitmen Menjaga Keamanan Wilayah
BANDA ACEH — Kepala Kepolisian Resor Kota Banda Aceh Komisaris Besar Polisi Andi Kirana memimpin Rapat Koordinasi kesiapan pengamanan wilayah yang digelar di Aula Markas Polresta Banda Aceh, Selasa....
BANDA ACEH — Kepala Kepolisian Resor Kota Banda Aceh Komisaris Besar Polisi Andi Kirana memimpin Rapat Koordinasi kesiapan pengamanan wilayah yang digelar di Aula Markas Polresta Banda Aceh, Selasa. Rapat tersebut diikuti oleh para pejabat utama, kepala satuan fungsi, serta seluruh kepala kepolisian sektor jajaran guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Ibu Kota Provinsi Aceh tetap terjaga secara kondusif.
Dalam arahannya, Kapolresta menegaskan bahwa seluruh jajaran wajib meningkatkan kehadiran di tengah masyarakat melalui pelaksanaan patroli yang terukur dan berkesinambungan. Ia meminta setiap satuan fungsi memetakan kembali titik-titik rawan gangguan keamanan, baik pada pagi, siang, maupun malam hari.
"Saya menegaskan kepada seluruh jajaran agar meningkatkan kehadiran di tengah masyarakat. Patroli harus dilaksanakan secara terukur, terutama di titik-titik yang dinilai rawan gangguan keamanan dan ketertiban," ujar Kombes Pol. Andi Kirana dalam rapat tersebut.
Ia menyatakan, kesiapsiagaan personel menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, mengingat Banda Aceh merupakan pusat pemerintahan, perekonomian, dan aktivitas masyarakat Provinsi Aceh. Menurutnya, dinamika aktivitas warga yang tinggi menuntut kewaspadaan aparat kepolisian dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan.
Penekanan pada Langkah Preemtif dan Preventif
Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan tugas yang disampaikan dalam rapat, sejumlah bentuk gangguan keamanan seperti pencurian, kenakalan remaja, serta peredaran gelap narkotika masih menjadi perhatian utama jajaran Polresta Banda Aceh. Menindaklanjuti hal tersebut, Kapolresta menginstruksikan Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Reserse Narkoba untuk mengintensifkan operasi penegakan hukum secara profesional dan proporsional.
Di samping langkah penegakan hukum, ia juga menekankan pentingnya pembinaan terhadap masyarakat, khususnya generasi muda, agar potensi gangguan keamanan dapat ditekan sejak dini melalui pendekatan preemtif dan preventif.
"Penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu. Namun di sisi lain, pembinaan terhadap masyarakat, khususnya generasi muda, juga harus terus dilakukan agar potensi gangguan kamtibmas dapat ditekan sejak dini," katanya.
Kapolresta menambahkan, keberhasilan menjaga keamanan wilayah tidak semata-mata ditentukan oleh kekuatan personel, melainkan juga oleh ketepatan strategi yang diterapkan di lapangan. Karena itu, setiap kepala kepolisian sektor diminta menyusun rencana kegiatan pengamanan sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
Sinergi dengan Pemerintah Daerah dan TNI
Dalam kesempatan yang sama, Kombes Pol. Andi Kirana menyatakan bahwa Polresta Banda Aceh terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Banda Aceh, unsur Tentara Nasional Indonesia, serta Satuan Polisi Pamong Praja. Koordinasi lintas lembaga tersebut dinilai penting untuk memastikan penanganan persoalan keamanan berjalan terpadu dan tidak tumpang tindih.
"Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen. Karena itu, komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta unsur TNI akan terus diperkuat," tegasnya.
Ia menjelaskan, forum koordinasi pimpinan daerah yang telah berjalan selama ini akan terus dimanfaatkan sebagai wadah tukar-menukar informasi mengenai perkembangan situasi wilayah. Dengan demikian, setiap potensi persoalan dapat dideteksi lebih awal dan ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Selain itu, jajaran kepolisian sektor diminta aktif menjalin komunikasi dengan perangkat kecamatan dan keuchik atau kepala desa di wilayah hukum masing-masing. Menurut Kapolresta, kedekatan aparat dengan pemangku kepentingan di tingkat kelurahan merupakan modal penting dalam membangun sistem keamanan yang partisipatif.
Mengajak Peran Aktif Masyarakat
Kapolresta Banda Aceh juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia menyampaikan bahwa peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat atau Bhabinkamtibmas akan terus dioptimalkan sebagai garda terdepan dalam menyerap informasi dan aspirasi warga di setiap gampong.
"Masyarakat jangan ragu untuk melapor apabila mengetahui atau menemukan peristiwa yang mencurigakan. Setiap informasi yang disampaikan akan kami tindaklanjuti secara profesional," ucapnya.
Sebagai informasi, wilayah hukum Polresta Banda Aceh mencakup sembilan kecamatan dan 90 gampong dengan karakteristik kerawanan yang beragam, mulai dari kawasan permukiman padat penduduk, pusat perbelanjaan, hingga kawasan pendidikan. Kapolresta memastikan seluruh wilayah tersebut mendapatkan perhatian pengamanan yang merata melalui penempatan personel dan jadwal patroli yang telah ditetapkan.
Menutup arahannya, Kombes Pol. Andi Kirana menegaskan komitmen jajaran Polresta Banda Aceh untuk memberikan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia berharap kehadiran polisi di tengah warga dapat memberikan rasa aman sekaligus mempererat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Comments (0)