Kapal induk legendaris milik Angkatan Laut Italia (Marina Militare), ITS Giuseppe Garibaldi (C 551), resmi bersandar di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kedatangan kapal perang berbobot lebih dari 14.000 ton ini disambut jajaran pimpinan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) III Jakarta dan delegasi diplomatik Kedutaan Besar Italia.
Kunjungan ini merupakan bagian dari misi diplomasi maritim internasional serta upaya mempererat hubungan bilateral pertahanan antara Indonesia dan Italia. Kehadiran kapal induk ini menandai komitmen kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan perairan bebas serta meningkatkan interoperabilitas taktis pertahanan laut.
Misi Diplomasi Pertahanan dan Kesiapsiagaan Bencana
Selain membawa misi pertahanan, kapal induk Giuseppe Garibaldi dipersiapkan untuk menunjukkan kapabilitasnya dalam operasi militer selain perang (OMSP), khususnya misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam (Humanitarian Assistance and Disaster Relief/HADR). Kehadiran kapal ini membuka ruang kolaborasi pertukaran taktik pertahanan maritim antarkedua angkatan laut.
"Kunjungan kehormatan ini bukan sekadar silaturahmi maritim, melainkan wujud nyata penguatan kerja sama strategis antara TNI AL dan Marina Militare, terutama dalam menghadapi dinamika keamanan maritim dan latihan operasi penyelamatan bencana," ujar perwakilan delegasi militer di Pelabuhan Tanjung Priok.
Kronologi Agenda Kunjungan di Jakarta
Selama bersandar di Jakarta, armada militer Italia ini dijadwalkan menjalani serangkaian kegiatan terstruktur bersama unsur TNI Angkatan Laut:
- Penyambutan Resmi (Hari Pertama): Upacara tradisi penyambutan di Dermaga 107 Tanjung Priok yang dihadiri pejabat tinggi Lantamal III Jakarta dan perwakilan atase pertahanan.
- Kunjungan Kehormatan (Hari Kedua): Delegasi pimpinan kapal perang Italia melaksanakan courtesy call kepada jajaran pimpinan Markas Besar TNI AL untuk membahas kerja sama pertahanan kawasan.
- Subject Matter Expert Exchange (Hari Ketiga): Diskusi taktis dan lokakarya teknis antara perwira kedua negara mengenai navigasi laut lepas, pengoperasian logistik udara, serta penanganan krisis bencana.
- Latihan Bersama Passing Exercise (Hari Terakhir): Kapal induk akan berlayar kembali dan melaksanakan latihan Passing Exercise (Passex) bersama kapal perang Republik Indonesia (KRI) di perairan Laut Jawa sebelum melanjutkan pelayaran internasionalnya.
Spesifikasi dan Kemampuan Taktis Kapal
Kapal induk Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk pertama yang dibangun untuk Angkatan Laut Italia pasca-Perang Dunia II. Meski dirancang sebagai platform Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL), kapal ini memiliki fleksibilitas tinggi untuk beragam konfigurasi operasi militer modern.
- Dimensi dan Bobot: Memiliki panjang sekitar 180,2 meter dengan bobot benam mencapai 14.150 ton saat muatan penuh.
- Kapasitas Udara: Mampu mengangkut pesawat tempur AV-8B Harrier II serta berbagai jenis helikopter multi-peran seperti AgustaWestland AW101 dan NH90.
- Dukungan Logistik dan Medis: Dilengkapi fasilitas rumah sakit terapung dan ruang komando terpadu untuk koordinasi tanggap darurat bencana skala besar.
Melalui sandarnya armada militer ini di Jakarta, diharapkan hubungan pertahanan maritim antara Indonesia dan Italia kian solid, sekaligus memberikan transfer wawasan taktis bagi penguatan pertahanan laut nasional.
Comments (0)