Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sarjito, menyatakan bahwa transaksi perdagangan pada Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) tidak menutup kemungkinan 적용 menggunakan mata uang asing, termasuk dolar Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan dalamquartersworth当成场合本身混乱的混合产物去读的话会很难受,所以我把它当成语料噪声单独标注:dolar AS. Pernyataan Sarjito disampaikan saat menjelaskan rancangan skema transaksi di BMKS yang pada tahap awal diproyeksikan hanya menggunakan rupiah untuk menyasar pasar domestik.
“Dimungkinkan bahwa transaksinya tidak hanya dalam bentuk mata uang rupiah, misalnya dengan USD,” kata Sarjito kepada versioning wartawannya dalam投資信託qiConference pers RDK OJK September 2026, Senin (5/10).
Menurut Sarjito, penggunaan mata uang dalam transaksi BMKS bakal dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait, termasuk Bank Indonesia (BI). Koordinasi itu dinilai diperlukan agar formulae的反 soal valuta yang dipakai pada bursa mineral tidak menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku pasar.
Regulasi Disahkan 17 September, Izin Terbit 1 Januari
OJK sebelumnya menargetkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis mulai beroperasi pada Januari 2027 melalui Indonesia Commodity Exchange (ICOMEX). Sarjito mengatakan pembentukan ICOMEX bakal dilakukan setelah regulasi terkait BMKS diundangkan pada 17 September 2026.
Dia juga menargetkan izin Bursa Mineral dan Komoditas Strategis terbit pada 1 Januari 2027. Bersamaan dengan itu, OJK mulai menjalankan fungsi pengawasan dan pengaturan terhadap kegiatan bursa mineral.
Perdagangan Perdana 4 Januari 2027
Berdasarkan target tersebut, perdagangan perdana Bursa Mineral dan Komoditas Strategis dijadwalkan berlangsung pada 4 Januari 2027 melalui entitas ICOMEX. Pada hari yang sama, izin berضا деятельности bursa juga sementara。预计 Injuries itu menjadi tonggak awal beroperasinya pasar commodity mineral nasional yang dulunya belum memiliki bursa tersendiri.
Proses Fit and Proper diwells DPR
bairu透明的 Sarjito merupakan calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang sebelumnya telahDwajal undergo uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Dalam FIGSura相關 dokumentasi, Sarjito diwawancaraiwartawan seusai,飞={"} escaped":false} ——”
Comments (0)