Kampus UMN Selenggarakan Program Imersi, 140 Mahasiswa Asing Hadir

Tangerang Selatan – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) resmi membuka Sustainability Immersion Program (SIP) edisi 2026 pada Senin (2/2/2026). Program yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan...

Kampus UMN Selenggarakan Program Imersi, 140 Mahasiswa Asing Hadir

Tangerang Selatan – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) resmi membuka Sustainability Immersion Program (SIP) edisi 2026 pada Senin (2/2/2026). Program yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan ini diikuti oleh 140 mahasiswa yang berasal dari sedikitnya 13 negara di kawasan Asia Pasifik, Eropa, hingga Afrika. Para peserta akan mengikuti serangkaian kegiatan akademik, kunjungan lapangan, dan proyek kolaboratif selama empat pekan di lingkungan UMN dan sejumlah mitra industri di Jabodetabek.

Peserta dari Lima Benua Antusias

Ketua Pelaksana SIP 2026, Dr. Astra Widyowati, mengungkapkan bahwa antusiasme pendaftar tahun ini meningkat tajam dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Dari 13 negara yang terlibat, mayoritas berasal dari kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina. Namun, tercatat pula mahasiswa dari Jepang, Korea Selatan, Belanda, Jerman, Inggris, Amerika Serikat, Australia, Kenya, dan India. "Ini menjadi bukti bahwa reputasi UMN dalam isu keberlanjutan semakin diakui secara internasional," ujarnya.

Program ini dibiayai sepenuhnya oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui skema Beasiswa Mobilitas Internasional 2026. Seluruh peserta menerima tunjangan transportasi, akomodasi, dan biaya hidup selama di Indonesia.

Sinergi Teori dan Praktik Lapangan

SIP 2026 tidak hanya menyajikan kuliah umum. Kurikulum dirancang untuk menggabungkan pemahaman teori dengan praktik di tengah masyarakat. Peserta akan dibagi ke dalam 14 kelompok multidisiplin, masing-masing bertanggung jawab atas satu proyek tematik. Tema-tema yang diangkat meliputi pengelolaan limbah plastik di perkotaan, efisiensi energi pada bangunan komersial, kedaulatan pangan berbasis komunitas, serta konservasi ekosistem mangrove di kawasan pesisir Tangerang.

"Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga menyaksikan secara langsung bagaimana konsep pembangunan berkelanjutan diterapkan di Indonesia, negara dengan kekayaan alam luar biasa sekaligus menghadapi tantangan urbanisasi yang kompleks," kata Rektor UMN, Prof. Dr. Andi Alfian Malik, dalam pidato pembukaan.

Materi kuliah diberikan oleh dosen-dosen UMN, peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta praktisi dari perusahaan multinasional seperti Danone Indonesia, PT. Unilever Indonesia Tbk., dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. yang memiliki program tanggung jawab sosial korporasi di bidang lingkungan.

Selain sesi akademik, para mahasiswa juga akan dikenalkan dengan kekayaan budaya Indonesia melalui kelas membatik, memasak kuliner tradisional, serta kunjungan ke kawasan wisata sejarah seperti Kota Tua Jakarta dan Candi Borobudur. Kegiatan ini bertujuan menciptakan pengalaman holistik yang memperkuat pemahaman peserta tentang filosofi sosial-ekonomi Indonesia yang secara alami mengandung prinsip keberlanjutan.

Dampak Multilateral dan Rencana Berkelanjutan

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbudristek, Prof. dr. Budi Djatmiko, Sp.OG(K), yang hadir melalui sambungan virtual menyatakan bahwa program seperti SIP selaras dengan target pemerintah untuk menjadikan kampus Indonesia sebagai hub pendidikan regional.

"Program ini bukan hanya untuk memperkenalkan Indonesia sebagai laboratorium hidup pembangunan berkelanjutan, tetapi juga untuk memupuk jejaring peneliti muda yang kelak akan berkontribusi dalam pencapaian SDGs di tingkat global," tegas Budi.

Pada penutupan yang dijadwalkan pada 27 Februari 2026, setiap kelompok akan mempresentasikan hasil proyek mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi senior dan CEO perusahaan mitra. Kelompok dengan gagasan paling implementatif akan mendapatkan pendanaan awal dari UMN untuk merealisasikan pilot project di salah satu desa binaan kampus di Kabupaten Tangerang.

Sejumlah peserta yang diwawancarai seusai acara pembukaan mengaku kagum dengan keragaman kegiatan yang ditawarkan. Liam O'Connor, mahasiswa teknik lingkungan dari University of Sydney, Australia, mengatakan, "Saya sangat bersemangat bisa bekerja lintas budaya dan belajar langsung dari para ahli di sini. Ini adalah pengalaman yang tidak bisa didapatkan dari buku teks."

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Emma Rahmawati, S.E., M.M., menyatakan, "Kami ingin setiap peserta pulang tidak hanya dengan pengetahuan teknis tentang energi terbarukan atau pengelolaan sumber daya, tetapi juga dengan rasa hormat terhadap keragaman dan kearifan lokal."

Program Imersi Keberlanjutan UMN ini direncanakan kembali bergulir pada tahun 2027 dengan kuota yang lebih besar dan cakupan geografis yang lebih luas, menyusul permintaan dari beberapa universitas mitra di Eropa Timur dan Amerika Latin yang telah menyatakan minat. Pihak UMN sendiri menargetkan keterlibatan 200 mahasiswa internasional pada edisi mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User