Aug 24, 2026
Nasional

Kampar Riau — Karhutla Hari ke-13, Api Belum Padam

Kepulan asap tebal masih mengepul di langit Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah itu telah

Kampar Riau — Karhutla Hari ke-13, Api Belum Padam

Kepulan asap tebal masih mengepul di langit Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah itu telah berlangsung 13 hari sejak awal Agustus 2026, dan hingga kini api belum juga berhasil dipadamkan sepenuhnya. Kondisi ini membuat warga di sekitar lokasi terus diliputi kekhawatiran akan memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang mulai menyebar.

Kebakaran di lahan gambut dikenal sebagai jenis kebakaran yang paling sulit ditangani. Api tidak hanya membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga merambat ke dalam lapisan gambut di bawah tanah, sehingga mampu bertahan berhari-hari bahkan berminggu-minggu meski bagian atasnya tampak telah padam.

Api yang membakar lahan gambut bisa menjalar di bawah permukaan tanah. Pemadaman di permukaan saja tidak cukup untuk menghentikan kebakaran secara menyeluruh.

Upaya Pemadaman yang Terus Digencarkan

Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, TNI, Polri, hingga relawan terus dikerahkan untuk menjinakkan api. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pemadaman darat menggunakan pompa air, pembuatan sekat kanal untuk membasahi lahan gambut, hingga patroli rutin untuk mendeteksi titik api baru. Namun, medan yang sulit dan luasnya area terbakar menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Kondisi cuaca ikut menentukan laju penanganan. Musim kemarau yang berkepanjangan membuat lahan semakin kering dan mudah terbakar, sementara hembusan angin berpotensi memperluas api dengan cepat ke area yang belum terdampak. Karena itu, kesiapsiagaan dan kecepatan respons menjadi kunci agar kebakaran tidak semakin meluas.

Ancaman Kabut Asap bagi Kesehatan Warga

Semakin lama api bertahan, semakin besar pula risiko kabut asap menyebar ke permukiman penduduk. Paparan asap dalam waktu lama dapat memicu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, hingga memperburuk kondisi penderita asma. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan terdampak, sehingga mereka sebaiknya membatasi aktivitas di luar rumah.

Menurut para ahli kesehatan lingkungan, warga yang tinggal di dekat lokasi kebakaran disarankan memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan, menutup ventilasi rumah, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala gangguan pernapasan. Langkah sederhana itu dapat mengurangi risiko dampak buruk kabut asap bagi tubuh.

Kabut asap juga mengganggu aktivitas sehari-hari warga, termasuk transportasi darat, kegiatan sekolah, hingga pekerjaan di luar ruangan. Sejumlah warga terpaksa mengurangi mobilitas demi melindungi kesehatan keluarga masing-masing, sementara sebagian lainnya berharap hujan segera turun untuk membersihkan udara.

Penyebab dan Upaya Pencegahan Karhutla

Karhutla di Riau hampir selalu muncul setiap musim kemarau. Faktor pemicunya beragam, mulai dari lahan gambut yang kering, kelalaian dalam mengelola lahan, hingga praktik pembakaran lahan untuk membuka area baru yang melanggar aturan. Larangan membakar lahan sebenarnya telah diatur tegas dalam undang-undang dengan ancaman pidana bagi pelakunya.

  • Lahan gambut yang kering sangat rentan terbakar dan sulit dipadamkan.
  • Pembakaran lahan untuk membuka area masih menjadi praktik yang dilarang keras.
  • Patroli dini dan kesadaran warga menjadi kunci mencegah karhutla meluas.

Harapan di Tengah Kepulan Asap

Memasuki hari ke-13, warga Tambang berharap upaya pemadaman yang dilakukan para petugas segera membuahkan hasil. Hujan buatan dan pergeseran musim menjadi dua harapan utama yang dinanti untuk memadamkan api secara alami. Hingga berita ini ditulis, tim gabungan masih berjibaku di lapangan melawan api yang belum menunjukkan tanda-tanda akan padam.

Kebakaran ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan, khususnya lahan gambut, adalah tanggung jawab bersama. Karhutla bukan sekadar bencana alam, melainkan juga ulah manusia yang dampaknya dirasakan lintas wilayah, bahkan hingga lintas negara.

[SOCIAL_TWEET]: 13 hari api belum padam! Karhutla di Kampar Riau masih berlangsung, kabut asap mengancam kesehatan warga. #Karhutla #Riau[SOCIAL_TG]: 🔴 KARHUTLA KAMPAR RIAU HARI KE-13: Api belum padam, kabut asap mengancam kesehatan warga. Tim gabungan masih berjuang di lapangan. Update lengkap di Apaberita.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User